Bos Mafia Jatuh Cinta

Bos Mafia Jatuh Cinta
Penjelasan Ziko


__ADS_3

Ziko membersihkan dengan teliti luka di bagian perut Alio, putra kesayangan Dave dan Cerin. Ia amat takut apabila salah langkah dalam mengobati luka di bagian perut Alio.


Dengan hati-hati, Ziko meraih perlatannya dengan lengkap, lalu mencoba mengeluarkan timah panas yang bersarang di perut Alio, laki-laki itu begitu teliti mengobati luka Alio.


Karena baginya, Alio sudah seperti putranya sendiri.


Dari dulu, Alio selalu bersaing dengan Alie, hingga akhirnya Ziko memilih untuk membesarkan Alio hingga berusia dua puluh tahun, setelah usia itu tiba, dengan berat hati Ziko mengembalikan Alio kepada orang tua kandungnya.


Bagaimanapun juga, Ziko tetap menyayangi Alie dan Alio tanpa membeda-bedakan.


Namun setelah perpisahan lama dengan saudara kembarnya, Alie menyayangi Alio.


Begitupula dengan Alio, ia menyayangi kakaknya—Alie.


Ziko telah bersumpah setia kepada Dave untuk mengabdikan diri, begitupula dengan Leo. Kedua pria itu sama-sama membujang hingga saat ini, tidak menjalin asmara dengan wanita manapun.

__ADS_1


BRAK!


Suara dentuman pintu dengan keras, ketiga orang pria membuat Ziko terperanjat kaget, ia memegangi gunting dengan alat lainnya. Sorot matanya begitu tajam menatap ke arah tiga pria itu.


“Kenapa Alio bisa terluka?!” tanya Dave dengan nada tinggi, seketika emosinya membara di dalam diri. Darahnya seakan mendidih.


Leo menatap Ziko dengan banyak pertanyaan, sorot mata ketiga pria itu mematikan, seperti menuntut banyak penjelasan kepada Ziko.


Ziko tak menjawab, pria itu kembali fokus untuk menyelamatkan keadaan Alio agar tak semakin parah, agar Alio segera pulih dan sembuh dari lukanya.


Pria itu yakin, pastinya Alio terjebak dalam persaingan bisnis, ataupun wanita. Feelingnya selalu benar, tetapi entahlah jika tebakannya kali ini benar atau tidak.


“Ayah, tenanglah! Paman mungkin membantu Alio. Paman tidak akan mungkin mencelakakan Alio, Ayah!” pinta Alie mencoba menenangkan sang ayah. Ia pun sama cemasnya dengan Dave.


Tetapi pria itu mencoba tenang, dan berpikir positif terhadap Ziko. Tidak akan mungkin Ziko mengkhianati mereka, apalagi sampai melukai Alio, Alio adalah anak yang dulu diasuhnya selama bertahun-tahun.

__ADS_1


Ketiga pria itu mendudukan diri di atas sofa ruang kesehatan, di mana menjadi ruang Ziko bekerja.


Mereka membiarkan Ziko menangani kondisi Alio lebih dulu, mereka tidak akan menghakimi Ziko sebelum tahu penjelasan dari Alio.


Alio tak akan mungkin berbohong mengenai penjelasan apa yang terjadi padanya.


...----------------...


Setelah melakukan pengoperasian di bagian perut Alio. Ziko telah memberikan obat tidur pada pria malang itu, ia membiarkan Alio untuk istirahat lebih dulu, agar kondisinya terjamin.


Ziko amat menyayangi Alio, baginya, Alio sudah seperti anak kandungnya. Tawanya, sedihnya, tangisannya, semua sudah seperti bagian dari diri Ziko, entah apa yang membuat Ziko begitu menyayangi Alio.


“Apa yang sebenarnya terjadi pada putraku?” pertanyaan itu kembali terlontar untuk Ziko.


Ziko menarik nafas dalam, membuangnya secara perlahan-lahan. Ia menatap netra mata bosnya itu dengan dalam, “Aku tentu tidak tahu dengan apa yang terjadi pada putramu, Bos. Dia datang kemari sudah dalam keadaan terluka di perutnya, satu kalimat yang diucapkannya padaku, tolong aku, plis. Hanya itu yang diucapkannya, kemudian Alio terjatuh dan tak sadarkan diri. Ya, mungkin karena kekurangan darah.”

__ADS_1


Dave menelan salivanya dengan berat, otaknya berpikir dengan keras. Siapa yang mencoba mengusik ketenangannya kali ini?


Akankah orang-orang terdekat ingin mengusik ketenangannya lagi? Selama bertahun-tahun, kehidupannya tak pernah diusik, kini kembali lagi seorang penyusup yang mencoba melukai putra bungsunya—Alio.


__ADS_2