
Zakli menjadi orang yang diperhitungkan di sekolah. Ia bukan hanya kuat dan tangguh tapi juga pintar tak ada satupun orang yang dapat menandingi kepintaran dan ketangguhannya di sekolah.
Suatu hari ada seseorang yang sangat membenci Zakli karena seseorang tersebut kalah berkelahi. Ia membayar para preman untuk menghabisi Zakli. Para preman bayarannya setuju dengan tugas yang diberikan. Sepulang dari sekolah Zakli dicegat oleh para preman yang ingin menghabisinya. Zakli berpura-pura ketakutan melihat preman yang bertubuh kekar itu. Agar Zakli diremehkan. Zakli paling suka ketika ia diremehkan.
"Lihat dia ketakutan!" Ejek anak buah preman.
"Hanya orang seperti ini musuh kita bos, cuih! Bocah ingusan," para preman tersebut meremehkan Zakli.
"Sekali pukul juga sudah bisa masuk rumah sakit." Ucap bos preman sambil tertawa.
Para anak buah preman ingin segera mengeroyok Zakli agar cepat selasai namun ditahan oleh bosnya.
"Jangan keroyokan satu lawan satu dalam waktu 10 menit. Anak bau kencur ini juga pasti langsung mati." Remehkan bos preman.
"Tidak usah 10 menit, saya akan menyelesaikan permainan dalam waktu 5 menit." Wajah Zakli yang tadinya terlihat takut kini mulai menunjukkan siapa ia sesungguhnya. Ia menyeringai dengan tatapan percaya diri.
Lima orang anak buah bos preman yang kekar maju dan memasang kuda-kuda untuk siap menghabisi Zakli. Namun kelima orang tersebut jatuh tersungkur karena kalah berkelahi. Kemudian tiga anak buah bos preman juga jatuh bersimbah darah karena kalah dan di pukul mundur. Agar lebih cepat membunuh Zakli secara tiba-tiba bos preman ingin menusuk Zakli dengan pisau namun Zakli reflek menghindar dari tusukan tersebut dan Zakli mengarahkan pisau itu menusukkannya ke paha bos preman. Bos preman berteriak kesakitan. Zakli tersenyum kejam kemudian melihat jam tangannya dan menujukan arah jarum jam. Arah jarum jam sesuai dengan apa yang ia katakan permainan selesai dalam waktu 5 menit karena semua preman telah terkalahkan.
"Cuma segitu kemampuan kalian?!" ucap Zakli meremehkan para preman yang bertubuh kekar.
"Pengecut, cuih!"
"Siapa yang menyuruh kalian untuk menghabisiku?" Tanya Zakli sambil memegang kuat rahang bos preman.
Bos preman tak bergeming membuat Zakli naik pitam.
"Jawab!"
"Doni." ucap bos preman dengan takut.
"Anak ingusan itu, cuih." Ucap Zakli kesal.
__ADS_1
"Kalau aku menemukannya akan ku penggal kepalanya." Ucap Zakli berani.
Pada suatu hari ada seorang gadis berkulit gelap sedang dikerjain teman-temannya. Mereka melemparkan tas gadis berkulit gelap tersebut ke parit. Membuat tas yang berisi buku akademik sang gadis berubah menjadi basah, kotor dan koyak. Melihat hal kekejaman itu Zakli langsung memukuli para pembuat onar tersebut tanpa ampun hingga babak belur. Gadis berkulit gelap tersebut tersenyum dan berterima kasih padanya.
Pesona Zakli yang tampan membuatnya tak dapat bersedih. Gadis berkulit gelap tersebut merasakan getaran aneh yang belum pernah ia rasakan. Mungkin kah ini cinta? Hingga gadis berkulit gelap tersebut selalu memikirkan laki-laki yang telah menyelamatkannya. Gadis berkulit gelap tersebut menuliskan tentang pria penolongnya. Bagaimana ia mulai merasakan benih-benih cinta yang tumbuh begitu saja tanpa ditanam siapapun. Gadis berkulit gelap tersebut mencari tahu kehidupan sang pria pujaan hatinya. Ia baru tahu bahwa pria pujaan hatinya satu sekolah dengannya.
Gadis berkulit gelap tersebut tidak begitu memperhatikan orang. Ia hanya sibuk membaca buku dan menonton drama cinta. Oleh sebab itu ia tak begitu mengenali banyak orang.
Seperti biasanya gadis berkulit gelap tersebut berjalan menuju perpustakaan namun kembali dihadang oleh orang-orang yang suka mengejek dan memperlakukan buruk padanya.
"Heh dekil!" Bentak seorang perempuan cantik kepadanya yang merupakan orang yang selalu mengejeknya. Perempuan tersebut langsung menjambak rambut gadis berkulit gelap dengan kuat. .
"Siapa orang yang memukuli pacarku, hah? Tanya gadis cantik tersebut bernama Celine. Celine mencoba menampar gadis berkulit gelap tersebut langsung gadis berkulit gelap tersebut reflek menutup mata. Tamparan gagal melesat ke pipi gadis berkulit gelap karena ada tangan yang menghalanginya.
"Rayyan?" Ucap Celine terkejut melihat Zakli dihadapannya.
Gadis berkulit gelap itu membuka matanya dan terkejut melihat seorang pria pujaan hatinya kembali menyelamatkan dirinya dari Celine yang suka mengejek dan menghina orang lain.
"Kau mengenalku?" Tanya Zakli dengan nada serak basah yang terdengar cool ditelinga perempuan.
"Hehehe... aku kenal kamu. Kamu kan Rayyan." Ucap Celine tersenyum manis.
Oh.. Namanya Rayyan. Gadis berkulit gelap tersebut membatin.
"Bagus kalau kamu mengenaliku. Oh ya kenali ini pacarku." Ucap Zakli sambil merangkul gadis berkulit gelap tersebut.
"Hah?" Ucap gadis berkulit gelap itu dan Celine bersamaan, mereka terkejut! Celine tak percaya dengan apa yang dikatakan Zakli barusan. Bahkan gadis berkulit gelap itu juga tak percaya.
"Eng..." Zakli langsung menutup mulut gadis berkulit gelap itu karena berusaha menjelaskan yang sebenarnya bahwa dia dan Zakli tak memiliki hubungan apapun.
"Dia adalah wanitaku. Semalam pacarmu menganggu wanitaku. Aku langsung menghajarnya. Apakah kau tidak terima?" Tanya Zakli mengintimidasi Celine.
__ADS_1
Wanitaku? Apa-apaan sih dia?
"Mohon maaf ya Rayyan. Mungkin pacarku iseng, aku pergi dulu." Ucap Celine dan buru-buru pergi. Ia tak ingin berurusan dengan Zakli.
"Aku tak percaya pacar si dekil itu Rayyan." Celine mengumpat kesal.
"Maksudmu apa tadi? Kita bahkan tidak saling kenal." Ucap gadis berkulit gelap tersebut ragu.
"Dasar bodoh! Aku berusaha menyelamatkanmu. Kau malah bertindak bodoh!" Ucap Zakli kesal.
"Bukan maksudku seperti itu. Aku kan jelek aku sampai syok kamu berkata seperti itu." Ucap Gadis berkulit gelap tersebut takut.
"Ingat ya aku adalah kekasihmu oke. Aku tidak peduli kau menerimanya atau tidak." Zakli berjalan pergi meninggalkan gadis berkulit gelap yang keras kepala. Sedangkan gadis berkulit gelap itu senyum sumringah mendengar ucapan Rayyan.
"Oh.. ya." Zakli berbalik.
Gadis berkulit gelap itu menyembunyikan senyumnya.
"Siapa namamu?" Tanya Zakli.
"Tadi kamu bilang aku adalah pacarmu. Masa kamu tidak tahu namaku." Ucap gadis berkulit gelap tersebut berani.
"Pacar seperti apa dirimu."
"Masa bodoh! Aku tidak peduli dengan namamu." Zakli berbalik dan berjalan tanpa beban.
"Namaku Sarah," ucap wanita berkulit gelap tersebut berteriak.
Persetan dengan namamu!
Maki Zakli geram.
__ADS_1
Sarah merasakan hidup lebih berwarna ketika ia menemukan seorang pria tampan yang tiba-tiba mengakui dirinya sebagai pacar. Hal yang luar biasa, karena Sarah benar-benar merasakan apa itu cinta. Kehadiran Rayyan (Zakli) di hidupnya telah memberikan corak baru. Membuatnya semakin rajin untuk menulis pada buku diary.
Detakan, getaran dan desiran cinta bercampur aduk bergelora dihatinya menghantui pikirannya dan bergejolak di setiap saat. Membuatnya tak sabar ingin terus melihat Zakli di setiap detiknya. Hati memberikan rasa begitu indah ketika mengingat dirinya. Memberikan kesan yang tak bisa diungkapkan dengan kata maupun tulisan. Terlalu indah rasanya, terlalu bergelimang getarannya dan terlalu luar biasa. Hati yang dahulunya porak poranda kosong di hati Sarah kini telah bersemai bunga-bunga indah. Apabila setiap kali bertemu dengan pujaan hati maka semakin besar bunga bunga di hati itu dan mekar dengan indah dan menghasilkan bubuk cinta yang mendalam.