Bos Mafia Jatuh Cinta

Bos Mafia Jatuh Cinta
Agen Rahasia


__ADS_3

Satu minggu pergi berbulan madu, akhirnya acara hangat yang dilalui mereka telah habis.


Sudah kembali ke mansion pribadi Dave.


Pria itu menggeram marah, saat ia mendapati sebuah pesan yang dikirimkan ke mansion, bahwa dirinya sedang dalam bahaya. Entah siapa yang mencoba mengancamnya lewat tulisan tersebut.


Dave takut, jika orang yang mengancamnya akan memperlibatkan Cerin di dalamnya.


Pria itu menyobekkan kertas itu hingga bagian-bagian kecil, seumur hidupnya baru kali ini ia mendapatkan ancaman dari sebuah surat.


Cerin menatap suaminya dengan heran, tak biasanya wajah ceria Dave berubah masam seperti itu. Akankah suaminya terkena masalah? Pikir Cerin menebak.


“Ada apa?” akhirnya ia mencoba mengangkat suara, memberanikan diri untuk bertanya.


Dave menoleh ke arah istrinya, kemudian menebarkan senyuman. Pria itu mendekat dan memeluk erat sang istri.


“Berjanjilah padaku, apapun yang terjadi nantinya, tetaplah bersama denganku. Kumohon itu,” bisiknya di telinga Cerin lirih, wanita itu bisa mendengar jelas apa yang dibicarakan oleh sang suami.


“Ada apa, Dave? Tidak bisakah kau menceritakan dan membagi bebanmu kepadaku?” tanya Cerin melepas pelukannya.

__ADS_1


“Kau tentu tahu bahwa aku banyak musuh di luar sana, kumohon padamu, apapun yang kau lihat dan apapun yang kau dengar berita buruk dari orang lain, jangan mempercayakan hal itu sebelum aku berbicara kenyataan yang ada.” pintanya menatap dalam netra Cerin.


Cerin mengangguk mengerti, ia baru memahami tentang hal yang dibicarakan Dave. Benar adanya, orang-orang seperti Dave akan banyak musuh terdekat, dan bisa jadi musuh dalam selimut baginya, namun tak terlihat di kedua mata.


Memang berat menjalankan kehidupan seperti Dave, hanya orang tertentu yang pandai memainkan tak-tik persaingan ketat di dunia gelap. Dunia gelap, adalah dunianya seorang Mafia, malam menjadi siang, dan siang menjadi malam, seperti seorang kelelawar.


Mereka bekerja di malam hari, tidak di siang hari.


Pintu kamar berbunyi, membuat Dave segera berjalan membukakan pintu, terlihat wajah yang sudah tak asing lagi di matanya, ya. Pria di hadapannya adalah sang Asisten pribadinya—Leo.


“Ada apa?” tanyanya tanpa basa-basi.


“Tidak bisa di sini? Tidak ada orang lain, selain diriku dan Cerin,” tolaknya secara halus.


“Baiklah.” Leo menarik nafas panjang, mengembuskannya perlahan-lahan. “Ada seorang agen rahasia yang akan bekerja dengan kita menjadi mata-mata di markas.”


“Siapa wanita itu, Leo? Kau tahu aku tidak menerima sembarangan orang untuk bekerja di markas,” bantahnya pelan, pria itu cukup penasaran siapa agen yang dimaksud oleh Leo?


“Seorang agen rahasia yang melamar untuk bekerja dengan kita, Dave. Jika kau masih meragukan hal itu, kau bisa menilainya sendiri. Sekarang dia menunggumu di ruang bawah tanah,” ucap Leo serius menatap Dave dengan dalam.

__ADS_1


“Baiklah, aku akan ke sana sekarang.” Dave menutup pintu kamarnya.


Pria itu meremas rambutnya kasar, pikirannya berkecamuk, masalah apa lagi yang harus ia hadapi?


Sekarang tugasnya harus mengintrogasi agen rahasia yang diterima Leo, sedangkan dirinya harus mencari siapa dibalik pengirim surat rahasia ini.


“Aku pergi dulu ke ruang bawah tanah, aku tidak akan lama.” pamitnya pada Cerin, ia langsung meninggalkan kamar.


Cerin menatap punggung suaminya sampai menghilang, Cerin tak bisa berbuat lebih dalam, selain melindungi keselamatan dirinya dan sang suami.


Mungkin ia tak bisa seperti wanita lainnya yang berpendidikan, sedangkan dirinya hanya bisa bertahan hidup dikerasnya hidup di Kota hiburan duniawi ini.


Cerin ikut meninggalkan kamar pribadinya dengan Dave, ia berjalan menelusuri anak tangga. Ia melewati sebuah ruangan yang membuatnya tertarik.


Cerin menghentikan langkah kakinya, matanya menatap ke dalam ruangan, begitu banyak senjata api di sana, membuatnya tertarik untuk berlatih.


“Kurasa menembak lebih asik daripada berenang.”


Wanita itu masuk ke dalam ruangan, ia meraih senjata api itu dengan kedua tangannya.

__ADS_1


“Sangat menyenangkan jika aku bisa menembak.”


__ADS_2