Bukan Istana Impian

Bukan Istana Impian
Bab 58. Rela Pulang


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih Bunga, Kopi, dan Vote juga. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 58


Rela sedang bersiap-siap untuk pulang ke rumah dokter sudah menyatakan sembuh penyakit radang usus dan saluran ginjalnya hari ini di luar perkiraan dia karena dapat dengan cepat proses pemulihan dengan metode metode obat herbal rahasia milik rumah sakit itu.


"Apa kamu sudah siap?" tanya papa kepada Rela.


"Sudah, Pa."


Mereka pun pergi setelah sarapan dengan menaiki mobil milik papanya Rela. Dengan menggunakan jasa sopir yang handal mereka bisa sampai dengan selamat sampai ke rumah.


Saat mobil mereka memasuki halaman terlihat Irwansyah sudah berdiri di teras untuk menyambut kedatangan istrinya. Dia masang senyum tampannya dan berlari ke arah Rela saat wanita itu baru turun dari mobil.


"Sayang, aku rindu sekali padamu," kata Irwansyah sampai memeluk erat tubuh Rela.


"Aku juga rindu pada Abang," balas Rela sambil memeluk tubuh suaminya.

__ADS_1


Kedua sejoli itu sedang melepaskan rasa rindu mereka. Setelah sebulan terpisah oleh jarak karena sedang melakukan pengobatan.


Irwansyah mencium kening, kedua kelopak mata, hidung, dan pipi Rela dengan lembut. Rasa rindu yang begitu kuat membuat mereka lupa kalau saat ini sedang berada di halaman depan rumah.


Pak Bagaskara meninggalkan mereka dia masuk ke rumah. Dia disambut oleh Mama Fathonah, Azizah, dan kedua cucunya.


"Biarkan saja mereka," kata Pak Bagaskara.


Mereka pun berbincang-bincang di dalam rumah sambil menikmati hangat dan kuda poni yang dibuat oleh Azizah dan Oliv. Sementara itu, Irwansyah dan Rela berbicara di dalam mobil milik Pak Bagaskara.


Irwansyah sudah tidak bisa menahan rindunya lagi kepada istri pertamanya. Dia mencumbu Rela dengan lembut. Tidak menyentuh istrinya selama satu bulan ini, hidup Irwansyah bagaikan taman gersang dan tanpa adanya bunga.


"Karena pikiranku ini selalu teringat kepadamu terus. Padahal Azizah sudah masakan makanan kesukaanku, tapi sepertinya semua gizi dan energi ini terbuang hanya untuk memikirkan dirimu saja," jawab Irwansyah sambil tersenyum tipis.


"Pantas saja Azizah sering mengeluh karena Abang terlihat sangat kurus," kata Rela.


"Bagaimana dengan dirimu dan bayi kita?" tanya Irwansyah sambil mengusap perut Rela yang sudah semakin besar.


"Baik. Semua dalam keadaan baik. Ada kemungkinan bayi kita ini akan lahir sekitar satu minggu lagi," jawab Rela sambil tersenyum bahagia.

__ADS_1


Irwansyah pun menarik tubuh Rela dan memeluknya kembali. Kalau bisa dia ingin membawa Rela pergi ke tempat di mana hanya ada mereka berdua saja. Namun, hal itu tidak bisa dia lakukan saat ini. Rela baru saja melakukan perjalanan jauh dan dalam keadaan hamil.


Keduanya menghabiskan waktu di dalam mobil sekitar 1 jam. Setelah itu mereka baru masuk dan bergabung dengan yang lainnya.


Azizah sangat bahagia bisa bertemu kembali dengan Rela. Dia memeluk kakak madunya itu dengan sangat erat. Tangisan kerinduan pun pecah dari kedua wanita itu.


"Mbak Rela, aku sangat rindu padamu. Rumah sangat terasa sepi karena Mbak tidak ada di sini," kata Azizah.


"Terima kasih kamu sudah mau menjaga rumah ini, merawat anak-anak, dan juga mama," kata Rela dengan seulas senyum tulusnya.


"Maafkan aku, kalau tidak bisa melakukannya sebaik dirimu, Mbak." Azizah menahan isak nangisnya.


Rela pun mangapus air mata di pipi Azizah dan memintanya untuk jangan terus menangis. Sebab ini membuat dirinya juga ikut sedih.


"Mbak jangan pernah pergi meninggalkan kami lagi, ya!" kata Azizah dengan tatapan memohon.


Rela pun hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis. Mereka pun kembali berpelukan.


***

__ADS_1


bagaimanakah kisah kehidupan rumah tangga poligami yang dijalani oleh Irwansyah tunggu kelanjutannya, ya!


__ADS_2