
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan lupa kasih like, komentar, dan bintang 5. Semoga hari ini kalian diberikan kemudahan rezeki dan sehat selalu.
****
Bab 32
Hari itu Azizah pergi ke sekolah bersama Oliv dengan mengendarai sepeda motor. Saat dalam perjalanan, tiba-tiba saja ada pengendara motor yang lain dan menyenggol motor yang dikendarai oleh Azizah. Akibatnya motor itu oleng sehingga keduanya jatuh dari motor ke jalanan aspal.
"Kyaaak!" teriak Azizah dan Oliv bersama saat mereka jatuh.
Tubuh keduanya terseret beberapa meter. Sementara itu, pengendara motor tadi langsung kabur. Untungnya ada beberapa pengendara lain yang langsung memberhentikan kendaraannya dan menolong Azizah beserta Oliv. Sebagian lagi ada yang mengejar pengendara motor yang sudah menabrak itu.
"Cepat bawa mereka ke Puskesmas terdekat!" teriak seorang laki-laki yang menggotong tubuh Oliv yang bersimbah darah.
Ada dua orang laki-laki menggotong tubuh Azizah dan memasukkan ke dalam mobil. Begitu juga dengan Oliv yang dipaku oleh laki-laki.
Jarak di tempat kejadian perkara ke Puskesmas hanya beberapa puluh meter saja. Keduanya pun dengan cepat mendapatkan pertolongan pertama.
Azizah mendapatkan luka di tangan dan kakinya banyak sekali luka gores dan memar yang dia dapatkan. Sementara itu, Oliv kepalanya yang mengalami luka parah, karena helm yang dia pakai terlempar dan kepalanya membentur aspal. Gadis kecil itu dibawa ke rumah sakit yang ada di kota.
Kabar kecelakaan yang menimpa Azizah dan Oliv membuat Irwansyah dan Rela terkejut sekaligus panik. Mereka pun langsung mendatangi Puskesmas dan pergi ke rumah sakit kota untuk memeriksakan keadaan kepala Oliv.
Dalam perjalanan itu Rela terus berdoa, agar tidak terjadi sesuatu yang membahayakan terhadap Oliv. Air mata dia pun tidak berhenti keluar dari mata indahnya.
"Ya Allah, semoga putriku baik-baik saja." Doa Rela dengan sangat lirih.
"Insya Allah, Oliv akan baik-baik saja," kata Irwansyah sambil memeluk tubuh Rela.
***
Sementara Irwansyah dengan Rela, pergi ke rumah sakit kota. Azizah masih berada di Puskesmas bersama dengan kedua orang tuanya. Sebenarnya dia ingin pulang ke rumah, tetapi tadi Irwansyah mintanya untuk dirawat di sana dahulu. Takut ada efek dari kecelakaan tadi padanya. Meski menurut dia tidak terjadi sesuatu yang membahayakan nyawanya. Ternyata pada punggung Azizah muncul memar-memar dan dokter pun langsung memberikan salep.
"Kamu menginap saja semalam di sini," kata Pak Maulana kepada Azizah.
__ADS_1
"Saya inginnya pulang ke rumah, Pak. Jika sudah habis cairan infus ini," balas Azizah.
"Apa putri kami boleh pulang, dokter?" tanya Ibu Rosyidah kepada dokter yang sedang menangani Azizah.
"Boleh. Hanya saja jangan lupa diminum obatnya dan jika terjadi sesuatu, misal pusing atau muntah-muntah. Langsung datang ke dokter atau rumah sakit," jawab dokter itu.
Azizah pun berada di Puskesmas sampai tengah hari. Kemudian dia pulang ke rumah diantar oleh kedua orang tuanya.
***
"Lihatlah, Kak! Karma sudah berjalan pada penghuni rumah ini. Apa yang Kakak perbuat terhadap aku, langsung mendapat balasannya." Tante Rose bicara kepada Mama Fatonah dengan nada sini dan tatapan mata yang meremehkan.
Azizah yang merasa bersalah pun hanya bisa menundukkan kepala. Saat ibu mertua menatap tajam pada dirinya. Dia juga tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk menimpa dirinya dan keluarga suaminya.
"Dalam Islam tidak ada karma," kata Pak Maulana dengan lembut.
"Adanya takdir baik maupun buruk, yang menjadi qada dan qadar terjadi pada kita," lanjutnya lagi.
Mama Fatonah pun langsung pergi ke kamarnya sendiri. Dia saat sedang marah terhadap Azizah. Menurutnya gara-gara menantunya itu, Oliv kini mengalami koma.
"Kamu harus bersabar dengan semua ini," kata Pak Maulana kepada Azizah.
"Iya, Pak."
Malam itu pun Pak Maulana dan Ibu Rosidah menginap di rumah Irwansyah. Untuk menjaga Azizah dan juga nama Fathonah beserta Ukasyah. Tadi siang Irwansyah menitipkan mereka semua kepada kedua mertuanya itu.
***
Rela sejak tadi terus menangis, apalagi saat melihat keadaan Oliv yang kini berbaring koma. Dia pun tidak bisa tidur malam ini.
Irwansyah mencari tahu siapa yang sudah menabrak istri dan putrinya. Dia menyuruh dua orang pegawai di toko untuk mencari informasi. Siapa orang yang sudah melakukan hal ini. baginya hal ini bukan kecelakaan yang tidak disengaja, melainkan kejahatan yang sudah direncanakan.
Menurut reaksi mata, orang yang mengendarai motor itu, sengaja menendangkan kakinya pada motor yang sedang di tumpangi Azizah beserta Oliv. Sampai keduanya jatuh terseret di jalan aspal. Orang-orang yang mengejar motor itu pun kehilangan jejak saat di tengah pengajaran mereka.
__ADS_1
"Bang, sebaiknya kita lapor ke polisi. Aku merasa ini kecelakaan yang disengaja. Walaupun bukan disengaja, orang itu sudah melakukan tabrak lari," ucap Rela dengan geram.
Melihat istrinya yang jarang marah itu sampai berkata seperti ini, membuat Irwansyah merasa yakin kalau Rela saat ini sedang terluka hatinya dan sangat marah.
"Abang pun memikirkan hal ini. Kalau besok pagi pelaku tidak ditemukan, abang akan langsung melaporkan pada polisi. Kebetulan kamera CCTV yang ada di kantor kecamatan menangkap kejadian tadi," kata Irwansyah.
Tadi siang semua dalam keadaan kacau, sehingga dia tidak sempat melaporkan kejadian hal ini kepada polisi. Selain itu tidak ada warga juga yang melaporkan kecelakaan itu kepada polisi. mungkin karena kantor polisi jaraknya agak jauh dari tempat kejadian. Biasanya jika ada kecelakaan seperti ini polisi selalu bertindak cepat.
***
Pagi harinya keadaan Oliv masih belum sadarkan diri. Tentu saja Rela dan Irwansyah masih dalam keadaan sedih melihat keadaan putrinya yang tidak berdaya.
Setelah sarapan Azizah datang menjenguk ke sana bersama dengan kedua orang tuanya. Dia semalaman tidak bisa tidur karena terus memikirkan keadaan Oliv.
"Bang, bagaimana keadaan Oliv saat ini?" tanya Azizah begitu dia sampai di depan ruang ICU.
"Dia masih belum sadarkan diri. Aku sungguh tidak tega melihatnya saat ini," jawab Irwansyah dengan tatapan mata yang sendu terlihat jelas kesedihan dalam pancaran matanya.
"Azizah apa kamu tahu siapa orang yang sudah mencelakai kalian kemarin?" tanya Rela.
"Aku tidak tahu Mbak, karena kejadiannya berlangsung begitu cepat. Bahkan aku pun tidak sempat melindungi Oliv," jawab Azizah dengan rasa penuh penyesalan. Bahkan plat nomor pelaku penabrakan itu pun dia tidak sempat melihatnya.
"Apakah ini perbuatan dari seseorang yang tidak suka terhadap keluarga kita?" lanjut Azizah bertanya kepada Rela dan Irwansyah.
Rela dan Irwansyah pun saling berpandangan. Tiba-tiba saja terlintas dalam pikiran mereka sosok yang sedang berseteru dengan keluarganya. Namun, mereka tidak mau bersuudzon kepada orang lain.
***
Apakah Tante Rose ada hubungannya dengan kecelakaan yang dialami oleh Azizah dan Oliv? Tunggu kelanjutannya, ya!
Sambil menunggu up bab berikutnya, yuk baca juga karya aku yang lainnya.
__ADS_1