Bukan Istana Impian

Bukan Istana Impian
Bab 30. Tante Rose Terkena Masalah


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan lupa untuk selalu kasih like, komentar, dan bintang 5. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu


***


Bab 30


"Bang, itu bukannya Tante Rose?"


"Iya. Sedang apa dia di sana?"


Terlihat kalau Tante Rose sedang berbicara dengan tiga orang wanita. Dia seperti sedang mendapat perundungan dari mereka bertiga.


"Bang, kita ke sana." Azizah pun turun dari mobil di ikuti oleh Irwansyah.


"Tante Ros, ada apa ini?" tanya Azizah sambil menahan tubuh Tante Rose yang akan terjatuh ke tanah.


Ketiga wanita itu pun terkejut saat melihat ada Azizah dan Irwansyah datang ke sana. Wajah mereka terlihat sangat emosi dengan mata melotot dan napas yang berat.


"Maaf, sebenarnya apa yang sedang terjadi di sini?" tanya Irwansyah sambil menatap kepada ketiga perempuan yang berdiri di depannya.


"Pak Irwansyah, Tante Anda ini telah menipu kita bertiga," jawab seorang wanita yang memakai baju merah.


"Iya. Dia telah menipu kita dengan menjual barang palsu kepada kita," lanjut wanita berbaju pink.


"Kalau dia tidak mengembalikan uang kita. Maka, jalur hukum yang akan kita tempuh." Wanita berbaju kuning menunjuk ke arah Tante Rose.


Irwansyah dan Azizah sangat terkejut mendengar ucapan ketika wanita itu. Mereka tidak mengerti dengan maksud dari penipuan yang telah dilakukan oleh tentara kepada ketiganya.


Irwansyah menatap ke arah Tante Ros, meminta penjelasan darinya atas apa yang sudah dia perbuat kepada tiga orang itu. Dia tidak suka jika ada sekeluarganya yang memiliki masalah dengan orang lain. Apalagi ini gara-gara uang, hal yang sangat sensitif bagi kebanyakan orang.

__ADS_1


"Bicaralah Tante Ros, apa yang sudah kamu perbuat dan membuat mereka bertiga marah kepadamu!" titah Irwansyah dengan suara yang tegas dan tatapan yang dingin.


Mata Tante Rose terlihat berkaca-kaca dengan bibir yang bergetar dia pun mulai bercerita.


"Tante bekerja sama dengan seorang teman. Dia menawarkan perhiasan set yang harganya ratusan juta. Lalu, tante tawarkan kepada mereka karena perhiasan itu sangat bagus dan harganya murah. tante tidak tahu kalau perhiasan itu adalah palsu atau hanya barang imitasi," ucap Tante Rose dengar suaranya yang bergetar dan air mata mulai jatuh luruh membasahi pipinya yang mulus.


Mendengar perkataan tantenya itu, Irwansyah hanya bisa menarik napas dan menghembuskan dengan kasar. Dia tahu berapa kira-kira uang yang harus tantenya ganti kepada para korban.


"Pokoknya kita minta uang itu dikembalikan!" ucap wanita berbaju merah.


"Iya. Kamu harus kembalikan uang kami, jika tidak mau dipenjara," sahut wanita berbaju pink.


Tante Rose panik karena ketiga orang itu terus mendesak dirinya untuk mengembalikan uang mereka. Maka dia tidak punya jalan lain selain meminta bantuan pada Irwansyah.


"Irwan, tolong bantu Tante untuk mengganti uang mereka." Tante Rose memohon pada keponakannya.


"Berapa total uang milik mereka?" tanya Irwansyah.


Mendengar jumlah uang yang harus diganti oleh Tante Rose, membuat Azizah dan Irwansyah tercengang. Keduanya tidak menyangka kalau jumlahnya begitu sangat besar sekali.


"Tante, uang sebanyak itu kau kenakan?" tanya Irwansyah memekik.


"Ya ... tentu saja tante kasihkan uang itu ke pemilik barang. Tante hanya membantu menjual dan mendapat sedikit komisi darinya," jawab Tante Rose dengan terisak.


"Siapa orang itu? Tante dan yang lainnya bisa menuntut kepada dia," tanya Irwansyah.


"Dia adalah Baharudin dan tinggal di pulau seberang," jawab Tante Rose.


"Kalau begini, ini namanya kasus penipuan berencana," ucap wanita berbaju kuning.

__ADS_1


"Pokoknya saya tidak mau tahu! Uang itu harus segerakan kembalikan kepada kami." Wanita berbaju merah nyolot pada Tante Rose.


"Sebaiknya kita bicarakan ini di rumah atau di tempat pribadi. Jangan di tempat umum seperti ini," kata Irwansyah dan mau tidak mau yang lainnya menuruti.


***


Begitu Irwansyah pulang ke rumah dia menceritakan apa yang sudah terjadi pada Tante Rose kepada Mama Fatonah. Tentu saja hal ini membuat terkejut dan marah dia.


"Rose, kamu ini jangan ceroboh! Kamu ini tidak ahli dalam segala hal tentang perhiasan. Seharusnya kamu tanya-tanya dulu sama yang ahlinya."


Mama Fatonah terlihat sangat jengkel akan kelakuan sepupunya ini. Hal ini bukan pertama kali terjadi. Rose pernah beberapa kali melakukan hal seperti ini. Membeli tas mahal dengan harga ratusan juta, ternyata itu barang palsu. Hal ini memicu pertengkaran dengan iparnya. Jual beli tanah yang berujung di pengadilan dan tentu semua dibereskan oleh suaminya.


"Lihat sekarang! Kalau sudah seperti ini, apa yang akan kamu lakukan?" Mama Fatonah sangat gusar.


Tante Rose hanya diam menunduk. Dia tidak mau kalau sampai dipenjara. Namun, dia juga tidak punya uang untuk mengganti kerugian pada ketiga temannya itu.


"Tante, ini kejadiannya sejak kapan?" tanya Irwansyah karena orang-orang tadi bukanlah warga sini. Mereka berasal dari luar kota.


"Satu tahun yang lalu," jawab Tante Rose dengan lirih.


Baik Irwansyah maupun Mama Fatonah hanya bisa beristigfar. Itu karena kejadian sudah lama, tidak ada bukti jual beli, pesan digital, atau kamera cctv saat melakukan transaksi. Hal ini sulit bagi mereka untuk membantu Tante Rose dalam melakukan pembelaan. Jika, ketiga orang itu memproses lewat jalur hukum.


"Irwan, tolong Tante untuk mengganti rugi uang mereka," pinta Tante Rose dengan tatapan memohon.


"Apa?" Mama Fatonah memekik.


***


Akankah Irwansyah mengganti uang kerugian itu? Tunggu kelanjutannya, ya!

__ADS_1


Sambil menunggu up bab berikutnya, yuk, baca juga karya teman aku ini. Bikin baper dan emosi, pokonya. Cus meluncur ke karyanya.



__ADS_2