Bukan Istana Impian

Bukan Istana Impian
Bab 38. Kepergok


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Lalu, jangan lupa kasih like, komentar, dan bintang 5. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 38


Tante Rose kini duduk di hadapan Irwansyah bersama yang lainnya. Dia tidak menyangka kalau perbuatannya tadi dengan cepat diketahui oleh keponakannya.


"Kenapa, Tante mencuri uang aku dengan menggunakan cek?" tanya Irwansyah dengan nada mendesis dan tatapan mata dingin.


Tante Rose hanya diam sambil menunduk. Bagaimanapun juga dia tahu kalau dirinya sudah berbuat salah. Namun, dia terpaksa melakukan itu karena Irwansyah tidak mau memberikan uang. Untuk uang ganti rugi ketiga temannya yang merasa sudah ditipu karena membeli perhiasan imitasi.


"Kalau saja kamu memberikan tante uang. Tentu saja tante tidak akan mengambil uangmu secara diam-diam," jawab Tante Rose karena tidak mau disalahkan.


Jawaban dari Tante Rose, membuat kesel orang-orang yang ada di ruang keluarga itu. Wanita berusia lebih dari 40 tahun itu tidak pernah berubah selalu saja egois dan mementingkan dirinya sendiri.


"Itu karena Tante sudah melakukan kejahatan hal yang serupa beberapa kali. Itu tandanya Tante sudah tahu kalau perhiasan itu adalah imitasi. Tapi masih tetap saja menjual barang seperti itu kepada orang lain," ujar Irwansyah dengan geram.


Tante Rose melirik ke arah kakak sepupunya dia yakin kalau perbuatan dia yang lainnya masih aman. Dia pun memilih diam dan tidak memberitahukan hal itu padanya.


Mama Fatonah tidak tahu kalau uangnya juga sudah diambil oleh Tante Rose. 


Jadinya, dia hanya diam saja dan menatap kesah ke adik sepupunya itu. Jika dia tahu uangnya juga diambil, pastilah dia akan sangat marah besar.


"Setidaknya kamu membantu tante, mungkin ini untuk terakhir kalinya. Nanti kamu tidak akan melakukan jual beli perhiasan lagi," lirih Tante Rose 


Suara Tante Rose terdengar bergetar dan tatapan mata yang sendu. Dia memperlihatkan ekspresi yang sedih dan penuh penyesalan.


Irwansyah pun memberikan peringatan terakhir. Jika Tante Rose berbuat sesuatu yang tidak benar lagi, maka dia akan benar-benar diusir dari rumahnya.


Mendengar ancaman keponakannya itu, Tante Rose hanya bisa diam membisu dan mengangguk dengan pelan.


***


Berapa harinya Irwansyah giliran tidur bersama dengan Rela. Dia menyandarkan kepalanya di dada istri pertamanya. Rela pun membelah rambutnya dengan penuh perasaan.


"Seharusnya mama dari dulu jangan selalu membela Tante Rose, terus. Jadinya, seperti ini!" Irwansyah mencurahkan isi hatinya kepada Rela.

__ADS_1


"Bukannya mama melakukan hal ini karena janji dia kepada orang tua Tante Rose dan juga ayahnya?" Rela sudah tahu akan bisa kehidupan masa lalu Mama Fatonah.


"Tapi, Tante Rose sudah sering sekali berbuat jahat kepada keluarga mama," ucap Irwansyah.


"Sebaiknya kita doakan saja semoga cepat dan tabiat Tante Rose berubah jadi lebih baik," tukas wanita yang kini sedang hamil tua.


Irwansyah sekarang hati dan pikirannya merasa tenang. Setelah dia mengeluarkan isi hati dan berbicara dengan Rela. Dia pun selalu ingin dimanja jika dalam mood buruk seperti ini. Seperti biasa istrinya itu tahu apa yang dia mau. Belasan tahun mereka telah mengarungi bahtera rumah tangga sehingga sudah tahu semua tentang pasangannya.


Kalau kebanyakan orang rasa cinta terhadap pasangan itu makin lama makin berkurang, sebaliknya dengan Irwansyah. Dia selalu merasa kalau cintanya untuk Rela semakin bertambah dari hari ke harinya. Dia selalu merasa bersyukur memiliki Rela sebagai pendamping hidupnya.


"Terima kasih sayang kau selalu membuat perasaan aku nyaman," aku Irwansyah.


"Bukannya suami istri itu harus saling berbagi. Agar kehidupan rumah kita sakinah, mawadah, wa rohmah."


"Kau adalah istri terbaikku," bisik Irwansyah dan membuat Rela tersenyum bahagia.


***


Suasana sarapan di pagi hari ini terasa berbeda dibanding dengan hari-hari lainnya. Oliv dan Ukasyah biasanya selalu ramai saat duduk di meja makan. Namun keduanya hari ini terlihat lesu dan tidak bersemangat.


"Kalian berdua kenapa?" tanya Irwansyah pada kedua anaknya.


Mendengar pertanyaan dari Ukasyah, hampir semua orang terkejut. Bahkan Azizah sampai tersedak oleh makanannya. Irwansyah memberikan minuman kepada istri keduanya itu.


"Kata siapa?" tanya Irwansyah balik dan menatap manik putranya.


"Bukannya Ibu Azizah akan pergi dari rumah ini," sahut Oliv kali ini.


Irwansyah dengan kedua istrinya hanya tertawa kecil mendengar perkataan Oliv. Lalu, Irwansyah menjelaskan meski Azizah tidak tinggal di rumah mereka lagi, tetapi statusnya masih sebagai istri keduanya.


"Jadi Ibu Azizah masih tetap istri ayah?" tanya Ukasyah.


"Ya, tentu saja," jawab Irwansyah.


"Tuh 'kan, apa kata ku juga? Kalau ibu azizah itu masih menjadi ibu kita," ucap Oliv kepada kakaknya.


Irwansyah, Rela, dan Azizah menatap ke arah dua anak kecil itu yang sedang berbisik-bisik. Mereka penasaran kenapa putranya punya pemikiran seperti itu.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Azizah.


"Soalnya ada teman kakak yang mama dan papanya berpisah dan tidak tinggal dalam satu rumah. Dia bilang itu karena mereka bercerai," jelas Ukasyah.


"Ayah tidak akan pernah menceraikan Ibu Azizah. Selamanya dia akan menjadi Ibu kalian," ujar Irwansyah.


Perkataan Irwansyah ini membuat hati Azizah bergetar sampai ke ujung-ujung jarinya. Dia merasa sangat senang sekali. Tatapan matanya berbinar sarat akan cinta pun terpancar dari netra Azizah.


***


"Azizah nanti sepulang kamu dari sekolah, kita akan melihat rumah. Katanya tinggal proses pengecatan. Kamu ingin warna apa saja yang akan digunakan di setiap ruangnya?" tanya Irwansyah sebelum Azizaj berangkat ke sekolah.


"Ayah aku juga ingin ikut … melihat rumah yang nanti akan ditinggal di oleh ibu Azizah pinta Oliv.


Azizah melirik arah Irwansyah dia mau minta persetujuan suaminya itu. Irwansyah pun menganggukkan kepalanya.


"Asik! Aku akan melihat rumah ibu Azizah," teriak Oliv dan itu membuat cemburu Ukasyah karena dia pulang sore hari.


"Kakak juga ingin ikut ke sana," kata Ukasyah.


"Iya, nanti jika hari Minggu kita akan melihat ke sana bersama-sama," ucap Irwansyah.


***


Tante Rose hari ini merasa bahagia karena dia punya uang 50 juta untuk dipakai bersenang-senang. Uang sisa dari pembayaran ganti rugi kemarin. Ketika dia sedang asyik menghitung uang di atas tempat tidurnya, Mama Fathonah masuk ke dalam kamar.


"Kamu itu punya uang banyak dari mana, Rose?" ternyata mama Fathonah dengan nada curiga dan mata yang memicing.


"I ... i-ni ...."


Tante Rose sangat terkejut sekali karena sudah kepergok oleh kakak sepupunya. Dia tergagap dan tidak mampu mengeluarkan ucapannya.


'Si_al! aku malah tertangkap basah lagi.'


***


Jawaban apa yang akan diucapkan oleh Tante Rose atas pertanyaan dari Mama Fathonah? tunggu kelanjutannya, ya!

__ADS_1


Sambil menunggu apa berikutnya baca juga yuk karya aku yang lain Novel ini sudah tamat dan kalian bisa membacanya secara maraton.



__ADS_2