
Jangan lupa vote, ya!
Hari demi hari silih berganti, penantian selama berbulan-bulan menanti kehadiran sang buah hati adalah suatu kebahagiaan bagi sepasang suami dan istri yang telah lama mendambakan sosok keturunan di dalam ikatan suci pernikahan.
Hari ini, hari di mana Cerin akan memperjuangkan buah hati mereka untuk lahir ke dunia, dengan semangat dari sang suami, ia pasti bisa memperjuangkan buah hati mereka agar selamat dari dalam rahim-di mana tempat bayi kembar itu berada.
Di sebuah rumah sakit ternama, beberapa pria berpakaian serba hitam, berbaris menyambut kedatangan tuan muda kecil di depan sebuah pintu ruangan operasi.
Mereka semua adalah anak buah Dave, termasuk Leo sekalipun mereka menunggu kehadiran calon tuan muda mereka yang akan mewarisi segala kemampuan Dave, bahkan jabatan ayahnya yang menjadi Bos Mafia di Kota ini.
Dave menggenggam tangan Cerin, memberikan suport terbaik.
“Kau pasti bisa, Cerin.” Dave mengecup kening sang istri.
Cerin tersenyum menatap ke atas, wajah tampan sang suami begitu menenangkan hati.
Ia tak menyangka, sebuah insiden tak terduga mengubah kehidupannya 180°. Entahkan ini takdir, atau lainnya. Yang pasti, apa yang sudah terjadi itu sudah menjadi bagian dari takdir.
Berada di ruang operasi, membuatnya gelisah.
Selang beberapa waktu, akhirnya tangisan seorang bayi menggema di seluruh ruang. Membuat Dave meneteskan air mata bahagia.
Kedua bayi kembarnya telah lahir ke dunia, kini kebahagiaan menyelimuti kehidupannya. Kelahiran sang buah hati yang telah dinanti-nanti akhirnya tiba.
Cerin tak kuasa menahan air mata bahagianya saat ini.
__ADS_1
Dave menatap para tim medis mengangkat putranya, ada kebahagiaan di dalam lubuk hatinya terdalam menatap sang buah hati itu.
Penantian setelah sekian lama kehilangan putri dan calon bayi, kini tergantikan dengan kehadiran baby twins di dalam rahim sang istri.
Tim medis dengan segera membersihkan baby twins dan memberikan satu putra yang sudah dibersihkan ke Cerin. Wanita itu memeluk putranya. Kemudian Cerin menatapnya penuh rasa bahagia.
“Kalian adalah harta terindah yang pernah Mami punya, Nak.” Cerin memeganginya, menatapnya dengan dalam. Tangannya mengelus perlahan permukaan kulit mulus sang baby.
Ditatapnya satu lagi putranya yang masih dibersihkan oleh tim medis berada di dalam box bayi yang tak jauh darinya.
“Kalian semua adalah hal terindah yang aku punya saat ini.” Dave menciumi kedua pipi sang istri.
“Siapa nama mereka, Dave?” Cerin mendongakkan wajahnya menatap ke arah Dave.
“Mereka akan diberikan nama Alie Matthew Cristian dan Alio Matthew Cristian,” jawabnya pelan, mengembangkan senyuman di wajahnya.
“Mereka sangat tampan, seperti papinya,” puji Cerin membelai pipi Alie yang sekarang ada bersamanya.
Setelah dibersihkan oleh tim medis, Dave menggendong Alio masuk ke dalam pelukannya. Dave menciumi penuh cinta kedua pipi Alio. Entah mengapa, Alio begitu mirip dengan Cerin, sedangkan Alie mirip dengannya.
__ADS_1
“Sayang, kau lihat Alio ... Dia amat mirip denganmu,” puji Dave dengan bangga. “Bibirnya, matanya, hidungnya, semua mirip denganmu.”
...----------------...
Cerin dipindahkan ke ruangan VIP, kini semua tampak berkumpul di dalam ruangan itu untuk menjenguk tuan muda kembar, anak kembar dari Dave dan Cerin, semua anak buahnya tampak bahagia atas kelahiran sang buah hati pria itu.
Leo mendekat ke arah box bayi, kemudian ia melihat baby twins yang sedang tidur itu. “Keponakan paman rupanya sangat tampan.”
Dave tersenyum tipis mendekat ke arah Leo, pria itu menepuk pundak Leo pelan, “Siapa dulu ayahnya, ha-ha!”
“Ya. Terserah kau saja, Dave. Ah ngomong-ngomong, siapa nama keponakanku ini?” tanya Leo penasaran.
“Alie dengan Alio Cristian,”
“Apakah Alie kakaknya?”
“Tentu,”
“Semoga kalian cepat tumbuh dewasa. Ketika kalian dewasa nanti, akan paman ajarkan bagaimana caranya membidik musuh yang tepat.” Leo tersenyum tipis, matanya melekat ke baby twins.
“Tidak! Aku akan mengajarkannya bagaimana mendapatkan hati para wanita cantik di luar sana,” canda Dave.
“Lihatlah, Cerin! Suamimu akan mengajarkan anakmu seperti itu,” goda Leo kepada Bumud itu.
“Biarkan saja, Leo. Aku akan mengajarkan baby twins bagaimana caranya meluluhkan seorang singa,” tanggap Cerin.
__ADS_1
“Baby twins, cepatlah besar, ya. Paman akan mengajarkan bagaimana menembak, bahkan disaat usia kalian menginjak tujuh tahun, paman akan merakitkan senjata api untuk kalian.” Leo terkekeh.