Bukan Istana Impian

Bukan Istana Impian
Bab 31. Keputusan


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan lupa kasih like, komentar, dan bintang 5. Semoga hari kalian menyenangkan dan dilapangkan rezekinya.


***


Bab 31


semua orang sangat terkejut saat mendengar permintaan dari Tante Rose. Bagaimanapun uang yang berjumlah 450 juta bukanlah jumlah yang sedikit.


"Rose, apa kamu tidak merasa malu meminta Irwansyah untuk menggantikan uang sebanyak itu?" tanya Mama Fatonah sambil menengok ke arah Tante Rose.


"Kak, tolong aku! Aku tidak ingin dipenjara," balasan Tante Rose dengan memohon dan berenang air matanya.


"Iya. Tapi, tetap saja kalau semua ditanggung oleh Irwansyah, dia juga tidak akan bisa memberikan uang sebanyak itu. Karena dia sudah memiliki banyak kewajiban sekarang ini. Dia punya dua istri, dua anak, dan sebentar lagi Rela akan melahirkan. Dan pastinya akan membutuhkan uang yang banyak untuk keperluan melahirkan dan keperluan bayi mereka nanti," ujar Mama Fatonah.


Rela hanya diam dan mendengarkan apa yang dikatakan oleh dua orang wanita itu. Dia juga sebenarnya mampu untuk membiayai persalinan nanti dan membeli keperluan untuk bayinya. Hanya saja itu merupakan kewajiban dari Irwansyah, dia tidak mau kalau anaknya nanti merasa ditelantarkan oleh ayahnya. Serta agar Irwansyah tahu akan kewajibannya terhadap anak dan istri.


Begitu juga dengan Azizah, dia hanya dia menunduk karena bukan haknya untuk berbicara di sini. Namun, dia juga tidak suka saat suaminya ikut terlibat dalam suatu masalah.


"Rela ... Azizah, apa kalian punya uang untuk membantu tante?" tanya Tante Rose kepada kedua istri Irwansyah.


Sontak saja kedua wanita itu merasa sangat terkejut. Bukannya mereka tidak punya uang untuk membantu meski sedikit. Hanya saja uang sebanyak itu mereka memang tidak punya.


"Maaf Tante, uang sebanyak itu Rela tidak punya," jawab Rela.


"Aku juga tidak punya uang sebanyak itu," lanjut Azizah dengan pelan.


"Masa kalian tidak punya uang segitu?" ucapan Tante Rose.


Mendengar ucapan Tante Rose barusan, membuat Mama Fatonah, semakin garam. Lalu, dia menatap dingin ke arah sepupunya itu.


"Kamu yang berulah dan membuat masalah. Kenapa harus menyeret kita semua ke dalam masalah yang kau perbuat ini!" bentak Mama Fatonah.

__ADS_1


Tante Rose menatap kesel ke arah Mama Fatonah, karena tidak membela dirinya. Maka, dia pun melirik pada Irwansyah, dia tahu kalau keponakannya ini memiliki banyak uang.


"Sebaiknya kita minta bantuan kepada Paman Dewa. Siapa tahu dia bisa membantumu Tante," ucap Irwansyah saat Tante Rose melirik ke arah dirinya.


Mendengar nama suaminya disebut, membuatan wajah Tante Rose mendadak pucat. Dia tidak mau bertemu dengan laki-laki yang telah menjatuhkan talak padanya.


"Tidak! Jangan tibakan dia dalam urusan Tante. Kita sudah bukan siapa-siapa lagi," ujar Tante Rose dengan suara yang bergetar.


"Lalu, siapa yang akan bisa membantumu saat ini?" tanya Mama Fathonah.


"Benar itu Tante, mungkin Irwan bisa membantu setengahnya, tetapi yang setengahnya lagi Tante minta bantuan kepada Paman Dewa," lanjut Irwansyah.


"Tidak! Tante, tidak akan pernah meminta bantuan kepada dia lagi, di sisa umur aku ini," bentak Tante Rose dan menatap dingin ke arah Irwansyah.


***


Irwansyah pun diam-diam menghubungi Paman Dewa. Lalu, menceritakan masalah yang sedang menimpa kepada Tante Rose.


^^^"Apa kamu tahu, alasan kenapa kita bercerai?"^^^


"Maaf Paman, aku tidak tahu alasan kalian bercerai karena Tante Rose tidak pernah mau bicarakan hal ini kepada kami."


^^^"Salah satu alasannya adalah masalah seperti ini. Selain dia suka hidup bergoya-foya, dia juga sering terlibat jual beli barang ilegal dan penipuan, bersama laki-laki yang bernama Baharudin."^^^


"Jadi, ini bukan pertama kalinya Tante Rose melakukan kejahatan seperti ini?"


^^^"Iya. Aku sudah beberapa kali mengeluarkan banyak uang, hanya untuk membebaskan dia dari tuduhan tersangka."^^^


"Lalu, sekarang harus bagaimana? Karena aku juga saat ini mau membangun rumah, untuk istri keduaku. Ditambah Rela sedang hamil dan akan membutuhkan uang untuk proses persalinan nanti. Dan tentunya syukuran setelah bayi kami lahir."


^^^"Lebih baik kamu biarkan saja dia di penjara. Semoga saja ini menjadi pelajaran bagi dirinya."^^^

__ADS_1


***


Rela memeluk tubuh Irwansyah, karena dia tahu suaminya saat ini sedang banyak pikiran. Hanya mendengarkan apa yang menjadi beban pikiran suaminya. Lalu, memberikan masukan atau kata-kata penyemangat untuknya, itu sudah membuat perasaan Irwansyah menjadi lebih baik.


"Terima kasih, Sayang. Kamu selalu bisa menjadi kekuatan bagiku," ucap Irwansyah sambil mempererat pelukannya dan mencium kening Rela.


"Bukannya suami istri itu harus saling berbagi. Mau itu kebahagiaan ataupun kesulitan. Dengan begini ikatan perasaan kita akan semakin kuat dan jika sama-sama menjalani semua itu akan terasa lebih ringan," kata Rela dan memberikan sebuah ciuman manis pada pipi kiri Irwansyah.


"Yang ini belum, Sayang!" pinta Irwansyah sambil menunjuk pada pipi kanan dan bibirnya ingin menggoda Rela.


Meski dengan malu-malu, Rela pun memberikan ciuman di pipi dan bibir Irwansyah. Mereka pun saling memberikan sentuhan lembut dan hangat kepada pasangannya. Malam ini keduanya menghabiskan waktu untuk mengarungi surganya dunia. Meski Rela sedang hamil, tetapi dia masih bisa memberikan layanan terbaik untuk suaminya.


Sentuhan lembut dan penuh perasaan dari Irwansyah. Selalu membuat Rela jatuh dalam pesona dirinya. Wanita itu sering dibuat bahagia saat menghabiskan waktu berdua saja.


***


Pagi harinya ketika sarapan bersama, Irwansyah mengatakan, kalau dia tidak akan mengeluarkan uang untuk membantu Tante Rose. Meski berat dia harus melakukan hal ini agar tidak terus berulang kembali.


"Apa kamu begitu benci kepada aku? Sehingga tidak mau membantuku dalam masalah ini," ucap Tante Rose dengan tatapan menyalang ke arah Irwansyah.


"Ternyata, Tante bukan hanya sekali dua kali melakukan kejahatan seperti ini. Paman Dewa sudah memberitahu kepadaku, kalau Tante sering melakukan hal seperti ini bersama Baharudin. Tentu saja ini membuat aku curiga kalau Tante memang sengaja melakukannya. Bukan karena Tante tidak tahu." Irwansyah membalas dengan menatap tajam tantenya.


Mama Fathonah, Rela, dan Azizah hanya diam mendengarkan. Meski dalam hati mereka ada yang bertanya-tanya. Apa Tante Rose termasuk sindikat penipuan terhadap jual beli perhiasan yang ada di negara ini.


"Oke. Baiklah, kalau kamu dari kalian semua tidak mau membantu tante. Tidak masalah! Tante, akan berbuat sebisa mungkin, agar jangan sampai di penjara," ujar Tante Rose dengan suara yang lantang.


Tante Ros menatap tajam ke arah Irwansyah dan mama Fathonah lalu dia berkata, "Ingat Kak, kedua orang tuaku pasti akan selalu menghantui kamu, untuk menagih janji kepadamu."


'Tunggu saja karma yang akan menimpa kalian!' batin Tante Rose.


***

__ADS_1


Apa yang akan terjadi selanjutnya kepada keluarga Irwansyah. Tunggu kelanjutannya, ya!


__ADS_2