
"Haarrgh" Suara jeritan terdengar sangat kuat. Suara tersebut berasal dari dapur. Inspektur Ahmad langsung berlari tergesa-gesa kemudian suara tembakan terdengar dengan jelas. Inspektur Ahmad melihat istrinya tewas terkapar dengan bersimbah darah. Terlihat seorang pria bertopeng menodongkan pistol.
"Ayah, apa yang telah terjadi?" Zakli menyusuri dapur dengan rasa takut.
Dor! Dor! Dor!
Zakli seketika panik mendengar suara tembakan. Anak umur 7 tahun tersebut tidak bisa berbuat apapun. Zakli tetap teguh melangkah walaupun tubuhnya diselimuti rasa takut. Tiba-tiba suara tangisan adiknya sangat keras, membuat Zakli mengurungkan niatnya ke dapur. Segera ia menuju kamar mengambil adiknya dari boks bayi.
Beberapa pria bertopeng menelusuri rumah yang sangat besar dan terus mencari penghuni rumah yang masih tersisa. Kemudian pria bertopeng tersebut menemukan Zakli yang sedang menggendong adiknya. Mereka menarik paksa Zakli dan adiknya ke dapur. Rasa takut, miris, sakit, hancur bergabung menjadi satu dilubuk hati Zakli ketika melihat ayah dan ibunya terbun*h mengenaskan.
"Sepertinya tidak ada orang lagi bos di rumah ini," ucap anak buah bos mafia.
"Bagus!" Bos mafia tersebut membuka topengnya. Terlihat jelas pria bercirikan tinggi, berbadan tegap, dengan rambut panjang sebahu serta brewokan.
"Hahaha... Inilah akibatnya berani berurusan dengan Rasman." Tawa bos mafia mengintimidasi.
"Kita apakan mereka berdua?" Tanya anak buah Rasman sambil mengikat Zakli sedangkan adiknya diletakkan di lantai. Anak buah Rasman menodongkan pistol di kepala Zakli.
Rasman menaikkan tangganya mengisyaratkan untuk tidak menodongkan pistol tersebut.
"Lepaskan aku!" Ucap Zakli berani dengan tatapan penuh dendam.
"Tatapan mata ini yang aku mau!" Ucap Rasman tak kalah kejam.
"Aku telah membunuh kedua orang tuamu sekarang kau akan melihat kematian adikmu!" Rasman menembak tubuh adiknya Zakli yang masih bayi dengan brutal tanpa ampun. Pembunuhan tersebut disaksikan olehnya. Hari penuh penderitaan terjadi dihadapannya. Sungguh malang nasib Zakli, di usia yang baru menginjak 7 tahun ia harus merasakan penderitaan ini.
"Sekarang kita apakan bocah ini?" Tanya anak buah Rasman tak sabar ingin melihat anak tersebut menemui Tuhan.
"Jangan buru-buru!" Ucap Rasman memperingati.
__ADS_1
"Siram rumah ini dengan bensin lalu bakar!" Perintah Rasman dengan tegas.
Zakli melotot dengan menahan amarah. Sebentar lagi ia akan menyusul ayah, ibu dan adiknya menemui Tuhan.
"Ayo bakar untuk menghilangkan jejak pemb*nuhan!" Ucap Bos Mafia tersebut.
Mereka keluar dari rumah besar tersebut dan membakarnya. Api langsung melahap rumah mewah tersebut. Aura puas terlihat dari wajah Rasman, bos mafia kejam.
"Bos, bagaimana jika anak laki-laki tersebut selamat dan membalaskan dendam?" Anak buah Rasman bernama Bimo khawatir.
"Bodoh!" Rasman memukul kepala Bimo.
"Mana mungkin ada yang selamat dengan kebakaran separah itu." Ucap Rasman yakin.
"Ayo kita pergi sebelum ada yang melihat kita!" Rasman beserta anak buahnya melarikan diri.
Tak lama, masyarakat berkumpul untuk memadamkan api. Api yang besar itu tidak membuat Zakli terbunuh. Tuhan masih menyelamatkan Zakli. Zakli berhasil selamat dari peristiwa kebakaran tersebut. Zakli berpikir untuk tidak bertemu masyarakat. Ia tahu bahwa ayahnya seorang Inspektur Jendral Polisi. Kalau mafia itu mengetahui Zakli masih hidup maka mereka akan berusaha mencari Zakli dan membunuhnya. Zakli langsung melarikan diri. Tidak tahu kemana yang penting Zakli harus selamat. Itu yang Zakli pikirkan.
"Kebakaran telah terjadi dikediaman Inspektur Jendral Ahmad. Api membakar dan menewaskan seluruh keluarga. Dikabarkan tak ada satu pun yang selamat dari keluarga Inspektur Jendral Ahmad. Sampai sekarang tidak diketahui apa penyebab kebakaran tersebut. Polisi akan melakukan penyelidikan. CCTV juga telah rusak terbakar." Kemudian media tersebut menampilkan rumah yang sudah rata dengan tanah.
"Apa kubilang, tak ada satu pun yang bisa selamat dari kebakaran itu." Tawa Rasman senang.
"Berani-beraninya Inspektur tersebut berurusan denganku. Sekarang dia tahu akibatnya." Rasman merasa senang dengan keberhasilannya kemudian mengadakan pesta mir*s
Sekarang Zakli berada di panti asuhan. Untuk sementara waktu ia tinggal di sana. panti asuhan juga mengobati luka bakar tersebut. Zakli pun mengubah namanya menjadi Rayyan. Agar orang tidak mengetahui siapa dia sebenarnya. Trauma akan kejadian tersebut melekat di memori otaknya. Zakli akan membalas semua dendam ini dan melihat orang tersebut dalam penderitaan.
Beberapa hari kemudian Zakli atau sekarang telah mengganti namanya menjadi Rayyan telah diadopsi oleh orang yang sangat kaya raya. Ia tak memiliki seorang anak. Melihat Zakli untuk pertama kali di panti asuhan membuat kedua orang tua tersebut terpikat. Melihat pesona Zakli yang tampan dan kepribadian yang baik membuat kedua orang kaya tersebut memutuskan untuk mengadopsinya.
Walaupun mereka berdua kaya raya. Namun tidak membuat Zakli semata-mata bahagia. Ayah angkat Zakli yang bernama Rafael sering sekali melakukan kekerasan dalam rumah tangga kepada istri dan anak angkatnya. Sebenarnya ayah dan ibu angka Zakli bisa saja memiliki keturunan. Namun ketika ada masalah Rafael selalu melakukan kekerasan dalam rumah tangga. Hingga pada suatu hari sebelum Zakli diangkat menjadi anak angkat. Wina istri Rafael mengandung anak namun karena ada kesalahan yang sebenarnya kesalahan kecil yang dilakukan Wina membuat Rafael marah dan menendang perut Wina membuat Wina keguguran dan tak bisa memiliki anak.
__ADS_1
Pada suatu hari, Wina menemukan bukti perselingkuhan sang suami. Wina pun kesal kepada Rafael dan memarahinya dan meminta cerai. Rafael langsung marah dan melakukan kekerasan terhadap Wina dan Zakli. Padahal Zakli tak terlibat apapun.
"Kalau kau ingin cerai ya sudah cerai saja!" Ucap Rafael kesal sambil menendangnya.
"Kau pikir siapa yang mau sama perempuan mandul seperti kamu." Ucap Rafael menghina istrinya.
"Dasar kau kecam." Ucap Zakli sambil memukul kaki Rafael dengan tangan kecilnya. Rafael langsung menendang Zakli hingga tersungkur dan hidungnya berdarah.
Rafael menarik rambut istrinya dan membawa istrinya ke kamar. Ia membereskan barang-barang istrinya dan memasukkannya ke dalam koper.
"Kalau kau ingin cerai pergi dari rumahku!" Ucap Rafael murka.
"Aku yakin kau tak sanggup pergi dariku. Kau kan tak bisa mencari uang sendiri. Hahaha. Aku yakin kau akan memohon untuk kembali padaku seperti waktu itu." Ucap Rafael meremehkan. Memang selama ini Wina tak bisa mencari uang sendiri. Tapi itu bukan alasan untuk melakukan kekerasan kepada Wina.
"Sekarang aku sanggup dan aku minta cerai!" Ucap Wina berani. Untuk pertama kalinya Wina tak memohon lagi. Wina sudah tidak tahan dengan penderitaan ini.
"Beraninya kau!" Rafael menampar Wina cukup keras hingga pipinya merah. Rafael kembali menarik Wina hingga keluar dari rumah.
"Bawa anak ini!" Ucap Rafael sambil mendorong Zakli keluar dari rumah.
"Ide mengadopsi anak ini berasal darimu dan mulai sekarang kita cerai!" Ucap Rafael marah.
Wina dan Zakli berjalan tanpa arah. Mencari tempat berteduh yang aman untuk keberlangsungan hidup.
"Baru kali ini ibu berani Rayyan untuk pergi dari rumah penderitaan itu." Ucap Wina sambil menangis.
"Kenapa tidak dari dulu, ibu?" Tanya Zakli.
"Karena ibu hidup sebatang kara dan kamu tahu kan bagaimana hidup di luar. Ibu takut hidup diluar lebih parah daripada hidup bersama ayah angkatmu. Namun karena ada kamu, ibu yakin kamu bisa melindungi ibu." Ucap Wina terisak.
__ADS_1
"Aku akan membunuhmu suatu hari nanti Rafael!" Ucap Zakli pelan.
"Baik ibu, kita akan baik-baik saja." ucap Zakli memberi semangat.