Bos Mafia Jatuh Cinta

Bos Mafia Jatuh Cinta
Perjanjian


__ADS_3

Bantu votenya, ya, Kak! ^_^


...----------------...


“Lihat ini! Ini adalah surat yang harus kau tanda tangani dan kau perhatikan setelah menikah denganku. Aku membuatnya karena dirimu mengatakan akan menyerahkan seluruh hidupmu padaku, ‘kan?” Alie meletakkan sebuah surat berisi perjanjian di hadapan Mikayla yang tengah duduk di tepian bangku sebuah ruangan.


Mika mengambilnya dengan segera, ia membaca dengan teliti setiap tulisan di dalam surat putih itu, baginya, perjanjian yang dibuatkan oleh Alie sungguh tak memberatkan dirinya. Hanya saja, ada satu yang menjanggal di hatinya bahwa, Alie akan meminta haknya sebagai seorang suami.


Akankah ia akan memenuhi permintaan Alie pada poin terakhir?


Mika terdiam, ia berpikir keras. Akankah memang benar bahwa dirinya akan menyerahkan segalanya?


“Apakah kau keberatan, Mika?” tanya Alie, tatapannya melekat pada gadis di hadapannya. Ia yakin, pasti Mika sedikit keberatan dengan perjanjian pada poin terakhir.


“Apakah tidak ada perjanjian lain, selain poin terakhir ini?” Mika menatapnya dengan dalam, surat itu masih berada dalam genggaman kedua tangannya.


Alie tersenyum tipis, “Buat apa menikah, jika aku tak mendapatkan hak-ku sebagai seorang suami? Apa arti rumah tangga apabila tak ada berhubungan?”


Mika terdiam. Benar adanya apa yang dikatakan oleh Alie. Apakah ia akan menyia-nyiakan kesempatan emas yang mungkin semua orang mendambakan itu?

__ADS_1


Menikah dengan pria kaya, hidup terjamin, fasilitas mewah. Kapan lagi?


Wanita itu mencoba meyakinkan dirinya, ia yakin, pernikahan ini tidak hanya sebatas perjanjian tapi melainkan atas dasar nyawa.


Apabila ia menolak, apakah hidupnya akan sebatas di sini?


“Aku menerima semua perjanjian ini, Tuan.” Mika mengangguk pelan, ia menyetujui segalanya.


Ia sudah meyakinkan hatinya untuk menerima Alie sebagai suaminya.


“Bagus, Mika. Kita akan segera menikah. Persiapkan dirimu, aku akan membawamu pergi setelah kita menikah. Aku yakin keluargaku tak akan menerimamu, setelah beberapa waktu, aku akan membawamu kembali, saat keluargaku sudah menerimamu.” Alie segera meninggalkan Mikayla sendirian di dalam ruangan, di mana menjadi ruang pribadinya di mansion utama keluarganya.


Uang yang dikeluarkannya tidak seberapa dengan harga diri Mika.


Alie hendak pergi menemui Dave, meminta izin pada sang ayah bahwa dirinya telah memutuskan–keputusan yang akan ditentang oleh banyak orang. Namun hal itu, tidak membuat Alie mundur.


Ia yakin dengan keputusannya.


“Ayah,” panggilnya pada Dave yang tengah duduk berdua dengan Cerin di ruang tamu.

__ADS_1


“Ada apa, Alie?” keduanya menatap sang Alie yang tak jauh dari mereka.


“Ada yang ingin aku sampaikan pada kalian.” Alie mendekat ke arah di mana Cerin dan Dave berada. Ia duduk di hadapan orang tuanya.


“Katakan apa itu?”


“Aku telah memutuskan untuk menikah dengan seorang wanita,” jawabnya pelan, wajahnya tertunduk tanpa menatap sorot mata Dave.


“Siapa?”


“Wanita yang membocorkan rahasia perusahaan ilegal kepada polisi—”


“Tidak. Ayah tidak mengizinkanmu menikahin wanita itu, Alie!” Dave memotong pembicaraan Alie yang masih belum selesai berbicara.


“Tapi Ayah—”


“Tidak ada tapi-tapian, Alie. Kau tahu menikahi wanita seperti itu hanya akan membuat kehidupanmu sengsara!” Dave menekankan setiap kalimatnya.


“Itu semua sudah menjadi keputusanku, Ayah. Apabila kalian tidak menyetujuinya. Baiklah. Aku akan pergi beberapa saat, dan kembali apabila kalian sudah menerima pernikahanku dengannya.”

__ADS_1


Alie segera meninggalkan ruang tamu, ia pergi menelurusi mansion menuju ruang pribadinya, di mana Mika berada.


__ADS_2