
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan lupa untuk selalu kasih like, komentar, dan bintang 5. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 23
Setelah pulang sekolah Azizah hendak membuat agar-agar buah-buahan sesuai keinginan Tante Rose dan Oliv. Mereka sangat suka agar-agar yang diberi banyak buah-buahan segar. Ternyata gula putih sudah habis karena seminggu ini sering membuat olahan makanan yang memakai gula putih sebagai campuran rasa.
"Mbak Rela, aku mau ke minimarket yang ada dekat rumah. Apa ada yang mau dibeli, biar sekalian aku mau beli gula?" tanya Azizah saat masuk ke dalam kamar Rela.
"Tidak ada. Makanan ini juga masih banyak," kata Rela sambil menunjuk pada parsel yang sangat banyak di atas nakas dan di lantai.
"Ya sudah kalau begitu, aku pergi dulu," kata Azizah, kemudian dia melihat ibu mertuanya yang sedang duduk di kursi pojok ruangan.
"Mama mau dibelikan apa?" tanya Azizah dengan sopan.
"Tidak perlu," jawab Mama Fatonah.
Azizah pun pergi berjalan kaki karena jaraknya dekat tidak sampai 200 meter dari rumah.
"Azizah, kamu mau ke mana?" tanya Tante Rose yang baru keluar dari kamar tidurnya.
"Mau ke minimarket. Apa Tante mau beli sesuatu?" tanya Azizah balik.
"Kalau begitu tolong belikan susu full cream yang rendah lemak. Lalu, anggur merah yang besar-besar jangan yang kecil. Ah, iya jangan lupa belikan aku pembalut yang pakai sayap," balas Tante Rose, lalu pergi ke ruang keluarga untuk menonton televisi.
Apa Tante Rose menyuruh itu memberikan uang? Jawabannya adalah tidak. Dia suka menyuruh Azizah atau Rela untuk membeli ini itu dan tidak pernah memberikan uang. Padahal Irwansyah juga setiap bulan memberikan uang bulanan untuknya.
Azizah memilih barang-barang yang dia perlukan untuk membuat agar-agar dan pesanan Tante Rose. Lalu, dia pun antri saat di kasir.
__ADS_1
"Eh, bukannya dia itu si pelakor itu, ya?" Seorang perempuan berpakaian merah bertanya pada temannya.
"Iya. Dia pakai jilbab, tapi kelakuannya tidak terpuji," jawab wanita yang memakai baju hitam.
"Hei, tahu tidak kalau seorang wanita baik-baik itu mana mau mengganggu rumah tangga orang lain." Kali ini seorang perempuan berwarna kuning yang berbicara.
"Eh, Pak Irwansyah itu 'kan banyak uangnya. Jadi, pastinya maulah dijadikan selingkuhannya. Selain itu, dia tampan dan masih muda juga," ucap wanita berbaju hitam.
"Iya, dan katanya nih, mereka sering diam-diam pergi berdua tanpa istri pertama," bisik si wanita berbaju kuning.
"Ya, pastinya suami juga lebih suka pada yang masih muda, segar, dan menggairahkan. Aku lihat loh, jemurannya itu kebanyakan baju seksi yang sering dipakai oleh pemain film pemersatu bangsa itu," kata wanita berbaju hitam lagi.
"Hei wajar dong, suami lebih condong ke istri muda. Dan itu memang kebanyakan seperti itu," ujar perempuan berbaju merah menanggapi.
"Laki-laki itu berpoligami karena menuruti hawa napsu. Sunah Rasul yang dijadikan dalih oleh mereka. Mereka membawa-bawa agama saat menikahi istri kedua … ketiga … atau keempat. Tapi, dalam prakteknya," wanita berbaju hitam menggelengkan kepala seraya berkata, "mereka tidak bisa berbuat adil. Pasti ada salah satu yang akan merasa tersakiti."
"Tuh, kalau mau nikah sama duda kakek-kakek tua kaya raya. Tidak perlu menunggu lama-lama, dia ke buru mati," ujar wanita berbaju merah. Dia dan teman-temannya pun langsung tertawa terbahak-bahak.
Azizah merasa sesak dadanya, menahan rasa sakit di hatinya karena sudah menjadi bahan ghibah ibu-ibu yang dia kenal masih satu komplek dengan rumah suaminya. Dalam hatinya dia terus beristighfar agar tidak lepas kendali dengan berbalik memaki mereka yang sudah memfitnah dirinya.
'Ya Allah, Engkau yang Maha Tahu apa yang terjadi pada kami. Hanya kepadamu lah meminta perlindungan dari kejahatan hawa nafsuku,' batin Azizah.
"Tapi, kasihan juga, ya, sama istri pertamanya masuk rumah sakit. Gara-gara suaminya sedang indehoy bersama istri mudanya dan mengabaikan dia yang sedang berbaring sakit parah," ucap wanita berbaju hitam.
Para wanita itu sudah selesai belanja dan membayar belanjaan mereka. Namun, bukannya pergi keluar dari minimarket, mereka malah asik bergibah di dekat Azizah.
Setelah selesai berbelanja Azizah pun bergegas pulang. Dalam perjalanan dia tidak bisa membendung air matanya lagi. Dia menangis tergugu dan menutup mukanya dengan menggunakan ujung jilbabnya.
***
__ADS_1
Irwansyah pergi ke toko sekitar jam 08:00:00 pagi. Lalu, waktu makan siang akan pulang ke rumah untuk makan bersama keluarganya. Setelah itu akan kembali lagi ke toko dan pulang saat waktu Ashar.
Dia pun pulang ke rumah saat menjelang waktu sholat Zuhur. Dia ingin berjamaah di masjid dekat rumahnya. Saat dia pulang terlihat Azizah sedang berjalan sambil menutup mukanya dengan sebelah tangan dan tangan satunya lagi menenteng kantong keresek.
"Itu Azizah? Dia habis dari minimarket rupanya," gumam Irwansyah.
Irwansyah pun membunyikan klakson dan hal ini membuat Azizah terkejut. Dia menurunkan kaca jendela mobilnya.
"Iza, sini naik!" titah Irwansyah.
Azizah pun menuruti perintah suaminya. Dia duduk di kursi samping pengemudi.
"Kamu kenapa?" tanya Irwansyah saat melihat wajah istri keduanya sembab. Dia memegang kedua pipi Azizah dan menatapnya dengan sendu. Dia tahu belakangan ini orang-orang sering membicarakan wanita baik hati ini. Meski dirinya sudah menyangkal tuduhan mereka pada istri keduanya, tetap saja orang-orang julid suka membicarakan yang diada-adakan oleh mereka sendiri.
"Jangan bersedih. Kamu jangan dengarkan ucapan mereka," kata Irwansyah sambil memeluk Azizah.
"Hati aku sakit, Bang!" Tangis Azizah akhirnya pecah.
"Menangislah jika itu bisa menghilangkan atau mengurangi rasa sakit di hatimu," ucap Irwansyah sambil membelai punggung istrinya.
Sekitar 10 menit Azizah menangis dalam pelukan suaminya. Setelah itu dia pun menjadi tenang.
"Apakah salah jika seorang wanita menjadi istri kedua?" tanya Azizah dengan lirih.
"Tidak ada yang salah dengan aturan yang dibuat oleh Allah. Berpoligami dibolehkan dalam agama Islam. Akan lebih baik jika para laki-laki yang ingin berpoligami tahu apa alasan mereka melakukan ini. Rasulullah dan para sahabat yang melakukan poligami bukan karena menuruti hawa napsu mereka. Mereka melakukan itu demi dakwah agama Islam. Mereka kebanyakan menikahi janda yang suaminya meninggal syahid saat berperang di jalan Allah. Para janda itu juga punya anak yang harus mereka besarkan sedangkan harta peninggalan suami tidak ada atau hanya sedikit. Tapi, penomena sekarang malah menikahi wanita muda yang cantik. Lebih menggoda dari istri pertama. Padahal masih banyak laki-laki bujang yang belum menikah. Seharusnya mereka tawarkan dulu pada para bujangan itu. Agar mereka bisa menyempurnakan agamanya," ucap Irwansyah dan pembicaraan mereka pun berakhir karena sudah sampai ke halaman rumah.
"Pantas lama sekali belanjanya. Ternyata kalian pergi bersenang-senang dulu," ucap Tante Rose yang berdiri di depan pintu. Tidak jauh darinya ada Mama Fatonah dan Rela yang menatap Irwansyah dan Azizah.
***
__ADS_1
Akankah terjadi kesalahpahaman lagi di rumah Irwansyah? Kenapa Tante Rose masih saja betah di rumah itu? Tunggu kelanjutannya, ya!