Bos Mafia Jatuh Cinta

Bos Mafia Jatuh Cinta
Rencana Bella


__ADS_3

Kepergian seorang pria yang amat bepengaruh di kehidupannya, membuat seorang wanita berambisi untuk membalaskan dendamnya, kematian sang ayah angkat yang telah membesarkannya selama 25 tahun lamanya.


Ia sudah menyiapkan beberapa agen rahasia sebagai penyudup untuk melakukan rencananya, sudah ia pikirkan dengan matang, ia akan membuat laki-laki yang telah melenyapkan sang ayah merasakan penderitaan yang sama.


Nyawa haruslah dibayar dengan nyawa, agar penderitaan setimpal dengan rasa sakitnya.


“Bagaimana dengan tugasmu? Apakah ada yang mencurigakan?” tanya Bella dengan salah seorang agen rahasia di dalam ruangan kedap suara, ruangan pribadinya.


“Tidak ada yang mencurigakan, Nona. Keluarga Cristian akan pergi ke sebuah pulau untuk memantau semua senjata ilegal mereka di sebuah pulau terpencil, kecuali Alio Cristian, ia tinggal di mansion untuk mengendalikan semuanya,” ungkap agen rahasia itu dengan saksama.


“Bagus! Secepatnya kita akan membuat keluarga Cristian lenyap!” tegas Bella, lalu suara tawa dengan amat nyaring terdengar menggema di seluruh ruangan, membuat beberapa orang pria berpakaian hitam bergidik ngeri, mendengar tawa wanita itu.


“Lalu, rencana apa lagi yang harus kami lakukan, Nona?” tanya seorang agen itu pada Bella.


Bella menatapnya dengan sorot mata tajam, pancaran netra matanya menunjukkan betapa seriusnya ia akan membalaskan kematian sang ayah pada Keluarga Cristian, ambisi di dalam diri menyimpan dendam, ia harus membalaskan rasa sakit Abed.


Wanita itu menjelaskan dengan detail bagaimana anak buahnya harus bekerja tanpa harus meninggalkan sedikitpun jejak. Mereka harus bermain rapi, tidak kotor yang mudah tertangkap basah.

__ADS_1


“Kalian mengerti?” Bella mengangkat alisnya, sorot matanya masih melekat pada dua pria di hadapannya.


Dua pria itu mengangguk dengan cepat. “Kami mengerti, Nona.”


Bella mengibaskan tangannya, memberi kode agar mereka segera meninggalkan ruangannya, kedua pria itu mengerti, langsung meninggalkan Bella sendirian di dalam ruang pribadinya.


Wanita itu tersenyum penuh kemenangan, hatinya berbunga, karena rasa sakit sang ayah sebentar lagi akan terbalaskan, dendamnya akan terselesaikan.


Terkadang, hidup harus egois demi bertahan hidup di kerasanya hukum alam.


Di Mansion Utama.


“Kapan waktu keberangkatan kalian ke pulau itu?” tanya Alio pada sang kakak, yang kini semua keluarganya telah berkumpul di ruang keluarga, begitupula dengan kakak ipar yang dibencinya.


“Lusa kami akan pergi, Alio. Kau tinggal di mansion untuk berjaga-jaga,” ucap Alie menyakinkan sang adik.


“Apakah aku tidak bisa ikut?” rengek Alio, entah mengapa firasatnya sedikit lain dari biasanya, ia merasakan sesuatu yang tak enak di hati. Seakan-akan terjadi sesuatu ke depannya.

__ADS_1


“Tidak. Tinggal lah di sini untuk menjaga keamanan!” tegas Dave pada putra bungsunya.


“Tapi, Ayah—”


“Tidak ada tapi-tapian, Alio. Kami semua bisa menjaga diri. Kau di sini tetaplah jaga dirimu,” ujar Dave.


“Baiklah jika seperti itu.” Alio bangkit dari tempat duduknya, ia berjalan meninggalkan ruang keluarga.


Entah apa yang kini ada di dalam dirinya, rasanya begitu tak tenang. Seperti akan terjadi sesuatu pada keluarganya. Tapi apa?


Alio meremas anak rambutnya dengan kuat, ia mengusap kasar wajahnya dengan telapak tangan, detak jantungnya berdegup dua kali lebih cepat dari biasanya, pria itu mengembuskan nafasnya dengan amat kasar.


Pria itu pergi ke ruang rahasia, hendak mencari tahu apa yang mencurigakan, atau adakah musuh yang mencoba mengusik ketenangan keluarga Cristian?


Entahlah. Alio pun tak tahu.


Namun, Alio akan berusaha keras melindungi keluarganya agar terjaga keamanan.

__ADS_1


__ADS_2