
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan lupa untuk selalu kasih like dan komentar. Semoga hari ini kalian bahagia dan dimudahkan rezekinya.
***
Bab 9
Hari ini Azizah berangkat memakai sepeda motor ke sekolah. Dia niatnya mau menjenguk sebentar orang tuanya setelah pulang dari PAUD tempatnya mengajar.
Azizah mengunjungi rumah orang tuanya hanya 1 jam saja karena dia harus pulang dan memasak untuk mertuanya karena dia mendapat pesan dari Rela kalau dia memasak di dapur butik dan ibu mertua mereka tidak mau makan tumis kangkung. Inginnya makan sayur asam dengan tempe goreng tambah sambal terasi. Maka, Azizah pun diminta untuk memasarkan sesuai permintaan Mama Fatonah.
"Bawa, cobek ikan bakar ini. Mertua dan suami kamu, suka masakan ibu ini," ucap Ibu Rosyidah sambil menyerahkan satu kotak berukuran memanjang.
"Terima kasih, Bu. Tahu saja kesukaan abang Irwan dan mama," ucap Azizah dan menerima kotak berisi beberapa ikan di dalamnya.
***
"Ma, ini ada cobek ikan bakar pemberian ibu. Mau makan dengan ini atau mau di masakan sayur asam," tanya Azizah.
"Wah, ada cobek ikan! Mama mau makan dengan ini saja," jawab Mama Fatonah saat melihat ikan-ikan berukuran sedang tersaji di wadah.
Saat Azizah menyajikan makan untuk mertuanya, Tante Rose datang ke ruang makan. Dia baru saja pulang dari acara jalan-jalan setelah tadi menghabiskan uang pemberian dari Irwansyah.
"Kamu masak apa?" tanya Tante Rose mendekati meja makan.
"Tante Rose mau makan dengan cobek ikan bakar?" tanya Azizah.
"Tidak suka, bau amis dan anyir," jawab Tante Rose sambil menutup hidungnya saat melihat Azizah menunjukan ikan yang kini sudah dipindahkan ke piring lodor dan di susun rapi.
"Tumben sudah pulang?" tanya Mama Fatonah setelah mencuci tangannya karena mau makan.
"Tentu saja, Kak. Uang lima ratus ribu itu cuma butuh hitungan detik buat menghabiskannya. Irwan sekarang jadi pelit, ya?" kata Tante Rose menyindir.
__ADS_1
"Seharusnya kamu itu bersyukur. Putra aku masih mau memberi kamu uang. Sekarang ini dia punya dua istri. Jadi, tentunya tanggungan dia bertambah juga," ucap Mama Fatonah.
"Ahk, lagian kenapa Irwan mesti menikah lagi. Aku rasa Rela sudah menjadi seorang istri yang sempurna untuknya. Apa dia merasa tidak puas dengan satu istri saja?" ujar Tante Rose.
"Rose, jaga ucapan kamu!" bentak Mama Fatonah. Dia tidak suka jika ada yang menyudutkan Rela. Baginya Rela adalah wanita yang sempurna dan kebaikan hatinya membuat dia rela di poligami.
"Jangan marah, Kak. Aku bicara apa adanya. Dulu, kalau aku berkunjung ke sini dan mau jalan-jalan, Irwan memberi aku uang satu atau dua juta. Tapi sekarang … cuma lima ratus ribu. Kalau saja Irwan tidak punya istri dua, pastinya dia akan memberikan uang lebih," ujar Tante Rose dengan memandang sinis pada Azizah.
"Terserah kamu saja. Aku mau makan," balas Mama Fatonah karena dia sudah tidak sabar ingin makan.
"Azizah, buatkan aku rendang!" titah Tante Rose.
"Maaf, Tante. Stok daging sapi sudah habis karena kemarin semua ingin makan steak daging sapi. Jadi, saya dan Mbak Rela masak semuanya. Stok yang ada di kulkas adalah udang, nugget, dan daging ayam," balas Azizah.
"Apa? Memangnya kalian beli stok daging sapi berapa gram? Cuma bisa dimasak satu kali," tukas Tante Rose dengan nada sindiran.
"Kita membeli sebanyak 2 kilogram. Kemarin kita membuat 14 potong steak. Bahkan Tante Rose sendiri yang bilang, daging itu empuk dan minta tambah lagi," kata Azizah.
'Awas kamu, Azizah. Akan aku balas perbuatan kamu ini.'
***
Tante Rose pun pergi mengunjungi toko grosir milik Irwansyah. Toko kelontongan yang besar dan memiliki 3 lantai dengan puluhan pekerja.
Wanita yang masih terlihat muda di usianya yang sudah menginjak kepala empat itu pun naik ke lantai 3. Dia tahu di lantai itu adlah ruang istirahat Irwansyah dan mushola juga dapur serta kamar mandi.
Dia mendengar suara canda tawa Irwansyah bersama keluarganya. Dia pun menepuk-nepuk pipi dan ke kamar mandi meneteskan air pada kedua matanya.
"Irwan … Irwan!" panggil Tante Rose begitu masuk ke ruangan Irwansyah yang sedang berkumpul bersama keluarganya.
"Tante Rose, ada apa?" tanya Rela begitu melihat wanita itu menangis.
__ADS_1
"Tante sakit hati sama istri kedua kamu itu. Masa Tante ingin makan siang tidak dikasih," ucapnya Tante Rose sambil memasang mimik wajah yang sedih.
"Masa, Tante? 'Kan banyak bahan makanan di kulkas?" tanya Irwansyah tidak percaya.
"Memangnya Tante Rose ingin makan apa?" tanya Rela karena dia yakin Azizah tidak akan berbuat seperti itu.
"Tante tadi baru pulang dari jalan-jalan. Lalu, Tante minta makan karena lapar. Dia belum masak dan malah memarahi Tante," ucapnya lagi dengan dusta.
"Memangnya Tante ingin makan apa, sampai Azizah marah? Permintaan anak-anak yang aneh-aneh saja, Azizah sering masakan," tanya Rela menatap Tante Rose.
"Tante tidak suka ikan. Lebih suka daging lainnya. Tante suka sama masakan rendang seperti yang kamu buat kemarin lusa. Dia malah marahin Tante," jawab Tante Rose dengan kedua tangannya sibuk mengelap air di pipinya.
"Sepertinya stok daging sapi di kulkas habis semua kita masak, Bang. Jadinya, Azizah tidak bisa buatkan. Aku rasa begitu," tukas Rela sambil mengarahkan perhatiannya pada Irwansyah.
"Kalau begitu Tante makan dengan bahan yang ada di kulkas dan minta Azizah untuk memasaknya," tutur Irwansyah masih melihat pada tantenya itu..
Tante Rose yang sedang kesal gara-gara Azizah. Kini semakin tambah jengkel perasaannya oleh Irwansyah.
"Tante minta uang saja. Mau makan di restoran. Tante terlanjur sakit hati sama istri kedua kamu itu," ucap Tante Rose sambil menjulurkan tangannya pada Irwansyah.
"Tante, makan di restoran tidak akan cukup dengan uang yang sedikit. Tuh, di dapur sana ada nasi dan lauk pauknya. Tante makan itu saja," kata Irwansyah karena tantenya itu tidak akan mau makan di warung nasi yang ada dipinggir jalan.
"Apa? Tega kamu Irwan, menyuruh Tante makan makanan yang sama dengan para pegawai toko," ujar Tante Rose menolak.
"Oma Rose, jangan suka pilih-pilih makanan. Kata Bu guru itu tidak baik," timpal Oliv yang sejak tadi memperhatikan drama yang sedang dibuat oleh Oma muda.
***
Apa yang akan dilakukan oleh Irwansyah pada Azizah setelah mendapat laporan dari Tante Rose? Tunggu kelanjutannya, ya!
Sambil menunggu up bab berikutnya. Yuk, baca juga karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan menarik. Cus meluncur ke novelnya.
__ADS_1