
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan lupa untuk selalu kasih like, komentar, dan bintang 5. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 17
Azizah pergi ke sekolah PAUD Al-Huda di antar oleh Irwansyah. Pasangan suami istri itu terlihat sangat bahagia karena Azizah bisa langsung keterima di sekolahan tempat Oliv belajar. Bukan hanya mereka saja yang bahagia, Oliv juga senang saat tahu ibu sambungnya kini akan mengajar di sekolahnya.
"Kalau begitu mulai besok Oliv dan Ibu Azizah akan pergi dan pulang sekolah bareng," kata Oliv dengan senyum lebar menampilkan deretan gigi susu yang masih rapi.
"Bukannya setiap hari ayah mengantarkan kalian berangkat sekolah bareng?" Irwansyah menggoda putrinya sambil menggelitiknya.
"Iya, cuma berangkat saja. Tapi, tidak saat pulang sekolah. Kadang bunda dan Ayah yang menjemput. Meski Ibu juga kadang sesekali datang menjemput," ucap Oliv di sela kekehan tawanya karena merasa geli akibat ulah ayahnya.
"Iya, mulai sekarang kita bisa pergi dan pulang sekolah bersama-sama," ujar Azizah sambil tersenyum bahagia melihat tingkah suami dan anak sambungnya.
***
Mereka pun mengunjungi rumah orang tua Azizah dan memberi tahu kalau sekarang dia sudah punya tempat kerja yang baru. Sekolah yang lebih bagus dan gaji yang jauh lebih besar, serta tempatnya juga lebih dekat dari rumah suaminya.
"Alhamdulillah, kalau begitu kami juga ikut merasa senang," kata Pak Maulana dengan senyum dan matanya berbinar.
"Kakek, aku ingin memancing ikan," ucap Oliv sambil bergelayut pada Pak Maulana.
"Yuk, kita ke kolam ikan. Tunggu kakek bawa dulu pancingannya," ujar Pak Maulana sambil beranjak ke belakang rumah dan diikuti oleh Oliv juga Bu Rosyidah.
Kini hanya ada Irwansyah dan Azizah di ruang keluarga. Tentu saja Azizah tidak ingin menyia-nyiakan waktu yang dia punya saat hanya berduaan saja dengan suaminya. Sebagai seorang wanita pastinya ingin bermanja-manja dan dimanja oleh suaminya. Begitu juga dengan Azizah, dia langsung memeluk tubuh Irwansyah. Menghirup wangi tubuh suaminya dan kadang memberikan kecupan di pipi dan bibirnya.
"Bang, kapan kita akan menginap di sini?" tanya Azizah merajuk. Dia rindu saat suaminya hanya fokus dia, tidak disibukan dengan pikiran atau urusan yang lain.
"Nanti, jika kondisi Rela sudah stabil," jawab Irwansyah sambil membelai rambut Azizah yang kebetulan jilbabnya sudah dibuka tadi.
"Biasanya kondisi mbak Rela berapa lama saat mengalami morning sickness?" tanya Azizah.
"Biasanya trisemester pertama," jawab Irwansyah mengingat-ingat.
"Bukannya sekarang kehamilannya sudah empat bulan lebih, lebih tepatnya sembilan belas minggu," sahut Azizah.
__ADS_1
"Benar. Mungkin kondisi tubuh sekarang berbeda. Dulu dia masih muda saat hamil, sekarang dia hampir berkepala empat," balas Irwansyah.
Azizah merasa kalau sekarang keadaan Rela sudah jauh lebih baik dari bulan kemarin. Tapi, dia masih tidak bisa ditinggalkan oleh Irwansyah. Waktu jatah Azizah pun jadi tidak ada. Suaminya memang kadang menemuinya atau tidur sebentar dengannya karena harus menemani kakak madunya yang sedang hamil.
"Bang, aku juga sering kesepian jika malam hari. Sudah satu bulan lebih bahkan hampir dua bulan, Abang tidurnya bersama mbak Rela terus. Aku juga ingin saat hendak tidur dan bangun tidur ada Abang di sisiku. Padahal aku sudah mengalah pada mbak Rela dengan memberinya waktu lebih banyak dengan Abang. Masa jatah aku yang cuma tiga hari itu, diambil lagi sama mbak Rela. Kalau seminggu, sih, tidak apa-apa. Aku ikhlas. Tapi, ini hampir dua bulan. Aku juga ingin menghabiskan waktu bersama dengan Abang tanpa ada gangguan. Kwalitas waktu yang kita miliki pun tidak ada. Saat aku ingin bercinta dengan Abang saja hanya punya waktu sebentar dan terburu-buru. Jujur aku merasa tidak suka. Seharusnya Abang bisa adil sama aku dan mbak Rela. Aku juga istri Abang," ucap Azizah mengutarakan isi hatinya yang sudah dia pendam hampir sebulan ini.
Irwansyah tahu dalam hal ini Azizah banyak mengalah. Kalau sekali dua kali mungkin istri keduanya tidak masalah jika tidak tidur bersama. Namun, saat ini hampir dua bulan dan dia tahu kalau Azizah juga adalah wanita yang normal ingin diperhatikan, dimanja, dan disayang olehnya. Waktu yang hanya ada aku dan kamu, itulah yang diinginkan oleh Azizah saat ini.
"Ya, nanti aku akan bicara pada Rela," kata Irwansyah dengan senyum tipisnya dan Azizah merasa sangat senang.
***
Sementara itu, Rela saat ini sedang muntah-muntah di kamar mandi. Tidak ada siapa-siapa yang membantunya. Bahkan dia tadi ke sana dengan jalan terseok-seok. Mama mertuanya yang tidak kuat naik turun tangga, tidak tahu ke adaan ya saat ini.
Rela tidak bisa menelpon Irwansyah karena dia tahu saat ini suaminya itu sedang mengunjungi rumah mertua bersama istri mudanya. Jika, dia menghubunginya saat ini, takutnya dia di bilang mengada-ada. Seakan tidak mengizinkan suaminya mendatangi mereka.
Sudah 55 menit Rela duduk di kamar mandi. Dia sudah tidak kuat menggerakkan tubuhnya. Bahkan merangkak pun dia merasa sangat lemas. Meski semua makanan semua sudah di keluarkan dari perutnya, tetapi dia masih saja mual-mual sampai tidak ada lagi yang bisa dia keluarkan lagi.
'Ya Allah, beri aku kekuatan.' Hati Rela berharap dia bisa kuat untuk kembali ke tempat tidurnya.
Rela pun bergerak dengan ngesot menyamping agar perutnya tidak sampai tertindih. Jangan ditanya baju Rela saat ini, pastinya basah dan kusut.
"Halo, tolong kirim ambulans ke alamat …." Rela mengubungi rumah sakit yang ada di kecamatan dengan napas terputus-putus. Dia pun memberitahu kondisinya saat ini, agar nanti pihak medis bisa langsung naik ke lantai dua tempat kamar tidurnya.
***
Mendengar suara sirine mobil ambulans dan berhenti di depan rumah membuat Mama Fatonah kaget. Dia pun datang menghampiri petugas medis yang membawa brankar di halaman rumahnya.
"Ada apa ini, Pak?" tanya Mama Fatonah dengan wajahnya panik dan bertanya-tanya.
"Kami mendapat telepon dari ibu Rela, meminta bantuan untuk dibawa ke rumah sakit. Saat ini kondisinya tidak dalam keadaan baik, Bu," jawab petugas.
"Apa? Bagaimana bisa itu terjadi?" Mama Fatonah limbung untung salah satu tim medis berhasil menahan tubuhnya.
"Bu, Anda tidak apa-apa?" tanya tim medis yang memegang tubuh Mama Fatonah.
"Cepat tolong menantuku!" perintah Mama Fatonah dengan histeris.
__ADS_1
"Ada apa ini?" tanya Tante Rose yang baru saja pulang dari acara bergibah dengan tetangga yang tidak punya kerjaan bermanfaat.
"Katanya bu Rela sedang sakit di lantai atas dan tidak bisa bergerak," jawab salah satu tim medis yang menunggu di bawah sambil menjaga Mama Fatonah.
Tidak lama kemudian tim medis yang naik ke lantai atas tadi turun dengan membawa Rela yang dalam keadaan lemas.
"Kami menemukan Bu Rela sedang berbaring di lantai. Suhu tubuhnya juga sangat dingin," ucap tim medis yang sudah membawa Rela.
"Ya Allah, Rela! Kenapa kamu tidak bilang apa-apa sama mama?" Mama Fatonah ikut naik mobil ambulans.
Melihat ada mobil ambulans di depan rumah Irwansyah membuat para warga penasaran ada apa yang terjadi. Mereka berkumpul dan terkejut melihat Rela di bawa oleh tim medis.
"Jeng Rose, ada apa?"
"Iya, kenapa bu Rela dibawa oleh ambulans?"
"Apa dia sakit?"
Para tetangga sangat penasaran dengan apa yang sedang terjadi pada Rela. Selama ini mereka tidak tahu kalau Rela sedang sakit parah. Mereka tahunya kalau Rela sedang hamil muda dan butuh istirahat total.
"Dia pingsan dan berbaring di lantai. Dan kalian tahu apa yang sedang dilakukan oleh Irwan?" Tante Rose memulai provokasi.
"Memangnya ke mana Pak Irwan?" tanya salah seorang warga.
"Ya, tentu saja dia sedang bersenang-senang dengan istri mudanya. Kalian tidak tahukan kalau selama ini Irwan itu selalu menghabiskan waktu bersama. Azizah itu tidak mau mengalah pada Rela. Irwan lagi, dia lebih perhatian dan suka menghabiskan waktu dengan istri mudanya," jawab Tante Rose ingin merusak nama baik keluarga kakak sepupunya itu.
"Aku tidak menyangka kalau mereka seperti itu,"
"Iya. Ternyata penampilan mereka itu menipu."
'Bagus. Ini pembalasan untuk kalian yang sudah menghina dan merendahkan aku,' batin Tante Rose.
***
Bagaimana keadaan Rela dan bayinya? Apakah Irwansyah dan Azizah tahu keadaan Rela saat ini? Tunggu kelanjutannya, ya!
Sambil menunggu up bab berikutnya, yuk baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan seru, loh. Cus meluncur ke novelnya.
__ADS_1