Bos Mafia Jatuh Cinta

Bos Mafia Jatuh Cinta
Pernikahan Alie


__ADS_3

Kini beberapa orang berpakaian hitam lengkap dengan senjata api tengah mengawal di halaman belakang mansion, di mana tempat menjadi saksi sumpah setia pernikahan yang pernah terucap sejak dahulu, di mana Dave dan Cerin melangsungkan pernikahannya. Dan kali ini, putra sulung mereka akan menikahi seorang wanita berparas cantik, yang segera menjadi menantu keluarga besar Cristian.


Cerin bahagia mendapati anak kecil yang dahulu selalu membuatnya kepayahan karena dahulu Alie dan Alio selalu bertengkar, namun sekarang, si kembar saling menyayangi, meski terkadang sering memperdebatakan hal yang tidak penting.


Sebagai seorang ibu, tentunya ia teharu atas pernikahan anaknya, melepaskan anak yang dahulu kecil selalu tidur di dalam dekapannya, kini akan menjadi seorang suami untuk istrinya.


Alio, si putra bungsunya kini bermanja ria pada sang ibu, karena sang kakak sudah menikah, hanya tersisa dirinya yang belum bekeluarga.


Pria muda, tampan, seorang bilionaire, putra bungsu Dave, siapa yang tak mengenal dirinya. Ia begitu sadis, kejam, tanpa perasaan seperti ayahnya.


Alio adalah sosok hangat, namun sejak seorang wanita mengkhianatinya, ia berubah menjadi pendendam terhadap wanita, ia membenci wanita.

__ADS_1


Baginya, wanita hanya akan menyakitinya.


Dengan dihadiri para tamu undangan yang tak lain adalah rekan bisnisnya, ayahnya, dan Alio. Pernikahan yang hanya mengundang beberapa orang penting saja, tidak terbuka.


Karena mereka akan khawatir, takut apabila ada musuh tak kasat mata yang mencoba mengusik ketenangan suasana acara.


Alie tidak ingin di hari istimewa dirinya akan ada masalah ataupun suatu keributan.


Pria itu mengecup kening wanita yang kini sudah SAH menjadi istrinya.


“Selamat untuk pernikahan kalian.” Cerin memeluk Mika dengan erat, wanita itu menangis di dalam pelukan Mikayla. “Jaga putraku, ya, Sayang. Aku percaya bahwa kau bisa menjaga putraku dengan baik.”

__ADS_1


Mika membalas pelukan seorang wanita yang kini sudah resmi ber-status sebagai ibu mertuanya. “Restui pernikahan kami, Bu. Aku akan menjaga putramu dengan baik, aku berjanji akan hal itu padamu. Meski kau yang telah membesarkannya, melahirkannya, tetapi aku akan menghabiskan sisa hidupku bersama dengannya. Terima kasih atas jasamu telah tulus merawat suamiku, Bu.”


Mendengar ucapan Mika, hati Cerin tersentuh. Benar dugaannya bahwa Mika adalah sosok wanita baik hati, hanya saja wanita itu salah mengambil langkah.


Cerin melepaskan pelukannya, lalu memeluk putra sulungnya dengan erat, deraian air mata mengalir dari sudut pipinya dengan deras. “Sayang Momy ... Kamu jaga istri kamu dengan baik, ya, Sayang. Jangan sesekali menyakiti hatinya, membentaknya, apalagi sampai main fisik dengannya. Ketika kau marah padanya, coba kau ingat Momy. Momy adalah seorang wanita. Ketika dia salah, rangkul-lah dirinya, berikan nasihat, bimbing dirinya agar bisa menjadi seperti yang kau inginkan.”


Alie memejamkan matanya, perkataan sang ibu sangat menyentuh di hati, ia selalu mengingat perkataan Cerin di dalam pikirannya. “Aku adalah putramu, Mom. Sampai kapanpun aku tak bisa menyakiti hati wanita, apalagi sampai main fisik dengannya. Karena aku tahu, aku terlahir dari seorang wanita. Aku tahu bagaimana susahnya Momy mengandungku, melahirkanku, dan membesarkanku dahulu.”


Cerin melepaskan pelukan mereka, ia menatap sang anak dengan mata sembabnya, yang masih berlinang air mata di sudut kelopak mata. “Kau adalah putraku, Nak.”


Alie menyeka air mata di sudut mata sang ibunda. “Sampai kapanpun aku adalah putramu.”

__ADS_1


__ADS_2