Bos Mafia Jatuh Cinta

Bos Mafia Jatuh Cinta
Ke-romantisan Dave


__ADS_3

Pagi Hari yang cerah, dengan kilauan mentari pagi. Masih setia Dave menemani ketiga orang yang ia sayangi, ia berjaga malam menjaga ketiga orang yang amat bearti di hidupnya.


Meski banyak anak buah yang berjaga di sekitar rumah sakit dan di depan pintu ruang VIP, entah mengapa Dave tidak ingin tidur. Ia ingin selalu menatap wajah cantik Cerin dan wajah tampan kedua putra kembarnya Alie dan Alio.


Kehadiran mereka menjadi pelengkap di hidup mereka.


Impiannya ingin memiliki anak kembar kini tercapai.


Cerin masih tertidur pulas di atas ranjang pasien di ruang VIP.


Dave mendekat ke box bayi di mana Alie dan Alio berada. Ia tersenyum menatap kedua putranya.


“Anak papa yang manis, cepat besar, ya, Nak. Biar papa bisa bermain bersama kalian,” ucapnya dengan rasa bahagia, menatap baby twins yang tengah asik tidur seperti ibunya—Cerin.


“Papa sudah lama menanti kalian.” Dave membelai kedua pipi anaknya.


Cahaya mentari terik membuat Dave ber-inisiatif untuk menjemur kedua putranya agar sehat.


Pria itu menggendong Alie masuk ke dalam pelukannya.

__ADS_1


“Leo, tolong gendong Alio! Mereka akan berjemur di pagi hari, agar tubuh mereka sehat,” pinta Dave pada Leo yang sedang duduk di atas sofa ruangan. Leo menemaninya berjaga malam, menjaga buah hati dan istrinya.


“Baik.”


Pria itu bangkit dari sofa, ia berjalan mendekat ke arah Dave. Kemudian dengan segera mengambil baby Alio masuk ke dalam pelukannya.


“Keponakan paman yang super-super ganteng, yuk kita berjemur dulu.” Leo mencium pipi Alio dengan gemash.


Kedua pria itu membawa baby twins mendekat ke arah jendela kaca, lalu membuka jendela itu, membiarkan cahaya mentari pagi mengenai baby twins.


Beberapa menit menjemur baby twins, akhirnya Dave memutuskan untuk kembali memasukan baby twins ke dalam box bayi, perutnya kini terasa kosong. Ingin mengisinya dengan sarapan pagi.


“Baik, aku akan membawakannya untukmu.” Leo meletakkan Alio ke dalam box bayi.


Setelah meletakkan Alio, Leo berjalan meninggalkan ruangan dengan cepat, ia menutup pintu ruangan kembali.


Dave menatap punggung Leo sampai menghilang dari pandangannya. Lalu pria itu mendekat ke arah ranjang istrinya, duduk di kursi di samping Cerin.


Pria itu menggengan tangan Cerin, lalu ia mencium punggung tangan wanita itu.

__ADS_1


“Kau adalah wanita terhebat bagiku, wanita tercantik, kau segalanya bagiku. Kau seperti nafas yang selalu aku butuhkan. Apabila kau tak ada, mungkin dunia akan menyiksaku sampai akhir aku tak bernyawa lagi.” Dave menggenggam tangan Cerin, ia mengamati wajah cantik wanita yang tengah tertidur itu.


“Maafkan aku, kala itu, aku tidak percaya dengan perkataanmu. Aku tak akan banyak mengatakan bahwa aku mencintaimu, tetapi aku akan membuktikan padamu bahwa aku teramat mencintaimu.” Dave bermonolog sendiri, menatap wajah Cerin dengan dalam.


Ia menarik nafas dalam, kemudian mengembuskannya perlahan-lahan. Rasanya waktu begitu cepat berlalu, baru kemarin ia menikah dengan Cerin, kini pernikahan itu telah memberikan buah hati kembar sih Alie dan Alio.


Dua orang putra kembar, anak yang diimpikan oleh sang istri, memiliki anak kembar sejak awal.


Cerin membuka matanya perlahan, ia menatap sekeliling ruangan, matanya tertuju pada sosok pria tampan di hadapannya.


“Dave,”


“Iya, Sayang? Ada yang bisa aku bantu?”


“Tidak. Aku—”


“Kau merindukanku?” Tenanglah, aku ada di sini bersamamu dan anak kita. Aku tidak akan meninggalkan kalian, bahkan tidur pun, aku tidak melakukan hal itu, karena aku tak ingin meninggalkan kalian.” Pria itu bangkit dari duduknya, lalu menciumi kening Cerin.


Wajah wanita itu memerah merona bak udang rebus. Di pagi hari ini, Dave berhasil membuatnya bahagia hanya dengan hal sederhana.

__ADS_1


Toh, kebahagiaan itu adalah hal sederhana. Tak perlu mewah untuk membuatnya bahagia.


__ADS_2