
“Hei, apakah kau tidak ingin menyambut kepulangan suamimu?” tanya Dave mengerutkan dahinya, saat melihat Cerin yang tengah asik bermain game di ponselnya.
“Ah, Dave ... Kau sudah pulang?” Cerin menatap ke arah sumber suara, kemudian meletakkan ponselnya di atas nakas.
Wanita itu beranjak dari tempat tidur, lalu mendekat ke arah sang suami, ia mengalungkan tangannya ke leher Dave, kemudian mengecup kedua pipi Dave.
“Apakah kau mencoba menggodaku, Sayang?” bisik Dave di telinga Cerin, membuat wanita itu bergidik ngeri.
“Tidak. Aku tidak mencoba menggodamu, aku hanya menyambut kepulanganmu, Suamiku.” Cerin tersenyum tipis, ia menatap Dave dengan tatapan menggoda.
“Aku tidak tahan dengan godaanmu.” Dave menyentuh kedua pipi Cerin, lalu merapikan anak rambut wanitanya.
Pria itu dengan tak sabar ingin memiliki Cerin, ia membawa perlahan tubuh wanitanya menuju ranjang. Dengan cepat, Dave menindih dan membungkam bibir Cerin dengan bibirnya.
“Aku mencintaimu dengan banyak.”
...----------------...
Setelah melakukan olahraga malam, Dave berniat membersihkan diri di dalam kamar mandi, ia meninggalkan banyak tanda kepemilikkannya di leher jenjang milik sang istri, entah mengapa malam ini rasanya Cerin begitu liar.
__ADS_1
Wanita itu sangat agresif di ranjang, membuatnya kembali mengingat hal itu tersenyum seperti orang gila.
Setelah membersihkan diri di dalam kamar mandi, Dave bercermin di sebuah kaca besar di dalam kamar utama, ia melihat lehernya dipenuhi banyak tanda merah keunguan, tanda itu diberikan Cerin untuknya.
Pandangannya beralih menatap wanita cantik di atas ranjang, tengah memainkan ponsel.
Dave berjalan mendekat ke arah Cerin, kemudian mengambil alih ponsel itu dari gengaman wanita itu.
“Kenapa? Apakah kau akan memintanya lagi?” tanya Cerin, ia menatap tajam netra mata Dave.
“Tidak. Apakah kau tidak ingin makan malam bersama denganku?” tanya Dave lirih di telinga Cerin.
Pria itu tersenyum mendapati permintaan dari sang istri, karena Cerin telah berhasil membuatnya gila malam ini, maka ia akan memasak makan malam untuk istri cantiknya itu.
“Baiklah, karena kau telah membuatku hampir tak berdaya malam ini, aku akan memasakannya untukmu, Istriku.” Dave menyentuh dagu wanitanya dengan lembut.
“Terima kasih, Dave!” wanita itu berhambur masuk ke dalam pelukan Dave.
Dave terkekeh kecil, rasanya ia amat mencintai Cerin, tak ada yang mampu menggantikan sosok Cerin di hatinya setelah kepergian Anha. Only Cerin di hatinya.
__ADS_1
Pria itu menggendong tubuh Cerin, kemudian mereka meninggalkan kamar utama berjalan menuju dapur, Dave hendak memasakan makan malam untuk wanitanya sebagai hadiah terima kasih untuk malam panjang begitu mesra.
Dave mengambil alih semua bahan makanan di dalam lemari pendingin.
“Eh, Tuan ... Tuan ngapain di sini?” kepala Pelayan itu terkejut, melihat atasannya berada di dapur, ia takut apabila tak memenuhi tugasnya secara keseluruhan akan dipecat.
“Tenanglah, Bi. Aku tidak akan memecatmu karena aku ingin memasak sendiri dengan kedua tanganku, pergilah istirahat.” Dave melebarkan senyuman menatap wanita paruh baya yang sudah berkepala lima.
Kepala Pelayan itu terasa sedikit legah. Bagaimana jika ia dipecat? Bagaimana nantinya ia akan melanjutkan hidup seorang diri dari kerasnya hidup di Kota?
“Terima kasih, Tuan.” wanita paruh baya itu membungkukan badan, memberi hormat kepada atasannya, kemudian segera meninggalkan dapur, membiarkan Tuan dan Nona muda di sana menikmati suasana berdua.
Selang berapa menit, akhirnya pria itu telah selesai memasak makanan favorite-nya, ia membuat Tuna Sandwich salah satu makanan ter-favorite-nya.
Pria itu meletakkan makanan yang ia masak ke dalam sebuah piring putih di hadapan Cerin, ia menyajikannya layaknya seorang pelayan kepada sang putri.
Dave akan selalu memperlakukan Cerin layaknya seorang ratu. Ya, ratu di hatinya.
Bagi Cerin, wanita akan menjadi ratu, apabila bertemu dengan lelaki yang tepat.
__ADS_1
Laki-laki akan menjadi seorang raja yang dihormati setiap keputusannya, apabila bertemu dengan wanita yang tepat di hidupnya.