Bos Galak I Love You

Bos Galak I Love You
Episode Akhir


__ADS_3

"Ini Pak bayi Anda, dia mirip sekali dengan ibunya," ucap dokter tersebut sambil memberikan bayi kepada Ali.


Ali sedikit melamun, selama ini Ali berdoa agar anak perempuan yang lahir terlebih dahulu. Tapi Tuhan berkehendak lain, Ali berpikir bahwa doanya untuk memiliki anak perempuan tak akan dikabulkan Tuhan. Karena ia sempat menduga istrinya tak akan berubah. Tapi pikiran Ali waktu itu salah, Tuhan benar-benar mengabulkan doanya waktu itu. Tapi Tuhan punya rencana lain yang jauh lebih luar biasa.


Ali mengambil putrinya dari tangan dokter dan mulai melantunkan azan di telinga putrinya dengan suara lembut. Kemudian, ia mengembalikan putrinya pada Dilah.


"Adik Vino," Vino mengelus pipi adiknya yang sedang menyusui.


"Mirip Mama," sambung Vino selanjutnya. Dilah menanggapinya dengan senyuman.


Ali mencium kening istrinya berkali-kali, ia mengucapkan terima kasih kepada istrinya.


"Sayang, kumohon jangan pilih kasih antara Vino dan adiknya ini," Ali berkaca-kaca, ia takut kejadian masa lalu terulang kembali.


"Tidak, aku tidak akan pilih kasih kepada mereka berdua. Mereka berdua anakku. Aku sayang sama mereka berdua."


"Ehem, ehem," Fina berdehem cukup keras.


"Manusia mana itu yang bilang, lupa aku namanya siapa. Kalau enggak salah dia itu CEO One Star. Katanya begini, Ehem."

__ADS_1


"Aku itu enggak suka sama Ali. Aku benci sama semua laki-laki. Eh.. Tahu-tahunya sudah punya dua anak aja." Fina menyindir.


"Fina, kalau aku bisa jalan aku ingin sekali mencakar wajahmu itu," Dilah ikutan kesal.


"Haha, bercanda Bosku." Fina tertawa kecil.


Semua menyaksikan dengan penuh bahagia dan suka cita. Menir juga turut hadir bersama istrinya. Dikabarkan bahwa Menir dan istrinya sudah saling memaafkan mengenai kebohongannya dulu. Eldo juga datang membawa anak dan istrinya.


"Siapa nama yang cocok untuk putri kita?"


"Semua aku serahkan padamu, Sayang. Kamu mau memberi namanya apa untuk putri kita," ucap Ali sambil membelai rambut istrinya.


"Dua keluarga kita bersatu dalam nama anak kita. Keluarga Wiranata dan keluarga Abriadi. Jujur, Sayang aku benar-benar berterima kasih pada Almarhum ayah kamu. Sifat baiknya menurun pada dirimu. Aku benar-benar beruntung memilikmu."


"Iya Sayang, aku juga sangat beruntung memilikimu," balas Ali.


Ayah, aku sangat berterima kasih padamu. Pesanmu dan didikkanmu membuatku bahagia sekarang, Ali membatin.


Hah.... Sekarang Dilah sudah berdamai dengan masa lalunya. Ia memiliki suami yang penyayang dan dua anak yang berbakti pada dirinya. Fina, mantan sahabatnya kini menjadi sahabatnya kembali. Kehidupan Fina juga bahagia, ia menikah dengan Rasya dan memiliki satu anak laki-laki tapi tidak tahu di masa depan bagaimana mereka akan menambah anak atau tidak.

__ADS_1


***


"Sayang ini," Ali memberikan amplop berisi uang.


"Untuk?" Dilah mengernyitkan dahinya.


"Untuk membayar utangku dulu." Ali menggaruk kepalanya lembut.


"Sayang, utang kamu sudah aku anggap lunas. Lebih baik uangnya di tabung untuk masa depan Vino dan Alsya." saran Dilah.


"Hem.. Kamu benar, baik uangnya aku tabung untuk masa depan Vino dan Alsya." Ali menyimpan uang tersebut.


"Sayang, kata orang-orang kedua anak kita mirip aku, tidak ada yang mirip kamu. Kamu gak apa-apakan?"


Ali malah tertawa lepas membuat Dilah cemberut masam.


"Sayang, aku tidak masalah anak kita mirip aku atau kamu. Jika anak kita mirip kamu, aku mana mungkin menolaknya. Masa aku menolak anakku yang mirip dengan orang yang paling aku cintai." Jelas Ali


"Sayang, sini aku peluk kamu," ucap Dilah dengan manjanya.

__ADS_1


__ADS_2