Bukan Istana Impian

Bukan Istana Impian
Bab 37. Kekecewaan Irwansyah


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, kasih like, komentar, dan bintang 5. Semoga hari ini kalian bahagia dan dimudahkan rezekinya.


***


Bab 37


Tante Rose pun bergegas pergi menjauh dari tokoh Irwansyah. Dia pergi ke bank untuk mencairkan uang di cek itu. Dia sangat terburu-buru sampai lupa meninggalkan handphone miliknya di atas meja teller bank dan ditemukan oleh pihak keamanan di sana.


Setelah selesai melakukan pencairan uang cek itu, Tante Rose pun bergegas pergi dari bank itu karena takut ketahuan dengan cepat kalau tanda tangannya sudah dipalsukan. Bahkan teriakan panggilan satpam tidak dia hiraukan.


Dia masuk ke sebuah taksi dan pergi menuju ke rumah temannya, yang sudah melaporkan dirinya ke polisi. Sebelumnya, Tante Rose sudah membuat janji dengan mereka bertiga dan pengacaranya. Mereka akan mencabut kembali gugatan itu, jika Tante Rose berhasil mengembalikan uang yang telah ditipu olehnya dan Baharuddin, dulu.


"Karena aku juga merupakan korban penipuan. Jadi, aku minta dari 450 juta yang kalian minta itu menjadi 300 juta saja yang perlu aku kembalikan. Apa kalian setuju?" tanya Tante Rose bernegosiasi dengan ketiga wanita itu.


Ketika wanita itu saling melihat satu sama lain. Seolah mereka berbicara melalui tatapan mata dan sedang meminta pendapat dapat menyetujui atau tidak. Ketiganya pun saling mengangguk tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.


"Tidak mau. Kami menginginkan semua uang itu kembali," ucap wanita berbaju merah menolak keinginan Tante Rose.


"Iya. Enak saja kamu mau mengurangi uang milik kami," lanjut wanita berbaju merah muda.


Mendengar keinginannya ditolak, Tante Rose merasa sangat kesal. Dia pun memutarkan matanya dan mendengus. Dia paling tidak suka ketika orang itu tidak bisa diajak negosiasi.


"Ya, setidaknya kalian harus bisa mengurangi dari jumlah 450 juta itu. Karena aku juga korban dan tidak punya uang sebesar itu," ucapkan terus dengan tatapan memohon.


Lagi-lagi ketiga wanita itu saling melihat satu sama lain. Kali ini ketiganya memberikan anggukkan, tanda setuju.


"Baiklah kami akan mengurangi dari 450 juta itu menjadi 420 juta," balas wanita berbaju kuning.


"Bagaimana kalau 400 juta saja," tawar Tante Rose sambil mengacungkan keempat jari tangannya.


Ketika wanita itu pun saling melihat satu sama lain lagi. apakah mereka setuju dengan keinginan Tante Rose. Wanita berbaju merah pun mengangguk dan diikuti oleh kedua teman lainnya.

__ADS_1


"Baiklah, kami akan menerima uang 400 juta itu," kata si wanita berbaju kuning lagi.


"Jangan minta dikurangi lagi," ucap wanita berbaju merah saat melihat Tante Rose membuka mulutnya.


Akhirnya, selesai sudah kesepakatan antara Tante Rose dan ketiga wanita itu. Dia membayar mereka sebanyak 400 juta dan laporan kepada polisi pun telah dicabut oleh pengacara mereka. Dengan ini Tante Rose sudah terlepas dari tuduhan tersangka pelaku penipuan.


***


Sementara itu, Irwansyah yang ada di rumah, sedang berhadapan dengan dua orang polisi. Dia menjawab beberapa pertanyaan dari salah seorang polisi yang kini duduk di sofa di hadapannya.


"Terima kasih atas kerjasamanya Pak Irwansyah. Maaf kami sudah mengganggu waktu Anda," kata polisi itu sambil berdiri, lalu menjabat tangan Irwansyah.


"Tidak apa-apa, Pak Polisi. Saya justru merasa sangat malu karena salah satu kerabat kami sudah melakukan perbuatan yang telah melanggar hukum," balas Irwansyah saat membalas jabatan tangan dari polisi itu.


***


Sore harinya Irwansyah sangat terkejut saat membaca sebuah pesan dari m-banking. Ada laporan penarikan uang sebesar rp150.000.000 pada hari itu. Sementara dirinya sendiri tidak pernah melakukan hal ini. Lalu, dia pun menghubungi pihak bank dan menanyakan kapan dia melakukan penarikan uang itu. Seingatnya hari ini dia tidak melakukan transaksi apapun lewat bank.


^^^"Ada pencairan uang lewat yang dilakukan pada pukul 13:30:00 siang hari tadi. CCTV juga merekam transaksi itu terus orang yang sudah melakukan pencairan cek adalah seorang wanita dan kebetulan handphonenya terus tinggal di meja teller kami."^^^


"Baiklah saya akan ke sana sekarang juga."


Irwansyah segera bersiap-siap dan ganti baju. Dia akan pergi ke bank karena sebentar lagi waktunya bank itu akan tutup.


"Bagaimana, Bang? Apa sudah ketemu pelakunya?" tanya Rela menatap suaminya dengan sarat akan kecemasan.


"Katanya ada seorang wanita yang sudah mencairkan cek atas nama aku," jawab Irwansyah.


"Astaghfirullahal'adzim. Hati-hati, Bang. Jangan ngebut di jalan. Jika uang itu memang sudah menjadi rezeki milik kita, pasti akan kembali. Namun, jika bukan, semoga Allah menggantinya dengan yang lebih banyak lagi," ucap Rela.


Irwansyah pun pamit dan pergi ke bank seorang diri. Dia tidak mungkin mengajak Rela sedangkan Azizah sedang berada di rumah kedua orang tuanya.

__ADS_1


***


Begitu sampai pihak bank sudah menunggu Irwansyah. Mereka sama-sama melihat rekaman CCTV yang ada di ruang tempat nasabah bank melakukan transaksi. Irwansyah bisa mengenali wanita itu adalah Tante Rose.


"Bagaimana, Pak? Apa Anda mengenali wanita ini?" tanya Manajer Bank kepada Irwansyah sambil menunjukkan rekaman wajah Tante Rose.


"Iya, saya mengenali wanita ini. Dia adalah adik sepupu mama saya," jawab Irwansyah.


Dada Irwansyah bergemuruh saat tahu kalau tantenya sendiri, 'lah yang sudah mencuri uangnya. Dia sudah tidak bisa mentolerir lagi perbuatan tantenya itu, dari waktu ke waktu semakin menjadi.


"Pak, wanita itu juga meninggalkan handphonenya," ucap salah seorang keamanan sambil menyerahkan handphone milik Tante Rose.


"Terima kasih, Pak," balas Irwansyah saat menerimanya dan dia tahu handphone itu memang memiliki Tante Rose.


***


Setelah pulang ke rumah Irwansyah pun menceritakan apa yang sudah terjadi di bank kepada Rela dan Mama Fatonah. Dia sangat marah dan kecewa atas perbuatan Tante Rose saat ini.


"Sungguh terlalu si Rose itu! Dia sudah menumpang hidup di sini dan diberi uang setiap bulannya. Masih saja mencuri uang kamu," kata Mama Fatonah dengan geram.


"Ikhlaskanlah, Bang. Semoga Allah mempermudah rezeki untuk keluarga kita kedepannya lagi," kata Rela menenangkan hati Irwansyah sambil mengusap-usap dadanya.


"Aku tidak mempermasalahkan uangnya saat ini.  Tetapi, perbuatan Tante Rose yang semakin menjadi-jadi dan sulit dikendalikan," ujar Irwansyah.


Di saat mereka sedang berkumpul, Tante Rose pulang dengan wajah polosnya. Seakan dia tidak pernah melakukan kejahatan apapun.


"Kenapa kalian melihatku seperti itu?" tanya Tante Rose.


***


Apa yang akan dilakukan oleh Irwansyah terhadap Tante Rose kali ini? Apakah dia akan mengusirnya? Atau tetap membolehkan tinggal di rumahnya? Tunggu kelanjutannya, ya!

__ADS_1


Sambil menunggu up bab berikutnya, yuk baca juga karya aku yang lainnya. Lagi seru-serunya, loh. Cus ke karyanya.



__ADS_2