Bos Mafia Jatuh Cinta

Bos Mafia Jatuh Cinta
Bidikan Yang Tepat


__ADS_3

“Kau yakin akan bekerja denganku?” suara dingin pria itu keluar dari sudut bibirnya, ia menatap serius seorang wanita yang tengah duduk di hadapannya, aura mencekam memenuhi ruangan bawah tanah.


Wanita itu tersenyum tipis, kemudian melebarkan senyuman di raut wajahnya, “Tentu, Tuan. Kenapa tidak?”


Dave merasa ada yang aneh dengan wanita di hadapannya, ia merasa ada sesuatu yang menjanggal di hati, namun apa itu? Entahlah, ia tidak mengerti, rasa ragu menghantui dirinya untuk menerima wanita di hadapannya bekerja di markas sebagai seorang agen rahasia.


Agen rahasia, adalah pekerjaan yang tidak mudah, bisa dikategorikan sulit.


Sepertinya menerima wanita itu akan ia pertimbangkan secara dua kali, ia tidak ingin asal menerima orang baru untuk bekerja dengannya, Dave bukan manusia bodoh, yang memper-kerjakan orang tanpa tahu latar belakangnya.


“Aku akan memikirkannya kembali, aku tak bisa menerimamu sekarang, jika aku telah berpikir dengan matang, aku akan menghubungimu,” ucapnya dingin, Dave akan mencari tahu latar belakang wanita itu dengan teliti.


“Baiklah jika begitu, Tuan,” jawabnya tersenyum kecut, menatap wajah Dave yang begitu tampan, membuatnya terpukau.


“Tinggalkan biodatamu!” perintahnya tegas menatap wanita yang telah beranjak dari tempat duduknya.


Wanita itu dengan cepat mengeluarkan sebuah amplop bewarna cokelat dari dalam tasnya kemudian menyerahkannya kepada Dave, “Ini biodataku, Tuan.”

__ADS_1


“Baik, pergilah!” Dave menerimnya dengan cepat, lalu mengusir wanita itu dari hadapannya.


Kedua matanya begitu terganggu melihat kehadiran wanita berpakaian minim tersebut di hadapannya, ia benci wanita lain yang mencoba menggodanya dengan pakaian minim.


Ia ingin belajar setia bersama Cerin, ingin melengkapi sebuah cinta yang dulunya berawal dari kesalahpahaman dirinya pada Cerin, menebus rasa bersalahnya karena begitu ceroboh untuk mengambil sebuah tindakan.


Wanita itu melenggang pergi meninggalkan ruang bawah tanah bersama sang Asisten pribadinya-Leo.


“Aku benci wanita berpakaian minim selain istriku!”


Dave menggertakan giginya, kemudian meletakkan berkas itu di atas laci kerjanya, pria itu meninggalkan ruang bahwa tanah, ia hendak mencari keberadaan sang pujaan hati.


Kedua mata, kedua telinganya melihat dan mendengar suara timah panas melepas, ia tidak salah mendengar bukan? Akankah ia salah melihat manusia yang ada di dalam ruangan?


Itu benar-benar istrinya, ‘kan? Batinnya bertanya-tanya.


Dave masuk ke dalam ruang latihan mengendap-ngendap layaknya seorang pencuri, perlahan ia melihat keahlian sang istri dalam menembak, sepertinya Cerin bukan wanita biasa.

__ADS_1


Tembakannya tepat pada sasaran, akankah Cerin adalah ahli menembak? Pikirnya bertanya-tanya.


“Wow ... wow! Kau cukup hebat dalam menembak, Sayang!” puji Dave sambil memberikan tepuk tangan, mendekat ke arah Cerin.


Cerin kaget melihat kedatangan Dave tiba-tiba, membuatnya segera melepaskan helm dan meletakkan senjata api itu di atas meja ruangan, ia menatap heran ke arah Dave.


“Ada apa, Dave?” tanya Cerin masih dengan expresi kaget.


“Kau cukup hebat dalam menembak, apakah kau pernah menembak sebelumnya?” tanya Dave penasaran.


Cerin menggeleng dengan cepat, ia sama sekali belum pernah memegang senjata api, apalagi berlatih, “Tidak, Suamiku. Aku tidak pernah melakukannya, baru kali ini aku mencoba senjata api milikmu. Aku tak sengaja melintasi ruangan ini, dan aku begitu tertarik untuk berlatih senjata api.”


“Bidikan yang tepat, Sayang. Teruslah berlatih, kau memiliki bakat dalam menembak sepertinya. Mau aku ajarkan menembak?” tawar Dave tersenyum lebar menatap sang istri tercinta.


“Sepertinya lebih bagus itu, Dave. Ayo!” seru Cerin tersenyum menunjukan barisan gigi rapat miliknya bagaikan seekor kuda.


“Ayo!”

__ADS_1


Dengan semangat membara di dalam diri, pria itu mengajari istrinya menembak, agar bakat terpendam di dalam diri sang istri keluar. Ia yakin, Cerin memiliki bakat menembak yang terpendam.


Ia harap dengan ini, Cerin bisa menjaga dirinya sendiri kelak jika ada kejadian tak diinginkan terjadi, jika pria itu tidak ada di sisinya, atau sedang mengawasi kantor cabang di Luar Kota.


__ADS_2