Bos Mafia Jatuh Cinta

Bos Mafia Jatuh Cinta
Hati Nurani?


__ADS_3

BRAK!


Semua barang dihempaskan oleh seorang pria dengan keras ke atas permukaan lantai di hadapan pria yang kini telah belumur dengan tetesan darah segar mengalir di setiap bagian tubuhnya.


“Aku tidak pernah mengganggu ketenangan hidupmu, mengapa kau mengganggu ketenangan diriku?!” pekiknya marah, melampiaskan semua yang ada di benaknya.


Dave mencengkam dengan erat dagu pria di hadapannya, aura di ruangan itu begitu mencekam membuatnya semakin terbalut emosi. Pancaran bola matanya amat tajam bagaikan seekor elang.


“Maafkan aku, Tuan. Aku tidak—”


Brugh!


Dengan keras kakinya menendang pria di hadapannya tanpa belas kasih. Dave telah dibutakan oleh emosi, hingga hati nuraninya telah tertutup.


Tak ada pengampunan untuk pria di hadapannya, karena telah mencoba mengusik ketenangannya.


“Apakah kau telah bosan hidup?” Dave menumpuhkan satu kakinya di hadapan pria itu, tampak bibirnya telah mengeluarkan darah segar dari sudut bibirnya.


“Maafkan aku, Tuan.” lirihnya tertunduk, rasanya tak mampu untuk menatap pria di hadapannya ini bagaikan seorang iblis. “Mohon ampun, Tuan. Aku berjanji akan mengabdikan diriku untukmu apabila kau memberiku kesempatan.”

__ADS_1


“Cih, orang sepertimu akan meminta untuk mengabdikan diri kepadaku?” cibir Dave dengan wajah kesalnya.


“Dave, ini semua tentang identitas asli pria ini.” Leo memberikan sebuah berkas dokumen di dalam map cokelat.


“Baik.”


Dave menerimanya, lalu berdiri dan meninggalkan pria itu dengan raut wajah kesalnya. Ia segera membuka dokumen itu dan membacanya dengan teliti.


Kata demi kata ia perhatikan dengan baik, pria itu dijadikan sebagai kambing hitam oleh Geng Mafia di London, membuat Dave menggertakan giginya marah.


Dave menendang sebuah meja dengan cukup keras, melampiaskan kekesalannya. Mengapa bisa ia menyiksa orang yang salah, pria itu hanya dijadikan kambing hitam oleh musuhnya.


Lagi dan lagi pria itu selalu gegabah.


“Kau akan mengabdikan dirimu untukku?” Dave berjalan mendekat ke arah pria yang sudah hampir tak berdaya itu. “Apa yang bisa kau jaminkan untukku?”


Pria itu mengangkat wajahnya yang telah babak belur menatap Dave dengan mata berkaca-kaca meminta dan memohon ampun di bawah telapak kaki Dave, “Aku bersumpah untuk setia kepadamu, Tuan. Dan aku akan membantumu dalam hal apapun. Tolong beri aku ampun, aku masih ingin melihat putraku tumbuh dewasa.”


Dave menelan salivanya, pria itu terkejut.

__ADS_1


“Berapa usia putramu?” Dave mencoba untuk memasang wajah datarnya.


“Usia putraku baru menginjak tiga tahun, Tuan.” Pria itu tertunduk, air matanya jatuh ke permukaan lantai.


“Leo, berikan penanganan terbaik untuknya. Biarkan dia hidup dengan janjinya!” perintah Dave kepada sang Asisten pribadinya. “Setelah kau sembuh dari luka di sekujur tubuhmu, kau akan tinggal di mansion ini, bawa istri dan putramu untuk tinggal di sini. Aku sudah menyiapkan semuanya.”


Pria itu mengangkat wajahnya, entah sebuah keajaiban apa yang menyelamatkannya dari kematian, akankah pria di hadapannya ini masih memiliki hati nurani?


Andaikan Leoryn tidak memenuhi permintaan Bosnya untuk merampok keuangan milik Dave, mungkin nasibnya tak akan menjadi seperti ini. Namun karena Leoryn mendapatkan ancaman dari Bosnya ia memiliki tekad untuk memenuhi permintaan pria gila itu.


“Terima kasih banyak, Tuan. Aku akan memenuhi janjiku padamu.” Leoryn merasa amat bersyukur. Ia selamat dari kematiannya kali ini, penyiksaan dan luka di sekujur tubuhnya itu adalah suatu hukuman untuknya.


“Pergilah! Obati lukamu, setelah lukamu sembuh pulanglah jemput anak dan istrimu untuk tinggal di mansion ini, akanku pastikan keselamatanmu tidak akan terancam di sini.” Dave melipatkan kedua tangannya di depan dada. Pria itu memasang wajah datarnya.


“Sekali lagi kuucapkan terima kasih banyak, Tuan. Setelah luka ini sembuh, aku akan membayar segalanya dengan pengabdian diriku padamu.” Leoryn kembali terharu. Ia masih bisa berkumpul dengan keluarga kecilnya.


Karena merasa bersalah di dalam diri, ia tahu betul siapa musuhnya itu. Karena perselidikkan tepat mengenai Leoryn, Dave memutuskan untuk tidak meluapkan kemarahannya kepada Leoryn, pria itu hanya sebagai korban sebuah ancaman dari Mario-musuhnya di London.


Setelah Leoryn sembuh, ia akan meminta Leoryn untuk menjadi penyusup di sana.

__ADS_1


__ADS_2