Bos Mafia Jatuh Cinta

Bos Mafia Jatuh Cinta
Mengidam


__ADS_3

Pukul satu tengah malam, Cerin terbangun dari tidurnya.


Wanita itu melirik ke arah samping, mendapati sang suami tengah asik tidur dengan kondisi bertelanjang dada, rasanya ia ingin memakan buah strowberry malam ini.


Karena begitu kepengen memakan buah tersebut, wanita itu beranjak dari ranjang dan segera keluar dari dalam kamar.


Kedua kakinya menelusuri anak tangga menuju dapur mencari buah yang ingin ia makan saat ini, matanya menatap sekitar sudah amat sepi. Ya, mungkin semua pelayan di mansion sudah pada tidur.


Sesampainya di dapur, Cerin membuka lemari pendingin mencari di mana keberadaan buah tersebut. Setelah mencari-cari, akhirnya buah yang dicarinya ada di depan mata, Cerin meraih keranjang buah strowberry itu dengan tangannya.


Cerin membawa sekeranjang buah di dalam lemari pendingin ke atas meja makan, diletakkannya di atas meja makan, wanita itu meraih pisau buah kemudian mengupasnya perlahan-lahan.


“Rasanya lezat sekali.”


Cerin memakan buah itu dengan rakus, rasanya sangat enak, membuatnya ingin menghabiskan buah satu ranjang itu hanya untuk dirinya sendiri.


Ia tahu, buah itu adalah buah kesukaan sang suami.


Dave terbangun dari tidurnya, pria itu mendapati Cerin tak ada di sampingnya, ia mengerutkan dahinya heran.


Ke mana perginya Cerin?

__ADS_1


Akankah wanita itu diculik? Tidak. Tidak mungkin, batinnya.


Cemas.


Dengan rasa cemas tingkat tinggi, pria itu keluar dari kamarnya, membunyikan alarm rumah hingga membuat seluruh pelayan terbangun mendengar alarm super kuat itu.


Cerin mendengar bunyi bising di telingannya, membuatnya menggertakan giginya marah, siapa yang mengusik ketenangannya saat menikmati buah segar di tengah malam ini?!


Ingin sekali ia mencekik orang yang membuat keributan di malam hari seperti ini.


Dave menuruni anak tangga mencari-cari di mana sang istri, ia takut apabila musuh tak kasat mata mencoba mengusik ketenangan hidupnya. Ia tak akan segan-segan untuk membunuh manusia tak berguna yang mencoba mengusik hidupnya.


Pria itu menggerutu di dalam hati, seraya mencari di mana keberadaan sang istri tercinta.


Sesaat langkah kakinya terhenti, mendapati cintanya tengah asik memakan buah strawbery di meja makan, senyuman melengkung di sudut bibirnya.


Setelah menatap Cerin dari sedikit kejauhan, Dave bergegas mendekat ke arah meja makan, kemudian duduk di hadapan Cerin, membuat wanita itu terkejut.


“Kenapa kau makan buah ini di tengah malam yang larut, Cerin? Kau tahu itu sedikit masam, ‘kan?” tegur Dave, ia tak ingin Cerin sakit.


“Buah ini terasa manis apabila kau tersenyum, Dave. Tapi, jika kau cemberut seperti itu, buah ini akan terasa amat masam!” ketus Cerin menatap Dave dengan wajah kesalnya.

__ADS_1


“Bisakah seperti itu, Cerinku?” Dave mengerutkan dahinya heran, sepertinya Cerin amat berbeda dari hari biasanya.


“Ya.”


Wanita itu tak menghiraukan Dave yang termenung menatap ke arahnya, ia menghabiskan buah strawberry itu tanpa sisa, ia tak ingin berbagi kepada Dave-suaminya sendiri.


“Cerin, apakah kau sedang mengidam?” tanya Dave, sepertinya Cerin sedang mengidam.


Tak biasanya Cerin bersikap seperti itu, terbangun di tengah malam kemudian memakan buah-buahan masam, sejujurnya Dave bisa menebak bahwa Cerin sedang di masa mengidam, akankah feelingnya itu benar?


“Dave, sepertinya aku melupakan sesuatu!” teriak Cerin keras, membuat Dave menutup telinganya.


“Tubuhmu kurus kenapa suaramu melengking seperti itu?!” gerutu Dave kesal. “Apa yang kau lupakan, Sayang?”


“A ... anu, Dave. A ... anu—”


“Anu, anu, anu, anu, anu apaan?!”


Pria itu menggeram, melihat kelakuan istrinya. Wanita itu sangat suka membuatnya penasaran.


Bisa-bisa Dave akan mati penasaran jika terus menerus seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2