Bos Mafia Jatuh Cinta

Bos Mafia Jatuh Cinta
Sosok Alie


__ADS_3

Seorang pria tampan, melangkahkan kedua kakinya masuk ke dalam sebuah ruangan, dengan dilengkapi dua senjata api, niatnya akan melenyapkan seseorang yang sudah mengusik ketenangan dirinya, ia tak mengganggu, dan tak ingin pula diganggu.


Sebuah perusahaan persenjataan ilegal terkena bocoran rahasia yang mengakibatkan mereka harus berurusan dengan pihak berwajib, Alie membenci perdebatan dengan pihak berwajib.


Baginya, itu adalah hal sampah.


Persenjataan ilegal telah mengeluarkan biaya yang cukup banyak agar polisi tidak menutup perusahaan. Namun, itu semua tak menjamin bahwa, pihak berwajib akan melepaskan perusahaan itu agar kembali berjalan layaknya seperti biasa.


Sebagai hukuman karena perusahaan itu telah mengeluarkan uang dengan jumlah banyak, Alie akan menukarkan nyawa pembocor rahasia itu dengan timah panasnya.


Ia benci hidupnya diganggu oleh orang-orang.


Alie mewarisi karakter sang ayah, yang tak akan segan-segan untuk menghabisi orang-orang yang mencoba mengganggu ketenangan hidupnya.


Kini pria tampan itu sedang tampak marah, kedua kakinya berhenti tepat di sebuah ruangan, di mana adanya seorang wanita tengah duduk di sebuah kursi dengan kaki–tangan terikat, bibir dibungkam dengan lem.

__ADS_1


Sorot mata Alie begitu tajam menatapnya.


Dan sialnya, mengapa kali ini yang berhadapan dengannya adalah seorang wanita?


Kelemahan Alie adalah wanita, ia tak berani melukai wanita karena ia bepikir bahwa, ibunya adalah seorang wanita. Dan, iapun lahir dari wanita. Ia berada di dunia ini karena adanya wanita.


Alie mengalihkan pandangannya, entah apa yang harus ia lakukan. Namun kerugian itu amat besar, tak harus ia tinggal diam.


Akankah ia memberikan hukuman lain atas wanita di hadapannya?


Dilema.


“Mungkin aku akan memberikannya hukuman dengan cara lain, kurasa menghabisinya saja belum cukup,” elak Alie merasa dilema.


“Benarkah itu?” Alio mendekat, ia menepuk pundak Alie dengan pelan. “Atau jangan-jangan ... Kau tak tega membunuh wanita?”

__ADS_1


Alio tahu, Alie adalah sosok lelaki yang amat tak ingin melukai wanita. Entah dari siapa sikap itu hadir di dalam diri Alie, Alio tidak tahu. Yang ia tahu, Alie sama seperti sang ayah, yang tak akan segan-segan menghukum seseorang atas perlakuannya.


“Berhenti menggodaku,” lirih Alie merasa dilema.


“Aku sedang tidak menggodamu, Kak. Kau ingat, bahwa perkataanmu tak akan segan-segan menghabisi seseorang yang mencoba mengusikmu, ‘kan?” Alio tersenyum tipis.


Jika ia berada di posisi Alie, mungkin sekarang ia sudah melenyapkan wanita itu.


Dengan kesal, Alio mengambil tindakan untuk memberikan sebuah pelajaran untuk wanita itu agar tak melakukan kesalahan yang sama.


“Apa yang kau mau dari kami?” Alio membuka paksa lem yang menutup bibir wanita itu.


Wanita cantik bernama Mika itu tertunduk. Ia menahan perih di bagian bibirnya, jika bukan karena butuh uang yang banyak, mungkin Mika tak akan mau melakukan perintah dari orang yang menyuruhnya untuk melaporkan ke pihak berwajib.


Ia membutuhkan uang banyak agar melunasi semua hutang-hutang sang ayah yang telah pergi dijemput oleh kematian, demi bertahan hidup, agar tak ada yang mengusik dirinya lagi.

__ADS_1


Namun hari ini, semua kepahitan harus ditelannya. Ia ditangkap oleh orang dan disekap di ruangan ini. Takdir macam apa yang mencoba mempermainkan dirinya hari ini?


“Angkat kepalamu!” Alio berteriak keras, suaranya menggema di seluruh ruangan. “Katakan! Apa yang kau mau dari kami semua!”


__ADS_2