
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih Bunga, Kopi, dan Vote juga. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
Bab 60
Malam itu pun mereka semua tiduran di rumah baru milik Azizah. Mereka menyiapkan untuk acara syukuran untuk keesokan harinya dengan mengundang para tetangga dan juga keluarga besar Azizah.
Rela malam ini tidur bersama kedua anaknya di kamar yang sudah dibuatkan untuk dirinya. sementara Irwansyah dan Azizah tidur di kamar sebelah. Kamar milik Mama Fatonah dan kedua orang tua Azizah berada di lantai satu.
Semua berjalan dengan baik dan lancar saat acara syukuran itu berlangsung. Banyak sekali para tetangga yang datang berkunjung ke rumah itu.
Hal yang bikin kesel bagi Irwansyah adalah keluarga dari Azizah. Mereka masih saja suka menyindir dirinya karena menjadi istri kedua.
"Beruntung sekali si Azizah menikah dengan orang kaya. Dia bisa dibuatkan rumah sebesar ini," kata salah satu sanak famili dari pihak Ibu Rosyidah.
"Iya. coba kalau dulu dia menikah dengan si Banu, pasti sekarang sedang merana. Karena laki-laki itu dipenjara," balas yang lainnya.
"Selain dibuat sebuah rumah mewah ini, Azizah juga diberi uang bulanan yang sangat besar, sehingga dia sering memberi perlengkapan kecantikan dan baju-baju yang sangat bagus," timpal yang lainnya.
"Kalau begini mending jadi istrimu muda dari orang kaya dan hidup kita akan terjamin. Daripada punya suami yang hanya memberikan kita uang sedikit, tapi punya banyak sekali maunya minta ini itu. Tidak tahu kalau uang yang mereka berikan itu hanya cukup untuk membeli beras dan lauk pauk yang sederhana," ujar yang lainnya.
__ADS_1
"Tapi bukannya kita harus bersyukur. Sebaiknya apapun suami orang lain, tetap saja suami kitalah yang terbaik menurut Allah untuk kita," balas yang lain dan membuat semua orang di sana terdiam.
"Jodoh itu mencerminkan diri kita," lanjutnya.
***
Setelah selesai acara syukuran Mama Fathonah ingin pulang ke rumah. Sebab, dia merasa lebih nyaman tinggal di rumah utama. Sementara itu, Azizah dan kedua orang tuanya masih tetap tinggal di rumah itu. Sebab, mulai sekarang mereka akan tinggal di rumah ini.
"Kalau ada apa-apa cepat hubungi aku," kata Irwansyah saat berpamitan kepada Azizah.
"Iya Bang. Hati-hati di jalan," balas Azizah.
"Tentu saja, Mbak. Mbak kapan-kapan main ke sini lagi ya bersama anak-anak," ucap Azizah.
"Mungkin saat nanti aku main ke sini sudah membawa bayi," balas rela sambil tertawa.
"Ah, iya. Benar juga, adek bayi pasti sudah keluar saat itu," kata Azizah sambil mengusap perut Rela.
***
__ADS_1
Setelah salat subuh berjamaah Rela merasakan perutnya mulas. Dia merasa kalau saat ini akan melahirkan.
"Bang, perutku sangat mules. Sepertinya bayi kita akan segera lahir," kata Rela meringis menahan sakit.
"Apa? Ayo, kita segera berangkat ke rumah sakit!" Irwansyah sangat panik saat tahu istrinya anak melahirkan.
"Bunda kenapa, Yah?" tanya Oliv.
"Sepertinya Bunda mau melahirkan. Tolong beritahu Oma kalau ayah dan bunda akan pergi ke rumah sakit," pinta Irwansyah kepada Ukasyah.
"Baik, Yah." Ukasyah pun berlari menuruni anak tangga.
Irwansyah memapah Rela karena tubuhnya sudah terlihat sangat lemas. Dia sangat hati-hati saat menuruni tangga saat itu Mama Fatonah baru keluar dari kamarnya.
"Apa relakan melahirkan?" tanya Mama Fatonah.
"Sepertinya begitu, Ma," jawab Irwansyah.
***
__ADS_1
kira-kira anak ketiga dari rela dan Irwansyah laki-laki atau perempuan? Tunggu kelanjutannya ya!