Bos Mafia Jatuh Cinta

Bos Mafia Jatuh Cinta
Pindah Ke Rumah Baru


__ADS_3

Setelah pernikahan, sepasang pengantin baru itu pindah rumah, atas kemauan Alie. Ia ingin memulai kehidupan baru dengan statusnya yang baru, menjadi seorang suami untuk Mikayla Jackson.


Rumah mewah yang tak jauh dari mansion besar sang ayah, ia sengaja memilih untuk pindah rumah, agar kehidupannya berubah. Ia sadar, statusnya sudah menjadi suami.


Orang tuanya menyetujui apa yang dikehendakinya. Dengan membawa beberapa pelayan dari mansion, membuat Mika tidak terlalu banyak bekerja di dalam rumah, tugasnya hanya mengikuti apa yang tertulis dalam perjanjian dalam surat kontrak tersebut.


Surat kontrak yang dibuat oleh Alie sama sekali tidak memberatkan Mika, karena di sana, Alie hanya meminta Mika menjalankan perannya sebagai seorang istri yang utuh.


Di mana Mika harus menjalankan kewajibannya, yang akan melayaninya, memasak, dan menyiapkan barang-barang yang akan dikenakannya pergi bekerja.


Alie mengurus cabang bisnis persenjataan ilegal dan legal di Kota ini.


Pria itu kini tengah duduk di sebuah kursi meja kerja di dalam sebuah ruangan pribadi di dalam kamar utama, yang menjadi kamarnya dengan Mika.


Ia masih sibuk dengan laptop di hadapannya, mengecek setiap e-mail yang masuk, memperhatikan perkembangan kedua perusahaannya yang kini sedang naik daun, statistik perkembangan yang membuatnya bangga dengan semua karyawan. Meski sejujurnya persenjataan ilegal yang sedang naik daun sedikit mengalami kerugian akibat sang istri pada waktu itu.

__ADS_1


Namun Alie tidak mempermasalahkan hal itu, baginya uang yang terkeluar masih bisa tergantikan dengan cara lain.


Selesai mengecek setiap laporan yang masuk, Alie meninggalkan ruangan kecil dengan banyak perlengkapan kantor di dalamnya, ia menutup pintu itu dan melihat Mika tengah sibuk dengan ponsel yang ada di tangannya. Wanita itu tampak tersenyum bahagia menatap layar ponselnya, membuat Alie penasaran.


Apa yang membuat istrinya itu bahagia? Akankah pria lain?


Pikirannya bergulat dengan rasa penasaran.


Alie berjalan mendekat ke arah Mika, kemudian segera merampas ponsel itu dari tangan sang istri. Ia melihat isi dalam ponsel, membuatnya menelan saliva, ternyata wanita itu sedang melihat foto-foto pernikahan dengan dirinya.


“Apakah foto ini membuatmu bahagia?” Alie mengembalikannya kepada wanita itu, dan ia mendudukan dirinya di samping Mika.


“Tentu.”


“Bolehkah aku tahu alasanmu bahagia menatap foto itu?” tanya Alie penasaran. Batinnya sangat ingin tahu segalanya tentang Mika.

__ADS_1


“Karena lelaki di dalam ponsel itu adalah lelaki yang sekarang telah ber-status suamiku. Dan yang aku dengar-dengar adalah, dia adalah pria idaman setiap wanita di dunia ini. Aku beruntung memilikinya.” jawab Mika tersenyum manis, menunjukan lesung pipinya.


Alie tersenyum, tak dapat dipungkiri bagaimana perasaannya saat mengetahui bahwa, wanita itu bahagia karenanya.


Pria itu tampak mengembuskan nafasnya dengan perlahan-lahan, sorot matanya masih melekat pada Mika. “Apakah kau menyesal menikah denganku di atas surat kontrak itu?”


Wanita itu menggelengkan kepalanya dengan cepat. “Aku tidak menyesal karena menikah denganmu, Tuan. Yang aku sesali adalah, aku telah membuat dirimu mengalami kerugian yang cukup besar.”


“Bagiku, uang segitu tidak ada arti apa-apa, Mika. Jika tidak karena kejadian itu, mungkin kita tidak akan pernah bertemu, ‘kan?” kekeh Alie tertawa kecil.


“Kau benar, Tuan.” Mika ikut terkekeh.


“Mulai sekarang, jangan panggil aku Tuan, karena aku bukan Tuan-mu, aku adalah suamimu, Mika.” Alie menatap dalam netra mata indah itu. “Di mana surat itu?”


Mika beranjak dari ranjang, ia membuka laci nakas di samping ranjang, lalu meraih sebuah lembaran kertas putih dan memberikannya kepada Alie. “Ini.”

__ADS_1


Alie menerimanya dengan senang, kemudian pria itu memposisikan dirinya agar lebih dekat dengan Mika. “Mulai detik ini, semua perjanjian di atas surat kontrak ini tidak ada. Aku akan menjalankan peranku sebagai suamimu, dan kau jalankan peranmu sebagai istriku. Kau mau, ‘kan?”


__ADS_2