
Teman-teman baca sampai selesai, ya! Jangan lupa kasih like dan komentar. Semoga hari ini kalian bahagia dan dimudahkan rezekinya.
Bab 6
Kehidupan rumah tangga Irwansyah dengan kedua istrinya berjalan baik dan harmonis. Azizah menempati ruang paviliun yang sudah dirombak dengan menambah kamar mandi dan ruang ganti baju. Kamar yang luas dan satu set sofa dan televisi yang besar. Sama seperti di kamar milik Rela yang ada di lantai dua. Irwansyah sengaja menempatkan kedua istrinya di satu rumah, agar dia bisa menjaga, mengawasi, dan melindungi semua keluarganya. Dia satu-satunya pria dewasa di rumah itu.
Setiap malam Irwansyah tidur di kamar istrinya secara bergiliran. Hanya saja Azizah mendapat jatah 3 malam sesuai keinginannya sedangkan Rela mendapatkan jatah 4 malam.
Uang yang diberikan untuk keduanya juga sama besarnya. Mereka mendapat uang untuk keperluan mereka sebesar 10 juta per bulan. Hanya saja Irwansyah tidak pernah melarang istri-istri untuk bekerja. Asal tidak melupakan kewajiban mereka sebagai seorang istri.
Rela dan Azizah berbagi tugas dalam mengurus rumah. Mereka juga sering kompak saat mencari hiburan atau jalan-jalan bersama anak-anak. Meski begitu ada saja orang yang julid akan keharmonisan kehidupan keluarga Irwansyah.
Meski begitu Mama Fatonah masih belum bisa menerima Azizah dengan baik, meski dia tidak pernah memperlakukan Azizah dengan buruk. Hanya saja, kalau ada apa-apa dia lebih baik meminta atau menyuruh kepada Rela. Fatonah juga jarang memulai duluan saat mereka berinteraksi.
"Azizah, Abang hari ini mau menjemput Tante Rose ke bandara. Kamu mau, 'kan menjaga anak-anak karena mereka tidak mau ikut?" pinta Irwansyah.
"Iya, Bang," balas Azizah.
Semalam Irwansyah mendapat giliran tidur bersama Azizah. Meski cinta belum hadir di hati Irwansyah, dia melakukan tugas sebagai suaminya. Sebaliknya dengan Azizah, dia yang dulu sudah kagum akan sosok Irwansyah menjadi jatuh cinta padanya setelah mereka menikah. Perlakuan dan perhatian dari Irwansyah kepadanya dengan cepat bisa merebut hatinya. Azizah juga berusaha membuat suaminya agar dengan cepat bisa merasakan cinta yang sama dengannya.
"Apa hari Minggu besok, kita jadi menginap di rumah bapak?" tanya Irwansyah kepada Azizah sambil melingkarkan kedua tangannya pada perut istrinya itu.
"Kalau bisa, aku ingin pergi ke sana. Tidak menginap juga tidak apa-apa," jawab Azizah dengan tatapan penuh cinta. Dia senang karena suaminya selalu mengajak dan mengizinkan dirinya untuk mengunjungi rumah orang tuanya.
"Tapi, sepertinya Rela dan anak-anak kali ini tidak bisa ikut. Katanya mereka mau jalan-jalan ke mall sekalian menghadiri ulang tahun temannya Ukasyah," ucap Irwansyah.
"Yah, sayang sekali. Padahal aku kira bisa makan ikan bakar seperti biasanya bersama mereka," ujar Azizah dengan sendu.
"Bulan besok kalau ada rezeki dan umur bisa mancing dan bakar ikan seperti biasanya. Ukasyah dan Oliv jadi suka memancing," tukas Irwansyah dengan senyum tipisnya.
__ADS_1
Azizah bukanlah perempuan yang malu-malu jika mengungkapkan perasaannya. Dia mengjinjitkan kakinya dan memberikan kecupan pada bibir suaminya. Dia tidak mau kalah dengan kakak madunya untuk menyenangkan hati suami mereka.
***
Hari ini giliran Rela yang membuat sarapan sedangkan Azizah membereskan rumah. Sementara itu, Irwansyah menyapu dan menyiram tanaman yang ada di halaman. Mereka tidak menggunakan jasa asisten rumah tangga karena Mama Fatonah sempat punya trauma dengan pembantu rumah yang dulu pernah berkomplot dengan perampok dan melukai dirinya juga suaminya dulu. Setelah itu dia tidak mau ada lagi orang lain di rumahnya.
Sebelum Irwansyah menikah dengan Azizah. Mama Fatonah juga ikut mengerjakan membersihkan rumah. Meski hanya mengepel karena menyapu menggunakan vacum cleaner smart yang akan membersihkan semua ruangan di rumah itu.
"Irwan, sebaiknya kita cepat pergi sekarang! Sebelum cuaca panas dan macet," ucap Mama Fatonah.
"Baik, Ma," balas Irwansyah sambil beranjak dari kursi meja makan.
"Hati-hati di jalan, ya, Bang. Semoga bisa secepatnya pulang dan dalam keadaan selamat," bisik Azizah saat dia mencium tangan suaminya.
"Terima kasih, Azizah," balas Irwansyah sambil mencium pucuk kepalanya.
"Azizah, kami berangkat dulu," ucap Rela sambil memeluk tubuh adik madunya sambil cipika cipiki.
"Iya. Kamu jaga rumah dan anak-anak dengan baik. Jemput Ukasyah dan Oliv dari sekolah nanti," ujar Mama Fatonah mengingatkan.
"Iya, Ma," balas Azizah.
***
Azizah menjemput kedua anak sambungnya dengan menggunakan motor karena tidak bisa mengendarai mobil seperti Rela. Biasanya Rela menjemput anak-anaknya dari butik dan akan pulang ke rumah sebentar untuk mengurus kedua anak dan mertuanya. Saat sudah ada Azizah, kadang Rela hanya membantu anak-anak untuk mengganti baju dan menyediakan cemilan. Setelah itu dia akan kembali ke butik dan pulang sekitar jam 14:00:00.
"Ibu, kita jadikan membuat puding yang seperti di YT?" tanya Oliv begitu masuk ke dalam rumah.
"Kita akan membuatnya setelah kalian mengganti baju dan makan dulu," jawab Azizah sambil tersenyum.
__ADS_1
Hubungan Azizah dengan kedua anak sambungnya terjalin baik. Azizah juga yang mengajari keduanya mengaji setiap Magrib. Suara Azizah yang indah dan bacaan Al-Qur'an yang fasih membuat Ukasyah dan Oliv ingin seperti dirinya. Ukasyah juga kini sudah mampu menghafal juz 30. Bahkan dia juga kini sering mengikuti kegiatan MTQ mulai dari tingkat desa, kecamatan, dan kabupaten. Minggu kemarin juga dia menjuarai lomba MTQ meski dapat juara 3.
Ukasyah baru mempelajari Al-Qur'an dengan sungguh-sungguh, setelah Azizah menjadi ibu sambungnya. Perhatian akan pendidikan agama di tanamkan di rumah Irwansyah, hanya saja anak-anak baru tertarik mempelajari Al-Qur'an baru-baru ini.
***
Irwansyah sampai rumah setelah tengah hari. Ada seorang wanita muda yang ikut bersamanya. Terlihat wanita itu lebih muda dari Mama Fatonah.
Saat Azizah dan anak-anak menyambut kedatangan mereka, terlihat wanita itu memandang sinis kepada Azizah. Hal ini tidak membuat Azizah merasa sedih karena tatapan seperti itu sudah sering dia dapatkan dari orang-orang yang menganggapnya seorang pelakor.
"Azizah, kenalkan ini Tante Rose. Sepupu Mama," kata Irwansyah setelah menyambut uluran tangan dari istri keduanya.
"Assalamu'alaikum, Tante Rose. Senang bertemu dengan Anda," ucap Azizah sambil mengulurkan tangan.
"Wa'alaikumsalam," balasnya dan membalas uluran tangan Azizah dengan sangat sebentar tidak sampai 1 detik.
"Aku kira istri kedua kamu itu lebih cantik dari Rela, ternyata dia biasa saja," ujar Tante Rose pada Irwansyah.
Rela dan Irwansyah saling lirik, keduanya tidak menanggapi ucapan wanita yang memiliki bentuk tubuh aduhai, bak gitar Spanyol. Rambut yang bergelombang dan diberi warna hitam kemerahan.
"Biarkan saja, jangan di masukan ke dalam hati," bisik Rela kepada Azizah.
"Iya," balas Azizah lalu masuk ke rumah bersama anak-anak mengikuti mereka dari belakang.
"Ibu Azizah, kenapa?" tanya Ukasyah sambil menggenggam jadi tangan ibu sambungnya itu.
***
Akankah kehidupan rumah tangga mereka baik-baik saja? Apakah Azizah bisa mencuri hati mertua dan Tante Rose? Tunggu kelanjutannya, ya!
__ADS_1
Sambil menunggu up bab kelanjutan berikutnya. Baca juga karya teman aku ini ya! ceritanya bagus dan keren, yuk kepoin ceritanya.