
Season 2 dari kisah "Bos Mafia Jatuh Cinta" dibuku yang sama, terima kasih❤️❤️❤️
......................
Isabella Lyra, sering dipanggil dengan sebutan Bella, seorang wanita yang lahir dari dendam, anak yang hadir diluar ikatan suci pernikahan.
Ia adalah anak hasil dari perzinahan orang tuanya, ia dilahirkan karena dendam dari sang ibu, karena ayahnya tak mau bertanggung jawab atasnya, ia dibuang oleh orang tua kandungnya ke sebuah panti asuhan di sebuah kota terpencil di Amerika.
Setiap malam bunyi tangisannya pecah, membuat seorang pria bernama Abed, yang merupakan ketua geng Mafia di Tokyo, Jepang. Terusik karena tangisannya.
Karena merasa terganggu, Abed memutuskan untuk menculik seorang bayi yang sudah mengusik telinganya, ia berniat untuk membunuh bayi kecil itu namun, melihat senyuman dan tatapan mata polos sang bayi membuat Abed menurunkan senjatanya.
Niat di dalam diri untuk membesarkan dan merawat bayi perempuan itu dengan iklash, ia mengangkat bayi itu sebagai anaknya, ia memberikan sebuah nama untuk sang bayi dengan nama Isabella Lyra, yang akan dikenal banyak orang dengan sebutan Bella.
Perasaan tulus, iklash, dan penuh cinta Abed membesarkan Bella, ia menjadikan dirinya sebagai ayah dan ibu untuk Bella, wanita itu tumbuh dengan berjalannya waktu hingga tak terasa kini Bella yang dahulu selalu menangis di dalam dekapannya telah beranjak dewasa. Dengan keahlian dan kapasitas otak yang dimiliki Bella membuat Abed bangga dengan setiap prestasi yang dimiliki Bella.
Bella ahli dalam menembak, membuat Abed sangat beruntung mengangkat Bella menjadi anaknya.
Hari demi hari Bella melewati setiap hitungan detik, embusan nafasnya begitu kasar. Entah apa yang kini mengusik ketenangannya, berada jauh dari Abed sangat membuatnya tak tenang. Sudah beberapa minggu ini, ketenangan hidupnya amat terganggu, entah apa yang terjadi dengan dirinya, tapi firasat buruknya selalu tentang Abed.
Apakah ayah angkatnya terluka?
Karena begitu takut akan Abed terluka, Bella memutuskan untuk menghubungi orang kepercayaannya yang berada di Amerika Serikat, karena dirinya sedang berada di Roma, Italia. Mengurus semua perkara kejadian di Roma, ia yang mengambil alih mengurus persenjataan ilegal di Roma atas perintah ayah angkatnya—Abed.
“Tolong cari tahu tentang ayahku di Amerika. Secepatnya!”
Setelah memberikan perintah, Bella memutuskan panggilan telefon, ia beranjak dari balkon, menuju kamar hotel.
__ADS_1
Terlihat pria yang kini menjadi pria simpanannya, sebagai lelaki pemuas hasrat, tengah bertelanjang dada di atas ranjang kamae hotel.
“Kau siap malam ini?” Bella mendekat ke arah ranjang, ia meletakkan ponselnya di atas nakas, kemudian segera merebahkan dirinya di ranjang.
Lelaki itu menggangguk, jika bukan karena membutuhkan uang, ia tidak akan mungkin mau menjadi pria simpanan dari nona arogan ini, yang selalu memintanya datang ke hotel hanya demi memuaskan hasratnya.
Wanita cantik namun sangat arogan, membuatnya tak tertarik sedikitpun.
Sesaat Bella ingin melepas pakaiannya, ponselnya berdering dengan kencang. Membuat wanita itu mengurungkan niatnya untuk melepas pakaian, terlihat panggilan dari orang kepercayaannya kali ini.
Dengan cepat, Bella mengangkatnya, lalu membesarkan volume panggilan.
...Panggilan Terhubung,...
“Ada apa?” tanyanya langsung pada inti.
“Apa?!”
BRAK!
Bella menghempaskan ponselnya dengan keras ke atas lantai, darahnya seakan mendidih, wanita itu kembali meraih ponselnya mencoba menghubungi beberapa agen rahasia, penyusup, dan hancker handalan yang bisa mencari tahu tentang kebenaran.
Dengan emosi membara di dalam diri, tatapannya mematikan menatap pria yang bertelanjang dada di atas ranjang.
“Ini uangmu. Pergilah!” Bella menghamburkan beberapa lembar uang dollar ke hadapan pria itu dengan remeh, ia sudah terbiasa memandang rendah harga diri laki-laki.
Baginya, laki-laki hanya bahan pemuas, tidak untuk jatuh cinta.
__ADS_1
Beberapa anak buah yang ikut ke Roma, Italia. Sudah berkumpul rapi di dalam sebuah pesawat pribadi, Bella memakai switer hitamnya, kemudian meninggalkan hotel dengan cepat, untuk segera sampai di mana pesawat pribadi itu berada.
Ia harus kembali dengan cepat ke Amerika untuk membalaskan rasa sakit, mencari bukti akurat tentang kematian sang ayah angkat.
...----------------...
Setelah melakukan penerbangan dengan cepat, kini akhirnya wanita beparas cantik, memiliki sikap kejam dan sadis itu segera menuju ruang rahasia di dalam tanah yang ada di sebuah mansion, diikuti beberapa orang kepercayaan yang ada di Amerika.
Wanita itu mendudukan dirinya di atas sofa, ia melontarkan tatapan penuh pertanyaan dengan sorot mata tajam ke arah beberapa pria berpakaian hitam, yang merupakan anak buah sang ayah angkatnya—Abed.
“Bagaimana bisa kalian lalai dalam menjaga ayahku?” tanyanya dengan nada tinggi, sorot matanya masih melekat dengan beberapa pria di hadapannya, yang penuh dengan senjata api di bagian celana.
“Maafkan kami semua lalai dalam menjaga keamanan Tuan Besar, Nona. Malam itu, Tuan pergi sendirian dijemput oleh seorang wanita muda seusia Nona. Kami semua diperintahkan jangan ikut dengannya, apalagi mengawal. Sempat Tuan tahu, dia akan melenyapkan kami,” jelas seorang anak buahnya dengan wajah tertunduk. Tak berani menatap nona muda di hadapan mereka.
“Sial! Kenapa kalian begitu bodoh! Hah! Kalian tahu bahwa ayahku adalah pemimpin dunia gelap di Jepang bukan? Tentunya kalian tahu bahwa banyak manusia yang mengincar nyawa ayahku untuk dijadikan sanderaan! Bodoh!” Bella mengumpat kesal, emosinya menggebu-gebu tak dapat ditahan.
“Maafkan kami, Nona. Andai kami diperbolehkan dengan Tuan, pasti kami akan lebih menjaganya,” ungkap salah seorang anak buah Abed lagi.
“Apakah kata maaf kalian dapat mengembalikan nyawa ayahku yang sudah lenyap?! Tidak, ‘kan? Kalian terlalu bodoh!” Bella menghempaskan sebuah benda ke atas permukaan lantai dengan keras, hingga suaranya menggema di seluruh ruangan bawah tanah.
Abed adalah seorang pria yang merupakan ketua di dalam dunia gelap di Tokyo, Jepang. Ia pergi ke Amerika mencari musuh yang selama ini ia incar yaitu keluarga Cristian. Karena telah merenggut nyawa sang istri pada waktu beberapa tahun lalu, Dave telah membunuh istrinya yang tak bersalah di sebuah gubuk, dengan tega pria itu menghabisi nyawa sang istri yang tengah mengandung.
Ia pergi ke Amerika demi membalaskan dendam yang tak berkesudahan, hingga suatu hari membawanya bertemu dengan Isabella Lyra di sebuah panti, suara tangisan Bella mengusik telinganya, membuat Abed ingin melenyapkan Bella dengan senjata apinya.
Saat ia mengerahkan sebuah pistol ke kepala sang bayi, tatapan mata polos dari sang bayi membuat hatinya tersentuh, merubah kemarahan itu menjadi rasa kasihan. Hingga ia memutuskan untuk membesarkan Bella dengan kasih sayangnya.
Kini wanita itu terpuruk di dalam ruang bawah tanah, ia memberikan perintah agar semua pria itu meninggalkannya sendirian, kini hanya dirinya seorang berada di ruang bawah tanah, termenung dengan tatapan kosong, air mata mengalir dengan pelan menetes ke permukaan lantai, membasahi lantai dengan air matanya.
__ADS_1
Bella menekuk kedua lututnya, menenggelamkan kepalanya di antara paha, menangis terisak di dalam dekapan kedua kakinya.