Bos Galak I Love You

Bos Galak I Love You
Kedatangan Ibu Mega


__ADS_3

"Permisi!" Luci membuyarkan percakapan antara Fina dan Dilah.


"Iya, masuk Luci," jawab Dilah dengan lembut.


"Ibu Mega ingin bertemu dengan Nona Dilah," ucap Luci menunduk.


Fina mengerti, biasanya kedatangan Ibu Mega adalah suatu hal yang penting untuk Dilah, sehingga Fina keluar bersama Luci untuk memberi ruang antara Ibu Mega dan Dilah.


Ibu Mega masuk membawa seorang pemuda. Entah siapa itu, tapi Ibu Mega dan pemuda itu terlihat dekat.


"Permisi Nona Dilah, apakah Ibu menganggu kesibukanmu?" tanya Ibu Mega basa-basi.


"Tidak Bu, silakan duduk," ucap Dilah dengan lembut sambil menunjuk kursi agar ibu Mega duduk di kursi tersebut.


"Nona, perkenalkan ini Eldo, anak pertama saya," Eldo tersenyum manis pada Dilah sedangkan Dilah membalasnya dengan senyum terpaksa.


"Eldo," ucap Eldo memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangan.


"Dilah," jawab Dilah ikut memperkenalkan dirinya. Ia pun membalas jabat tangan Eldo.


"Seperti ini Nona, saya kan sudah menjadi rekan bisnis Nona. Saya ingin mendapatkan keuntungan dari apa yang saya berikan pada Nona," ujar Mega

__ADS_1


Oh jadi dia melakukan kerja sama dengan perusahaanku karena ada maksud lain, Dilah membatin.


"Iya, jadi keuntungan apa yang ingin Ibu Mega dapatkan dari saya?" tanya Dilah dengan memaksakan senyumnya.


"Saya ingin menjodohkan anak saya dengan Anda. perjodohan ini akan membuat dua perusahaan semakin kuat." ujar Ibu Mega sambil melirik Eldo. Eldo pun tersenyum pada Dilah dan ibunya.


Tok! Tok! Tok!


Pintu di ketuk, membuat Mega menahan marah. Ia belum mendapatkan jawaban dari Dilah.


"Permisi Nona!" Ali menunduk sambil membawa nampan berisi minuman.


Aku seperti mengenal suara itu, Eldo membatin.


Ali memberanikan diri untuk menghadap lurus. Ketika ia melihat ada sosok laki-laki yang sangat ia kenal.


"Eldo," tutur Ali melihat Eldo. Namun, Eldo berpura-pura tidak mengenali Ali. Ia malu mengakui bahwa Ali adalah teman masa kecilnya. Dilihat dari profesi Ali yang hanya Cleaning Service sedangkan Eldo pengusaha membuat Eldo menjadi malu untuk mengakuinya.


"Kau kenal dia, Sayang?" tanya Dilah membuat Ali terkejut. Ini untuk pertama kalinya Dilah menyebut Ali dengan panggilan sayang.


Apa tadi katanya. Sa.. Sayang? Batin Ali senang.

__ADS_1


Eldo dan Ibu Mega juga terkejut, mereka saling pandang kemudian Eldo angkat bicara,


"Dia mungkin mengenal saya karena saya adalah pengusaha kaya dan juga terkenal," ujar Eldo angkuh. Dilah mengangguk paham.


Tega sekali kau berbohong seperti itu, Eldo, batin Ali.


"Tunggu dulu, ada yang tidak Ibu mengerti, mengapa kau menyebut Cleaning Service ini dengan sebutan sayang?" Ibu Mega sudah melontarkan ketidaksukaan pada Dilah. Ia juga melirik sinis pada Ali.


"Jadi seperti ini Ibu Mega, maaf sebelumnya. Ali ini adalah suami saya," ujar Dilah tersenyum manis.


"Suami?" Ibu mega meninggikan intonasinya.


"Iya Bu, dia suami saya."


Eldo merasa tidak yakin apa yang dikatakan Dilah. Ia berpikir Dilah hanya berbohong agar Dilah tidak dijodohkan dengannya.


"Mengapa ketika kalian menikah tidak mengundang Ibu? Apakah Ibu sudah tidak berarti bagimu? Kau lupa dengan kerja sama kita yang membuat perusahaanmu semakin maju," gerutu Ibu Mega kesal.


"Bukan begitu, Bu, maaf sebelumnya tidak mengundang Ibu karena kami menikahnya di kampung, suami saya tidak bisa mengundang Ibu dan lainnya. Ia tidak sanggup menyiapkan pernikahan mewah dan berkelas," Dilah menjawab dengan sedikit bumbu kebohongan.


"Kalau dia tidak sanggup, mengapa kau mau menikah dengan pria miskin seperti dia?"

__ADS_1


__ADS_2