Bos Mafia Jatuh Cinta

Bos Mafia Jatuh Cinta
Cahaya Bersinar (End)


__ADS_3

Dunia Hitam yang sudah dirasakan oleh Dave, Ziko dan Max sudah cukup lama.


 


Nyawa berada di tangan masing-masing, membunuh atau dibunuh adalah pilihan. Menyiksa atau disiksa adalah penentu kehidupan.


 


Kondisi Alio yang kurang memungkinkan untuk terbangun membuat Ziko harus bertindak demi penyelamatan nyawa yang sangat beharga bagaikan sebongkah berlian yang tak dapat dibeli di hidupnya.


 


Kini kondisi Alio tengah di rawat di dalam ruang ICU di salah satu rumah sakit terbesar di Turki.


 


Karena teknologi yang sudah sangat canggih membuat Ziko harus memutuskan untuk membawa laki-laki itu ke sana.


 


Saat ini, tiada tanda-tanda Alio akan sadar setelah sekian lama terbaring di sana? Akankah takdir membawanya kembali ke dalam raga?


 


Seorang Dokter keluar dari dalam ruang ICU di mana Alio tengah dirawat di dalamnya.


 


“Dok, apakah putra saya tidak ada tanda-tanda akan sadar?” tanyanya mendekat dengan seorang dokter perempuan, bagaikan Bidadari Surga, wanita cantik memakai kerudung berlesung pipi itu sangat cantik dan manis membuat siapa saja yang menatapnya merasa terkesima.


 


“Maaf, Tuan. Untuk saat ini sepertinya tidak ada, tim kami sudah melakukan yang terbaik untuk penanganan pasien,” ujarnya sambil memasang senyuman di wajahnya. “Hanya dengan memohon pada-Nya untuk segala sesuatu. Kun fayakun, apa yang terjadi maka akan terjadi atas kehendak-Nya, Tuan.” Jawabnya lagi memberikan sedikit pencerahan.

__ADS_1


 


Ziko tidak mengerti apa yang dimaksud oleh sang Dokter. Dia pun menyapu pandangan ke sekeliling rumah sakit, lalu beralih menatap Dokter itu dengan dalam. “Maaf, Dok. Saya tidak paham akan maksud Bu Dokter. Bisakah Ibu menjelaskan kepada saya?” tanya Ziko dengan sedikit ragu.


... ...


“Don't you believe in God?” tanya sang Dokter dengan raut wajah serius. “Sesungguhnya Allah adalah Maha Penolong. Percaya bahwa Tuhan itu ada, atas kuasa-Nya, apapun akan terjadi sesuai kehendak-Nya.” Jelas sang Dokter.


 


“Jika Anda tak percaya, rasakan sendiri kekuatan do’a, sesungguhnya Allah adalah Maha Segalanya, apa yang tidak mungkin bisa saja terjadi atas kehendak-Nya. Saya hanyalah seorang Dokter bukan ahli dalam menyembuhkan orang sakit. Tapi atas berkat dari-Nya saya bisa menolong orang sakit,” jelas Dokter.


 


“Maaf, Dok. Saya tidak percaya adanya Tuhan. Lalu apa yang harus saya lakukan? Apakah saya harus berdo’a meminta pertolongan sesuai apa yang anda katakan tadi, Dok? Sedangkan saya adalah seorang atheis.”


 


 


“Apakah diri yang sudah banyak membunuh, mencuri, bahkan telah banyak melakukan segala ke-khilafan ini masih pantas berjusud memohon ampun kepada Rabb-Nya, Dokter?” Butiran bening berhasil lolos dari kedua matanya, entah mengapa perkataan sang Dokter mengenai hati yang tidak percaya akan adanya Tuhan.


 


“Seperti yang saya katakan tadi, Tuan. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pemaaf dan Maha Segalanya. Kun fayakun, apa yang terjadi maka terjadilah atas kehendak-Nya.”


 


Menetes air mata jatuh deras mengenai kedua pipi, hati gersang jauh dari rasa percaya terhadap Tuhan-Nya setelah cobaan yang menimpa diri beberapa tahun silam membuatnya buta akan rasa sakit yang dia terima hingga tak mempercayai Pencipta-Nya sendiri.


 


“Sesungguhnya Surga itu akan ditempati oleh ahli maksiat yang ingin bertaubat, bukan orang sok suci namun pada akhirnya tersesat.”

__ADS_1


 


Ucapan itu bagaikan busur panah yang menujam ke hati seluruh anak buah Dave yang tengah berada di luar ruangan ICU menatap ke arah Dokter cantik di hadapan mereka.


 


“Hanya do’a lah yang mampu menyelamatkan laki-laki itu bukan tim medis, ataupun Dokter. Dokter hanya-lah perantara.”


 


Pada akhirnya semua kegelapan itu bersinar dengan sendirinya, kebenaran dan kepercayaan yang tak pernah dianggap nyata oleh mereka, kini di depan mata kepalanya langsung mereka mendapatkan sebuah hidayah melalui seorang wanita cantik yang menjadi Dokter di Rumah Sakit Islam Terbesar Di Turki.


 


Menyimpan dendam tidak akan membuat hidup menjadi lebih baik. Buanglah rasa dendam itu sejauh mungkin, dan dekatkan diri kepada Sang Pencipta, maka hidup akan jauh lebih baik.


 


Selama Allah yang tak hilang dari hidupmu, maka selama itu kau akan baik-baik saja.


 


Ketika kau kehilangan harta, itu belum seberapa. Ketika kau kehilangan ahlak, itu juga belum seberapa. Tapi, ketika kau telah kehilangan Allah, maka hidupmu akan didekatkan dengan orang-orang yang akan mengecewakanmu.


 


—Ending—


 


Terima kasih sobat atas dukungan untuk novel ini, sampai jumpa di novel selanjutnya, kawan! Jangan lupa baca novel Author satu lagi judulnya “Pengasuh Tuan Muda” sekarang sudah ending S1, S2 On-Going, itu adalah novel romance tanpa action punya Author untuk yang pertama. Thank you❤️🙏


 

__ADS_1


__ADS_2