
Di dalam sel, terlihat seorang gadis tengah duduk termenung menatap ke arah luar, di mana cahaya remang-remang malam menyinari ke dalam tempatnya berada. Di dalam jeruji besi, tidak ada cahaya lampu sebagai penerang. Hanya ada cahaya langsung yang disinari oleh langit malam.
Dia termenung dengan air mata yang terus mengalir di kedua pipi, mengapa suratan takdirnya begitu perih untuk dia jalani?
“Mengapa aku terlahir seperti ini, ayah, ibu? Di mana kalian?”
Gadis itu menangis sesegukan. Tatapannya kosong ke arah depan menatap lentera cahaya remang-remang yang bersinar ke arahnya.
Dia dihukum atas kesalahan dosa masa lalu yang diperbuat oleh orang tuanya sendiri. Mengapa harus dia yang menanggung kesalahan itu?
Mengapa demikian?
“Nona, makanlah!”
Bella menyeka air matanya saat tahu ada seseorang yang datang. Dia hanya menoleh ke arah samping menatap seorang pria berpakaian lengkap tengan membawa nampan berisi makanan, sambil membuka kunci jeruji besi.
“Bawalah kembali, aku tidak ingin makan.”
“Kau harus makan, Nona. Jika tidak—”
“Aku sudah katakan padamu bahwa aku tidak ingin makan!”
Mendengar penolakan dari gadis itu menbuat sang petugas pun kembali membawa makanan itu pergi dari hadapan Bella, sepertinya wanita itu memang benar-benar ingin mati kelaparan, menyiksa dirinya sendiri.
__ADS_1
Butiran bening kembali menetes ke permukaan, dia meratapi dirinya yang sangat malang ini. Mengapa dia harus dihukum atas kesalahan di masa lau? Mengapa?
Apakah dia tidak berhak untuk bahagia? Meskipun sebentar saja?
***
Dorr!
Terdengar suara nyaring di kedua telinga di setiap tengah malam di halaman belakang Mansion, seorang pria selalu berlatih menembak dengan beberapa penjaga kemanan belakang. Dia memakai helm dan vast untuk menembak, bidikannya selalu tepat sasaran.
Alio dikenal sebagai anak yang pintar, bukan hanya ahli menembak, dia juga mampu merakit bom waktu dengan menggunakan bahan peledak, serta mengeluarkan design terbaru setiap tahunnya.
Setelah berlatih, Alio pun memutuskan untuk pergi ke kandang singa kesayangan sang ayah, Lina dan Linzi. Rasanya sudah begitu lama tidak menjenguk hewan super sexy itu. Singa itu sangat terlihat montok dengan body-nya, Dave selalu merawatnya dengan baik, keduanya memakan daging segar setiap satu minggu selalu. Apa lagi kalau bukan daging manusia yang langsung dengan tulangnya.
Alio membuka pintu kandang hewan kesayangan ayahnya, dia mengelus pucuk kepala Lina dan Linzi dengan gemas.
“Apakah kalian merindukanku? Ah, kalian semakin menggoda setiap hari.”
Laki-laki itu menggiring kedua hewan buasnya ke halaman, membiarkan Lina dan Linzi akan bermain berdua, dia akan memberikan daging segar kepada dua hewan kesayangannya.
Kebetulan Alio sudah mendapatkan daging hewan segar yang diburuh oleh anak buahnya.
“Apakah kalian lapar? Makanlah!”
__ADS_1
Pria itu meletakkan empat buah burung di hadapan dua hewan buas itu, keduanya menyantap dengan nikmat sampai habis, tiada tersisa sedikitpun.
“Tuan,”
“Ada apa?”
Alio mengalihkan pandangannya, dia menatap seorang laki-laki dari kejauhan yang kini berjalan mendekat ke arahnya.
“Wanita itu menolak untuk diberi makan,”
“Biarkan saja dia mati kelaparan. Aku tidak suka drama, jika dia tidak ingin makan, biarkan saja. Tidak usah dipaksa, aku akan lihat sendiri bagaimana dia mengemis untuk meminta makanan.”
Mendengar jawaban Alio membuat pria itu bergidik ngeri, Alio sangat mewarisi sikap Dave.
“Tapi, bagaimana jika tuan Ziko tahu?”
“Aku yang akan mengatakannya sendiri bahwa wanita itu ingin bunuh diri dengan cara mati kelaparan.”
Alio kembali menatap kedua singa yang sudah tampak tua itu, kulitnya tampak berkeriput membuatnya sudah harus dipensiunkan. Sepertinya Alio harus mencari hewan baru untuk dipelihara, jika musuh berani mengusiknya, akan dia biarkan hewannya memakan daging manusia itu sampai ke tulang-tulangnya.
Cast Alio Cristian👇👇👇
__ADS_1
Thailler novel Bos Mafia Jatuh Cinta, saya upload di akun instagram saya, ya. Jangan lupa difollow untuk mendapatkan informasi mengenai novel-novel saya. Terima kasih. @Oktavianii_Offc 😇❤️