Bos Galak I Love You

Bos Galak I Love You
Bayaran?


__ADS_3

"Dilah, apakah kau yakin ingin membuat usaha ayahmu sendiri bangrut?" tanya Fina dengan penekanan diujung pertanyaanya.


"Aku tidak peduli, Fina. Dia harus membayar atas tindakannya dulu, aku akan memberi pelajaran pada si Tua Bangka itu," kesal Dilah.


"Jangan sampai kau menyesal telah membuat usaha ayahmu sendiri bangkrut." sebagai seorang sahabat Fina selalu memberi nasihat.


"Iya, aku tidak menyesal, Fina. Jika kau ingin tahu selidiki pria tua bernama Menir itu, dia pasti ingin membuatku bangkrut. Kita tunggu saja, aku tidak akan memulai sebelum dia yang memulai duluan," ucap Dilah serius.


"Baiklah aku akan menyelidikinya, jika dia benar-benar baik aku tidak akan membantumu untuk membuatnya bangkrut."


Fina mulai melangkah untuk keluar.


"Bisakah kau panggilkan Ali? Aku ingin membayar sesuatu padanya."


Fina menoleh ke belakang dan mengangguk kemudian ia mencari keradaan Ali.


"Ali, Dilah memanggilmu!" Fina berwajah datar.


"Nona? Nona? Nona Dilah memanggil saya?" Ali menjadi senang, wajahnya berseri-seri.


"Iya, cepat temui dia sebelum dia memakanmu," ucap Fina mengancam.


"Tapi.. Tapi.. Siapa yang akan mengerjakan ini?" Ali mendadak sedih.


"Rumi! Rumi!" panggil Fina berteriak.


"Iya Nona," Rumi menunduk, ia adalah salah satu karyawan cleaning service diperusahan One Star.

__ADS_1


"Lanjutkan pekerjaan Ali!" ucap Fina santai.


Rumi menatap sinis pada Ali dan Fina. Pasalnya ia harus mengerjakan tugas Ali belum lagi tugasnya.


Ali berseri-seri, ia benar-benar gugup jika dipanggil masuk ke ruangan Dilah. Ia memegang dadanya pelan. Jantungnya berdebar kencang.


"Permisi Nona!" ucap Ali dengan wajah cerah berbalut senyuman indah.


Dilah melihat sekilas kearah Ali, kemudian ia mengangguk pertanda Ali boleh untuk masuk.


"Ada apa Nona memanggil saya?" Ali menggaruk kepalanya dan tersenyum manis di depan Dilah.


Dilah membuka laci, kemudian ia mengambil segepok uang dari dalam laci.


"Ini bayaran atas tindakanku semalam," Dilah menggeser uang tersebut mendekati Ali.


"Iya, bayaran," Dilah menatap serius kearah Ali.


Ali menahan malu, "Nona, saya ikhlas dipeluk. Saya tidak memerlukan bayaran apapun," Ali menunduk, ia tidak berani melihat ekspresi istrinya.


"Mengapa tidak mau? Apa uang ini kurang?" Dilah membuka lacinya kembali. Ia ingin menambah jumlah uang yang akan ia bayar.


"Bukan... Bukan begitu Nona, ehem.. saya memberikan itu secara gratis." Ali tersenyum cerah.


"Tidak... Tidak! Aku tetap akan membayarnya, kau adalah orang yang aku sewa. Setiap tindakanku padamu di luar kesepakatan, maka aku akan membayar."


"Jika Nona tetap ingin membayar, saya tidak keberatan."

__ADS_1


Huh! Dia bahkan mau dibayar, Dilah membatin.


"Ini ambillah!" Dilah menggeser uang tersebut lebih dekat dengan Ali, agar Ali mudah menggambilnya.


Ali menggelengkan kepalanya, "Bukan bayaran seperti itu yang saya inginkan, Nona."


Dilah menatap tajam pada Ali, "Lalu kau ingin dibayar dengan cara apa?" Dilah meninggikan intonasinya membuat Ali agak menciut.


Ali mengela nafas dengan lembut, kemudian ia memiringkan tubuhnya. Ia mengetuk pipinya berulang kali.


"Kau ingin dibayar dengan sebuah ciuman?" tanya Dilah kesal.


Ali mengangguk pasti, kemudian ia menaik turunkan alisnya.


"Baiklah, aku sudah berjanji akan membayarmu!" Dilah menerimanya dengan kesal.


Wajah Ali berseri, hatinya berbunga-bunga. Jangan ditanya tentang perasaannya. Tentu saja Ali sangat senang.


Dilah berdiri tapi ia enggan mendekati Ali, "Lebih dekat kesini, aku tidak bisa menjangkaunya!" keluh Dilah.


Ali menggeser tubuhnya, ketika Dilah hendak ingin mencium.


"Dilah, ada berkas yang harus kau tanda tangani," ucap Fina masih di luar pintu.


Ceklek!


Fina membuka pintu ruangan sahabatnya, mata Fina terbelalak melihat Dilah_sahabatnya mencium pria. Dilah yang dikenal membenci semua pria tiba-tiba mencium seorang pria. Iya, walaupun itu Ali_suaminya sendiri.

__ADS_1


"Astaga!" Fina menutup mata dengan kedua telapak tangannya kemudian ia berbalik arah.


__ADS_2