Bos Galak I Love You

Bos Galak I Love You
promosi


__ADS_3

Setiap pulang sekolah Zakli bekerja part time. Ia juga bekerja berjualan bubur keliling buatan ibu angkatnya serta menjadi joki tugas. Ia hidup lebih baik dari sebelumnya. Ibu angkatnya sangat mencintainya seperti anaknya sendiri. Setelah berjualan bubur, Zakli mendapatkan job joki tugas untuk mengerjakan tugas SMP kelas 8 sedangkan Zakli masih berusia 9 tahun dan masih kelas 4 SD. Demi mendapatkan tambahan Zakli mengerjakan soal kelas 8 SMP dan orang tersebut meminta uangnya kembali jika tugas yang dijawab Zakli salah. Zakli pun setuju dengan syaratnya.


Karena keadaan yang memaksa, Zakli harus rajin belajar dan menjadi anak yang pintar. Kalau bukan karena keadaan mungkin Zakli tidak sehebat ini. Benar saja, soal yang Zakli jawab benar semua. Ini hal yang luar biasa untuk anak kelas 4 SD mampu menjawab soal kelas 8. David merasa merasa puas dengan hasil kerja Zakli. David akhirnya memberikan bonus cukup besar.


"Ini Rayyan (nama Zakli sekarang untuk menyembunyikan identitasnya) uang bonus untukmu." Ucap David, anak orang kaya di kota ini. David memberikan uang 5 juta rupiah. Zakli memegang uang tersebut dengan tangan gemetaran. Ini pertama kalinya ia memegang uang sebanyak itu.


"Ini tidak salah David?" Tanya Zakli bingung.


Uang seratus ribu sebenarnya sudah cukup membayar jasa joki tugas namun David orang kaya raya sepertinya tak keberatan memberikan uang sebanyak itu.


"Iya ambillah tapi ingat jika aku membutuhkanmu. Kau harus selalu membantuku." Ucap David memberi syarat.


"Baik," Zakli setuju


"Oke aku pergi,sampai jumpa! " David langsung pamit pergi.


Setelah David pergi Zakli dengan perasaan gembira pulang ke rumahnya. Ia ingin sekali memberikan kabar gembira ini. Zakli bahkan berpikir makanan enak apa yang harus dibeli. Zakli teringat dengan ibu angkatnya yang sangat ingin memiliki mesin jahit. Zakli mengurungkan niatnya untuk membeli makanan enak dan lezat. Ia mengutamakan keinginan ibu angkatnya. Zakli akhirnya membeli mesin jahit. Zakli bersusah payah membawa mesin jahit tapi rasa berat mesin tersebut tak Zakli hiraukan. Ia selalu berpikir wajah senyum sumringah ibunya ketika melihat keinginan ibunya terwujud. Ketika membuka pintu terdengar suara minta tolong pelan dan lirih.


"Tolong!" Suara tersebut terdengar lirih.


"Ibu!" Ucap Zakli meletakkan mesin jahit kemudian berlari menghampiri ibunya yang telah terluka parah dan bersimbah darah tanpa busana di kamar.


"Apa yang terjadi?" Tanya Zakli menangis.


"Siapa pelakunya, Bu?" Tanya Zakli terisak.

__ADS_1


"Preman disini Zakli," Wina menghembuskan napas terakhirnya setelah memberi tahu pelakunya.


Ternyata Wina mendapatkan tindakan peleceh*an dan pembunuhan secara brutal oleh preman. Zakli mencoba melaporkan kejadian tersebut pada polisi namun polisi tidak peduli malah mereka adalah salah satu kaki tangan preman. Zakli menyimpan dendam yang sangat besar pada preman tersebut. Sudah saatnya Zakli membalas dendam. Jika preman tersebut hidup maka akan ada orang lain yang bernasib sama seperti ibunya.


Zakli kemudian datang ke rumah preman yang telah melecehk*an ibunya sekaligus membunuh ibunya. Ia memasukkan obat tidur ke minuman preman tersebut memb*nuhnya tanpa ampun dan mengikat lehernya dengan tali dan mengikat preman tersebut di asbes rumah. Untuk menghilangkan jejak pembunuh*n agar orang mengira preman tersebut mati karena bunuh diri.


Di usia yang baru menginjak 9 tahun Zakli sudah dapat membunuh seorang preman yang berbadan kekar. Kematian preman tersebut membuat Zakli semakin berani untuk memb*nuh orang yang telah membuatnya sengsara, orang yang menghilangkan nyawa kedua orang tuanya serta adiknya.


"Rayyan!" Panggil seorang pria dewasa dengan David disampingnya. Zakli mendekat pada pria dewasa tersebut.


"Kau yang mengerjakan tugas David, kan? Aku tidak percaya kalau David mampu mengerjakannya." Tanya pria dewasa tersebut yang tak lain adalah ayah David.


Zakli mengangguk takut.


"Aku mendengar dari David bahwa ibumu meninggal? Sekarang kau tinggal bersama siapa?" Tanya ayah David iba.


"Tidak tahu." Ucap Zakli bingung.


"Kau boleh, tinggallah bersama kami. Tapi dengan satu syarat. Kau harus membantu David menjadi anak yang pintar." Syarat yang diajukan ayah David tidak terlalu berat bagi Zakli.


"Apa kau mau?" Tanya ayah David memberi penawaran.


Zakli reflek menganggukkan kepala bahwa dia siap menerima penawaran tersebut. Zakli dipersilahkan ikut bersama mereka. Sesampainya di rumah yang sangat mewah Zakli dipersilahkan masuk. Bahkan banyak sekali pembantu yang mengerjakan pekerjaan rumah. Zakli melihat sekeliling rumah. Matanya mengitari setiap sudut rumah. Zakli melihat tak asing pada sebuah poto.


"Itu kan ayah?" Tanya Zakli pelan tak terdengar oleh siapapun.

__ADS_1


"Itu siapa om?" Tanya Zakli pada ayah David.


"Itu teman om Inspektur Jendral Ahmad dan ini om masih muda om Arhan." Ucap ayahnya David sambil tersenyum.


"Apakah kau mengenalnya?" Tanya ayahnya David curiga. Sebab Zakli hanya tertarik pada satu poto padahal ada banyak poto yang lainnya.


"Tidak om Arhan. Aku tidak mengenalnya. Aku bercita-cita ingin menjadi polisi. Melihat ada poto polisi disitu aku menyukainya. Apakah om Arhan bisa mempertemukan ku dengan teman om itu?" Zakli pandai mengelak untuk menghilangkan kecurigaan Arhan teman ayahnya. Arhan juga tak mengenali anaknya Ahmad, sebab mereka sudah lama tak berjumpa. Lagi pula wajah Zakli tidak mirip dengan Ahmad. Zakli lebih mirip ke ibunya yang bernama Nasya.


"Tidak, baru saja Ahmad meninggal beserta keluarganya." Ucap Arhan dengan nada sedih.


"Meninggal?" Zakli pura-pura terkejut.


"Iya, ya sudah lebih baik kamu bereskan tempat tidurmu. Karena hari sudah mulai menjelang senja.


Zakli menuruti perintah ayah David. Ia diarahkan asisten rumah tangga menuju kamarnya. Kamar yang indah untuknya walaupun tidak seindah kamar David. Namun ini lebih dari cukup. Zakli merapikan kamarnya. Ternyata dilemari sudah ada baju tersedia. Zakli sangat senang dengan hal ini.


Sekarang Zakli melanjutkan studinya ke jenjang sekolah menengah pertama. Ia juga mendapatkan beasiswa murid berprestasi. Setidaknya ia mendapatkan keringanan. Uang sekolah tak perlu ia bayar. Hanya kebutuhan sehari-hari yang ditanggung ayah David. David pun sudah sangat pintar semenjak diajarin Zakli. Sekarang Zakli memiliki banyak teman. Hingga pada suatu hari banyak orang yang membully Zakli karena Zakli tak punya orang tua dan berasal dari orang miskin. Mereka teman-teman juga mengetahui bahwa semua biaya kebutuhan Zakli ditanggung orang tua David.


"Dasar anak miskin!" umpat seorang laki-laki.


"Taunya numpang hidup sama orang," Hina anak yang lainnya.


Tak tahan menahan amarah, Zakli memukul mereka tampa ampun. Mereka pun berakhir di rumah sakit. Ada yang kakinya patah, ada yang babak belur, dan ada yang hampir sekarat.


Mendengar peristiwa pemukulan Zakli tanpa ampun. Tidak ada lagi yang berani membully Zakli. Bahkan mereka malah mengangkat Zakli menjadi pemimpin sekolah. Zakli menjadi orang yang paling ditakuti di sekolah tersebut dan sekolah lainnya juga takut padanya. Kini Zakli bukan anak yang lemah Zakli menjelma menjadi laki-laki yang tangguh dan pemberani. Zakli menjadi anak yang diperhitungkan.

__ADS_1


__ADS_2