Bos Mafia Jatuh Cinta

Bos Mafia Jatuh Cinta
Ciuman Pertama


__ADS_3

“Stop menggodaku.”


Mendengar lirihan dari wanita itu membuat Alie semakin senang menggodanya, entah apa yang kini membuat pria itu selalu ingin menggoda Mika. Rasanya ia ingin sekali membuat pipi tembem itu selalu memerah merona karenanya.


Mika mencoba menetralkan nafasnya, ia masih sibuk memolesi bedak itu ke permukaan kulit wajahnya, ia mengabaikan Alie yang sedari sibuk menggodanya terus.


“Kau mengabaikanku?” Alie menenggelamkan wajahnya di leher jenjang Mika, ia menghirup aroma tubuh khas Mika begitu sangat harum di indera penciumannya.


“Tidak.” Wanita itu masih sibuk menarikan spon bedak di wajahnya. Ia menatap ke cermin, sepertinya sudah pas.


“Lalu?”


“Aku tidak pernah berniat untuk mengabaikanmu, Alie. Berhentilah menggodaku. Ayo kita sarapan pagi!” Mika bangkit dari tempat duduknya, ia menarik tangan Alie agar lelaki itu tidak bermalas-malasan.


“Nanti saja.” Alie masih berkutat di tempatnya, tidak ada respon yang diberikan Alie saat Mika menarik lengannya.


Mika membuang nafasnya kasar, pria itu kini bermalas-malasan, tengah duduk di depan cermin riasnya, kemudian beranjak dari sana dan memilih untuk merebahkan dirinya di atas ranjang berukuran besar di kamar utama, rumah mewah mereka.


“Kau tidak ingin makan?” tanya Mika berjalan mendekat ke arah Alie.


“Nanti saja. Kemarilah!” Alie mengisyaratkan tangannya agar Mikayla mendekat ke arahnya.

__ADS_1


“Ada apa?” Mika menaikkan kedua alisnya. Heran.


Alie menarik lengan Mika pelan, hingga wanita itu terjatuh masuk ke dalam pelukannya, kini kedua mata Mika terbelalak, ia berada di atas tubuh sang lelaki tampan, yang merupakan suami SAH-nya.


Pria itu mengelus lembut kedua pipi Mika, membiarkan posisi itu tidak berubah, di mana Mika menindih tubuhnya, lalu Alie mengembalikan posisi mereka, hingga Mika berada di bawah, dan Alie di atas.


Detak jantung Mika seakan ingin copot dari tempatnya, namun ia berusaha agar tetap tenang.


Cup!


Satu kecupan berhasil mendarat di bibir Mika, ini adalah ciuman pertama bagi Alie, ia sebelumnya tak pernah mencium wanita, selain ibunya—Cerin Cristian.


“Kau mau lagi?” tawar Alie dengan senyuman menggoda.


“Tidak.” Mika mendorong Alie menjauh darinya namun, pria itu memiliki tenaga lebih kuat darinya. Ia kepayahan untuk menjauhkan Alie dari dirinya.


Alie membungkam bibir Mika dengan jemari tangannya, “Bolehkah aku meminta apa yang sudah menjadi hakku?”


Mika tampak terdiam dan gugup, ia takut akan sesuatu yang mungkin akan membuat Alie berubah. Ia memejamkan matanya sesaat, membiarkan pikirannya berpikir untuk yang baik. “Silakan.”


Toh, kenapa ia harus menolak. Bukankah sudah kewajiban dirinya menyerahkan segalanya untuk Alie?

__ADS_1


“Baik.”


Alie membuang ke sembarang arah handuk kecil yang ada di lehernya. Ia mengembuskan nafasnya perlahan-lahan, lalu ia menangkup wajah Mika dengan kedua tangannya, tatapan mereka beradu, saling memandangi satu sama lain.


Pria itu dengan pelan, menautkan bibirnya dengan milik Mika, perlahan-lahan Mika pun membalasnya, hingga keduanya saling bertautan. Lama saling berciuman, akhirnya keduanya saling menuntut hal lebih, saat suasana telah berubah menjadi panas.


Alie mulai menelusuri tangannya ke balik pakaian Mika, ia menyentuh permukaan halus kulit tubuh sang istri, menggapai sebuah gundukan yang dimiliki oleh Mika, Alie tersenyum menatap ke arah Mika.


“Sangat kecil.” Alie menyeringai, tersenyum jahil.


Mika merasa malu dengan perkataan Alie, ia menutup wajahnya dengan kedua tangan. Alie benar-benar menggodanya terus.


Alie masih sibuk memainkan gundukan itu dengan gemash.


Mika menggelinjang, merasakan kegelian.


...----------------...


Lanjut sendiri imajinasinya, Bund 🤤🤤🌚


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2