Bos Mafia Jatuh Cinta

Bos Mafia Jatuh Cinta
Time With You


__ADS_3

Makan malam telah selesai, kini Dave kembali tersenyum menyeringai, tatapannya tidak lepas dari lingeri transparan menunjukan belahan dada putih itu, sungguh menggoda dirinya. Ia sudah tak dapat menahan adik kecilnya yang terus memberontak ingin memiliki gunung kembar itu.


Dave menggendong wanitanya masuk ke dalam pelukan dan membawanya hingga menuju ke ranjang. Dave tersenyum manis menatap wajah Cerin dengan dalam, pria itu merebahkan Cerin di atas kasur ranjang nan empuk itu.


Pria itu membungkam bibir mungil Cerin, menyesapnya perlahan-lahan penuh gairah, Dave menelusuri rongga mulut Cerin dengan lidahnya, menyapunya hingga bersih.


Cerin membalasnya, hingga semakin lama ciuman itu semakin memanas, kebangkitan hasrat yang tertunda kini kembali dengan gairah yang sangat hebat.


Dave menelusuri lingeri bewarna merah transparan itu dengan satu tangannya, ia masuk ke dalam sana, dan menggapai sebuah pergunungan indah nan empuk di tangan, ukurannya yang pas di telapak tangannya, ia tersenyum lalu kembali menyesap bibir mungil itu sampai habis.


Cerin menggelinjang, rasanya ia sudah tak tahan dengan apa yang diperlakukan Dave padanya.


Dave menelusuri leher jenjang Cerin, dan meninggalkan beberapa kismark di sana atas bentuk kepemilikannya, biar semua orang tahu bahwa Cerin hanya miliknya.


“I love you so much, stay with me, okay?” Dave mengecup kening Cerin beberapa kali atas tanda cintanya pada wanita itu.


Cerin menangguk pelan, ia mengalungkan kedua tangannya ke leher pria itu, lalu menciumi pipi Dave penuh cinta.

__ADS_1


Dave melanjutkan aksinya, ia menelusuri area sensitif wanitanya, terlihat CD transparan itu membuatnya hanya bisa menelan saliva dengan berat, tubuh Cerin sangat menggodanya.


Ia melepaskan CD itu perlahan-lahan, terlihat bibir V begitu mulus. Dan ... (Lanjutkan sendiri wkwk)


......................


Selesai bertempur, Dave meninggalkan banyak tanda di dada, dan leher wanitanya. Ia tak lupa menumpahkan cairan kental itu ke dalam rahim wanitanya agar segera menghasilkan buah hati yang ganteng dan cantik.


“Kamu masih menginginkannya, Sayang?” tanya Dave dengan polosnya.


“Tidak, Dave. Aku sudah lelah,” ujar Cerin dengan nada lemes.


Senyuman tak pernah lepas dari sudut bibirnya.


Cerin masih mengenakan lingeri itu, ia mendekat ke arah Dave, kemudian ikut merebahkan diri di samping suaminya. Dave mendekap erat tubuh Cerin, kemudian mengecupnya perlahan, tanda ia menyayangi wanita itu.


“Kita tidur, ya. Besok lanjut lagi bertempurnya, Sayang,” goda Dave terkekeh kecil.

__ADS_1


“Good night, My husband.” Cerin menciumi pipi Dave, kemudian ia memeluk erat pria itu dan memejamkan matanya.


Dave tersenyum, lalu ikut memejamkan kedua kelopak matanya, menyusul sang istri masuk ke dalam alam mimpi.


...----------------...


Keesokan harinya.


Pagi yang cerah menyinari bumi dengan terik, kilauan mentari pagi menerobos masuk melalui tirai jendela hotel, membuat seorang laki-laki terbangun dari tidurnya.


Dave menatap wajah wanitanya masih tertidur pulas di sampingnya, pria itu mengelus pipi Cerin dengan lembut, kemudian mendaratkan ciuman mesra di sana.


Setelah itu, Dave meraih ponselnya yang ada di atas nakas, pria itu melihat beberapa pesan masuk dari sang Asisten Pribadinya—Leo.


Dave membaca pesan itu, kemudian kembali menaruh ponselnya di atas nakas. Ia beralih memandangi wajah Cerin kembali dengan dalam.


Ada banyak cinta di hatinya untuk wanita itu.

__ADS_1


Pria itu memilih untuk membersih diri terlebih dahulu, setelah itu ia berniat untuk mengajak Cerin berkeliling Los Angeles, menatap keindahan tempat liburan ini.


Pastinya Cerin akan sangat senang.


__ADS_2