Bos Mafia Jatuh Cinta

Bos Mafia Jatuh Cinta
Hanya Sampah!


__ADS_3

Dorr!


Alie membidik dengan tepat, membuat Dave kagum akan keahlian putranya satu ini, Alie. Yang usianya baru menginjak lima tahun. 


Kepintaran, dan ke-aktifan baby twins tak dapat diragukan lagi. Mereka begitu pintar dalam hal apapun, membuat Cerin dan Dave menjadi amat bangga.


“Kau hebat, Alie,” puji Dave memberikan tepuk tangan. 


“Tentu, Ayah. Karena aku adalah putramu,” ujarnya menunjukan barisan giginya.


“Ayah akan melarangmu untuk menyentuh senjata ke depannya. Senjata bukan untuk anak se-usiamu,” kata Dave dengan nada lirih.


Alie terdiam, matanya berkaca menatap binik mata sang ayah. Padahal, pria kecil itu amat ingin menguasai segala bidang persenjataan agar bisa melindungi ayah dan ibunya kelak ketika terjadi sesuatu.


“Tapi, Ayah—”


“Tidak ada tapi-tapian, Sayang. Ayah menyayangi kalian, Ayah tak ingin kalian berlarut dalam persenjataan.” Dave memegangi pipi Alie dengan gemas.


Pria kecil itu cemberut karena sang ayah akan melarangnya untuk terus melatih skil menembaknya. Padahal Alie sudah jatuh hati dengan menembak. Tapi amat disayangkan, ayahnya menentang.


“Jika Alie sudah tumbuh dewasa. Alie boleh, ‘kan, Menembak?” tanyanya dengan wajah gembira. Matanya bebinar senang.

__ADS_1


“Ayah tak melarangmu jika kau sudah tumbuh dewasa.” Dave mengacak-acak rambut putra satunya ini.


Pria itu menggendong Alie masuk ke dalam pelukannya, ia mengambil alih senjata yang ada di dalam genggaman tangan putranya. Lalu meletakkannya di sudut ruangan. 


Mereka berjalan meninggalkan ruang menembak, menuju ruang di mana Leo dan Alio berada, di dalam ruang perakit bom.


Entah mengapa, hanya Alio yang tertarik merakit bom waktu, sedangkan Alie menembak. 


Mereka mempunyai kepribadian berbeda. 


Meski terkadang perdebatan mereka membuat Dave dan Cerin tertawa. Yang mereka harap, semoga baby twins akan saling menyayangi, bukan bersaing untuk mendapatkan kasih sayang. Mereka selalu membagi cinta dan kasih yang sama. Tidak membedakan antara satu dan lainnya.


Kedua bola mata Dave memperhatikan Alio yang begitu fokus merakit bom waktu bersama Leo, otak yang dimiliki Alio jauh lebih di atas Alie. 


Alio masih fokus dengan pekerjaannya, ia mengabaikan perkataan Dave. Ia masih mencoba merakit sampai bisa, keinginannnya jauh lebih ingin tahu segala hal. Merakit bom waktu bukan perkara mudah, Dave akui hal itu.


Leo melirik Dave yang ada di samping Alio, “Biarkan dia fokus merakitnya.”


“Tentu. Aku akan membiarkannya bisa merakit bom waktu. Tapi mereka tidak akan selamanya kubiarkan mengenal persenjataan. Mereka juga perlu belajar hal lain, saat dewasa nanti, aku akan membiarkan mereka mengenalnya. Tidak sekarang.” Dave tersenyum menatap Alio.


Sesaat sudah beberapa menit, akhirnya Alio sudah menyelesaikan tugasnya dengan sempurna.

__ADS_1


“Paman, lihat ini! Aku sudah merakitnya dengan sempurna!” seru Alio memberikannya kepada Leo yang ada di sampingnya.


“Coba sini Paman lihat.” Leo mengambil alih dari tangan si kecil. “Sempurna.”


“Coba kemarikan, biar Ayah lihat hasilmu, Alio.” Dave memintanya dari Leo, ia memperhatikan bom waktu itu dengan teliti. “Kau sungguh pintar, Nak. Mungkin Pamanmu sendiri tidak bisa merakitnya.”


Alie mengambilnya dari tangan Dave, ia meremehkan hasil kerja Alio.


“Cih, apa ini? Tidak ada bagus-bagusnya, Ayah!” Alie mencibir kesal, ia menghempaskan bom waktu itu ke lantai.


Semua orang terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Alie. Begitupula dengan Alio.


Wajah si kecil Alio berubah memerah padam. Ia benci dengan Alie. Bom yang sudah dirakitnya dengan susah payah, kini hancur lebur dihempas oleh Alie ke permukaan lantai.


“Mengapa kau merusak milikku?” Alio menatap tajam ke arah saudara kembarnya yang ada di dalam pelukan sang ayah.


“Karena itu tidak bagus, Alio. Itu hanya sampah!” hinanya.


“Kau sungguh membuatku marah, Alie!” 


Dengan amat kesal, pria kecil itu memukuli Alie yang ada di pelukan Dave.

__ADS_1


“Alio, berhenti!” tegas Dave.


“Kau tidak lihat, Ayah? Dia menghancurkan milikku!” geram Alio.


__ADS_2