Bos Galak I Love You

Bos Galak I Love You
Episode Tambahan


__ADS_3

Ali sibuk memotong kayu yang akan dibuat menjadi tempat duduk di taman. Sesekali Ali mengusap keringat yang berada di keningnya.


"Pa," panggil Alsya pada ayahnya.


"Iya Sayang," Ali menyahut sambil menoleh kearah Alsya yang memegang kantong plastik berisi jajanan.


"Lihat mama enggak, Pa?" tanyanya pada sang Ayah.


"Enggak, coba tanya kak Vino," jawab Ali.


Seketika Alsya tertunduk lesu dan melangkah masuk ke rumah. Ali menggelengkan kepalanya dan lanjut memotong kayu. Tubuhnya yang tegap terlihat transparan karena Ali hanya memakai kaos berwarna putih.


"Kak Vino lihat mama enggak?" tanya Alsya pada kakak laki-lakinya.


"Enggak Dek, coba tanya papa," jawab Vino.


"Tadi Alsya udah nanya papa, papa juga enggak lihat mama," ucap Alsya sedih.


"Hem.. Yaudah tunggu aja dulu. Bentar lagi mama pulang," saran Vino yang diterima anggukan oleh Alsya.


Alsya duduk di teras menunggu ibunya pulang sambil memegang kantong plastik yang berisi jajanan. Dengan sedih ia menatap jajanan itu.

__ADS_1


"Mama," ucap Alsya ketika melihat Dilah datang membawa kantong plastik berisi belanjaan. Ia baru pulang dari mini market. Alsya tersenyum cerah melihat Dilah yang mendekat kearahnya.


"Iya Sayang, ada apa?" Dilah meletakkan kantong plastik tersebut di meja. Ali melihat dari kejahuan Alsya dan istrinya. Memang Alsya sangat dekat sekali dengan ibunya. Ditinggal sedikit saja dia sudah mencari kemana-mana.


"Dari tadi Alsya nyariin Mama," ucap Alsya sedih.


"Mama cuma ke mini market bentar kok, Sayang," ucap Dilah penuh kasih sayang.


"Ma, bisa minta tolong enggak buat bukain jajanan Alsya, dari tadi Alsya enggak bisa bukainnya," ucap Alsya penuh binar. Alsya memberi jajanan miliknya. Dilah membukanya dengan mudah dan memberikannya pada Alsya.


"Terima kasih, Ma," ucap Alsya penuh senyuman manis. Dilah mengangguk mengambil kantong plastik tadi kemudian masuk ke dalam rumah.


Ali yang melihat mereka berdua dari kejahuan mendengus kesal dan meremas wajahnya kasar. Ternyata Alsya mencari ibunya cuma mau minta dibukain jajanan. Seketika tubuh sispack dan tegapnya Ali tidak ada apa-apanya dengan jajanan seribuan. Tubuh Ali menjadi lunglai, apa artinya dia memotong kayu dengan kapak menggunakan tenaga ekstra. Namun, putri kecilnya masih mencari ibunya hanya karena ingin dibukain jajanan.


Ali membatin sambil geleng-geleng kepala.


Vino keluar dari dalam rumah. Ia melihat adiknya Alsya yang pipinya mengembung karena makan jajanan.


"Tadi nyariin mama mau ngapain?" tanya sang kakak pada adiknya.


"Cuma mau minta bukain jajanan," jawab Alsya dengan polosnya.

__ADS_1


Vino menepuk keningnya. Memangnya kakaknya ini tidak bisa apa membuka jajanan begitu.


Malam harinya, Alsya minta diceritakan sebuah dongeng penghantar tidur.


"Ma, ceritain dongeng yang terbaru," ucap Alsya penuh binar. Mata bulatnya sangat menggemaskan.


"Hem.. Bagaimana kalau cerita ini," Dilah menggantungkan kalimatnya.


"Apa, Ma?" tanya Alsya antusias.


"Pada zaman dahulu hidup putri raja yang sangat membenci semua pria."


"Hah, berarti putri itu jahat, Ma," Alsya menanggapi dengan kesal.


"Tunggu Sayang, belum habis ceritanya. Putrinya enggak jahat kok." Dilah tersenyum sambil melirik suaminya yang berada disebelah Alsya. Alsya berada ditengah antara mereka. Alsya mengangguk sesekali ia menguap.


"Lalu datang seorang pangeran berkuda putih yang membuatnya jatuh cinta." cerita Dilah selanjutnya.


"Aku tak pernah datang dengan membawa kuda putih," ledek sang suami.


"Stt! Alsya sudah tidur," Dilah menempelkan jari telunjuknya di bibir Ali.

__ADS_1


Tamat....


Hai Readers, terima kasih sudah membaca dan memberi dukungan pada cerita ini. Mohon maaf apabila ada salah kata dan perbuatan. Semoga kalian dalam lindungan Allah SWT.


__ADS_2