Bukan Istana Impian

Bukan Istana Impian
Bab 29. Masa Lalu Mama Fatonah (2)


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan lupa untuk selalu kasih like, komentar, dan bintang 5. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 29


Masih Flashback


Fatonah kecil menatap wajah ayahnya yang mulai pucat pasi seakan sudah tidak ada lagi darah di dalam tubuhnya. Tangan kecilnya menyentuh wajah itu dan mengusap air hujan yang masih mengguyurnya meski sudah tidak terlalu besar.


"Ayah, sakit? Kita harus cepat pergi ke dokter," kata Fatonah dengan tatapan polos.


"Ayah ini … laki-laki kuat. Tidak akan mudah sakit. Kamu juga harus … jadi anak yang kuat dan tidak boleh cengeng," ujar ayah Fatonah dengan tersendat-sendat bicaranya. Saat ini kedua kakinya sudah tidak bisa merasa apa-apa lagi. Dadanya juga sangat sakit hanya mulutnya saja yang bisa dia gerakan.


Fatonah melihat mulut ayahnya bergerak tetapi tidak bisa mendengar apa yang dia katakan. Kedua tangan laki-laki itu yang diletakan di pinggir papan pun mulai bergerak dan jatuh ke lautan seiring tenggelam tubuhnya.


"Ayah …! Ayah …!" panggil Fatonah dengan tangannya yang kecil dan lemah, dia berusaha menggapai tangan ayahnya.


Fatonah kecil pun menangis karena ayahnya tidak muncul lagi ke permukaan, meski dia terus memanggilnya.


"Ayah, aku takut sendirian," ucap Fatonah diiringi isak tangis.


Kini Fatonah kecil sendirian terkatung-katung di tengah lautan. Meski sang Raja Malam juga sudah menampakkan dirinya. Belum ada yang bisa menemukan Fatonah. Dia juga sampai tidak sadarkan diri dan masih meringkuk di atas papan.


Angkatan laut berhasil menemukan Fatonah setelah menelusuri sampai ke lautan lepas. Mereka menemukan anak itu saat matahari baru terbit di ufuk timur. Kondisi tubuh Fatonah yang sangat lemah, langsung mendapatkan perawatan secara intensif di rumah sakit.

__ADS_1


Fatonah mendapatkan perawatan selama satu bulan lebih di rumah sakit. Paman Jono yang mengurus semuanya karena hanya dia, satu-satunya kerabat yang memiliki hubungan darah dengannya.


***


Setelah dinyatakan sembuh oleh dokter Fatonah baru bisa pulang. Dia meminta pamannya untuk tinggal bersama dengannya karena rumah miliknya terkena longsor. Selain itu, pamannya juga yang mengambil alih semua urusan perusahaan, pabrik, dan perkebunan milik keluarga ayahnya Fatonah. Paman Jono punya seorang istri, Tante Melly dan anak sambung, Mery, yang usianya dua tahun lebih muda dari Fatonah. Anak itu sudah dianggap adik juga olehnya.


Sikap Paman Jono itu baik dan polos sehingga mudah dikibuli oleh orang-orang terdekatnya. Berbeda dengan istrinya yang matre dan suka hidup mewah. Dia bersenang-senang dengan menggunakan harta milik Fatonah. Hasil kerja keras para leluhur Fatonah habis oleh wanita ini dan putrinya. Apalagi saat anak dari Paman Jono lahir, Jasmine, saat Fatonah baru masuk ke SMP. Mereka kerap liburan ke luar negeri dan membuat pesta ulang tahun besar-besaran karena Yasmine adalah putri yang selalu mereka harapkan kehadirannya selama bertahun-tahun membina rumah tangga. Sementara itu, saat Fatonah ulang tahun dirayakan secara sederhana. Alasannya yang dibuat oleh Tante Melly adalah Fatonah anak yatim piatu, jadi harus berbagi dengan anak panti asuhan yang sama-sama tidak punya orang tua. Hanya pamannya saja yang memberikan kado ulang tahun untuknya.


Seiring berjalannya waktu, harta milik keluarga Fatonah semakin menipis. Bahkan Pamannya terpaksa menjual aset-aset harta milik Fatonah. Mulai dari pabrik teh yang didirikan oleh kakeknya semasa kolonial Belanda. Lalu, perkebunan kelapa sawit, yang ada di Sumatera dan selanjutnya perkebunan karet. Sampai tidak bersisa perkebunan keluarga yang ada di seberang pulau itu.


Meski begitu gaya hidup Tante Melly dengan kedua anaknya tidak berubah. Untuk memenuhi kebutuhan anak dan istrinya, lagi-lagi Paman Jono mengikuti saran dari sang istri untuk menjual perkebunan teh dan sayuran. Kini harta yang Fatonah punya tinggal rumah dan pabrik kertas. Itu dikarenakan pabrik ini masih memberikan pemasukan yang sangat besar. Di rumah juga sudah tidak ada lagi pembantu, semua pekerjaan dilakukan oleh Fatonah.


Sampai suatu hari saat Fatonah berusia 19 tahun dan duduk di bangku kelas 3 SMA. Terjadi kebakaran besar di pabrik kertas miliknya. Banyak orang yang jadi korban keganasan si jago merah. Salah satunya Paman Jono. 


Kebakaran ini diduga karena kecerobohan seorang karyawan dapur yang lupa mematikan kompor. Ditambah cuaca hari itu panas dan angin sering berhembus dengan kencang, membuat api itu menjalar dengan cepat. 


"Kasihan sekali anak yang ada di dalam perut aku ini. Akan terlahir tanpa tahu ayahnya. Bagaimana ini Ona?" Tante Melly menangis tergugu saat pemakaman suaminya.


"Aku juga tidak berharap kejadian ini akan terjadi, Tante. Aku juga menyayangi paman. Aku merasa sangat kehilangan," balas Fatonah dengan derai air mata.


Mau tidak mau Melly harus membawa Fatonah dengan dirinya. Itu sebenarnya untuk dimanfaatkan saja. Setelah lulus sekolah yang memang sudah dekat waktunya saat itu, Fatonah tidak bisa melanjutkan kuliah. Dia bekerja di pabrik sabun dan uang hasil kerjanya diberikan kepada tantenya. Dia juga dipaksa selalu ambil waktu lembur sebanyak mungkin agar bisa dapat gaji yang banyak.


Di pabrik inilah dia berkenalan dengan Ardhana Wijaya. Mereka pun menikah dan Fatonah ikut bersama suaminya. Meski begitu dia masih berhubungan baik dengan keluarga Tante Melly. Bahkan dia juga masih mengirimkan uang kepadanya tiap bulan. Tante Melly meminta Fatonah untuk tanggung jawab atas hidup anak pamannya yang terlahir sebagai piatu itu. Bahkan saat Tante Melly akan meninggal pun dia meminta Fatonah untuk selalu menjaga dan melindungi Yasmin dan Rose yang paling utama. Sepeninggalan Tante Melly, ketiga anaknya, Mery, Yasmin, dan Rose ikut dengan Fatonah sampai mereka menikah dan ikut suaminya.


Rose adalah saudara yang menikah paling akhir karena dia memang yang paling bungsu. Dia menikah dengan seorang pengusaha batu bara dan hidup terjamin.

__ADS_1


Flashback off.


***


"Begitulah cerita kenapa mama tidak bisa mengusir Tante Rose. Karena dia sudah janji kepada tiga orang. Yaitu ayahnya, pamannya, dan tantenya. Meski kelakuan tante Rose itu sering bikin mama jengkel. Walau begitu bagi tante Rose, mama adalah sosok kakak yang paling baik dan selalu mengerti dirinya. Jika terjadi sesuatu apa-apa padanya, dia juga selalu bilang sama mama paling duluan. Mau itu kabar baik atau buruk. Memang mulut dia itu pedas, tapi dia akan benar-benar menunjukan kasih sayang kepada orang yang menurutnya patut untuk mendapatkan hal itu darinya," jelas Irwansyah.


"Entah kenapa kalau tante Rose itu tidak suka sama aku. Makanya dia selalu menggunjingkan aku dengan para tetangga. Hari itu juga dia menjegal kaki aku sehingga air panas yang di dalam poci tumpah menyiram mama," ucap Azizah dengan lirih.


"Jika nanti kamu tinggal di rumah terpisah tidak akan ada yang berusaha menyakiti dan melukai kamu," lanjut Irwansyah.


"Bang, bukannya itu tante Rose?" Azizah menunjuk seorang wanita yang dandanannya galmor.


"Iya. Sedang apa dia di sana?" Irwansyah pun memelankan laju mobilnya. Dia ingin melihat apa yang sedang diperbuat oleh tantenya itu.


***


Aku mau cuap-cuap sedikit, ya. 😊


Aku buat novel ini karena terinspirasi dari kisah nyata seseorang. Di mana nasib wanita itu menimpa juga terhadap 2 saudara aku, yang sama-sama harus kehilangan rahim mereka. Padahal masih gadis dan menantikan hari pernikahan yang sudah direncanakan jauh-jauh hari. Dia pacaran belasan tahun semenjak SMP. Kedua keluarga juga sudah merancang pernikahan mereka (aku buat kisah mengharu biru saudara aku ini dalam sebuah cerpen dan sudah di cetak. Jika penasaran bisa di beli di sho_pee). Alhamdulillah dia akhirnya ada laki-laki bujang yang bersedia menikah dengannya yang insha Allah akan digelar akhir tahun ini. Mereka menikah karena ingin menyempurnakan agama, bukan untuk memiliki keturunan. Keluarga laki-laki tahu kalau saudaraku tidak akan bisa memberikan mereka keturunan, semua menerimanya.


Satu lagi saudara aku yang harus berulang kali mengalami kegagalan saat ada seseorang yang ingin meminang dirinya lantaran tidak akan bisa memberikan keturunan. Normalnya pastilah laki-laki itu ingin punya anak untuk generasi penerus.


Bersyukur kalian yang begitu mudah dapat jodoh. Apalagi jodoh yang Sholeh, setia, dan menerima dirimu apa adanya.


Perihal poligami, aku mengenal beberapa orang yang menjalaninya. Kehidupan rumah tangga mereka berbeda-beda. Aku lihat, aku amati, dan aku cermati dari curhatan-curhatan mereka, kehidupan rumah tangga itu tergantung niat awal mereka rela menjalani poligami. Ada yang karena tidak bisa punya anak, dia merelakan suaminya menikah lagi dengan catatan anaknya akan menjadi miliknya dan dia yang akan mengurus semuanya. Ada yang menikah karena laki-laki itu seorang konglomerat (pesta pernikahan 7 hari. uang sawer ratusan juta). Ada yang karena kebaikan dan perhatian yang diberikan oleh laki-laki itu sehingga si wanita jatuh cinta dan rela di madu, anak si istri tua tidak mau dong harta ayahnya jatuh ke istri muda jika orang tuanya mengajukan perceraian (Rame banget kisah mereka, dekat rumah soalnya). Ada juga yang karena kasihan pada laki-laki yang istrinya sudah tidak bisa apa-apa dalam mengurus rumah tangga mereka, sehingga dia bersedia dipoligami. Satu hal yang perlu di garis bawahi, pelaku poligami itu bukan penjahat jika diniatkan untuk menegakan agama. Tidak ada yang salah itu diperbolehkan dalam agama Islam. Dari pada zina, selingkuh, dan itu yang baru disebut celup sana celup sini. Aku rasa tidak etis jika seorang istri yang sah di mata hukum agama dan negara di sebut sebagai ja_lang. Lalu, sebutan yang pantas untuk para wanita selingkuhan dan pela_cur asli apa dong? Aku harap teman-teman bisa mengambil nilai dari setiap novel/cerita yang kalian baca. Banyak author yang ingin menyampaikan suatu nilai kebaikan dalam karya mereka. Meski banyak juga yang tidak memikirkan hal itu, yang penting dia suka-suka buat cerita. Aku termasuk orang yang menulis dengan tujuan ingin menyampaikan nilai suatu kebaikan. Bahkan di karya Fantasi aku yang dasarnya itu genre halu banget dan mustahil terjadi di dunia nyata.

__ADS_1


Terima kasih sudah mau membaca karya aku. Semoga kebaikan selalu menyertai kita semua.


__ADS_2