Bukan Istana Impian

Bukan Istana Impian
Bab 59. Rumah Azizah


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih Bunga, Kopi, dan Vote juga. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 59


Malam ini Irwansyah tidur bersama Rela. Dia menyalurkan rasa rindunya kepada istri pertamanya itu. Mereka saling menatap dan menyentuh satu sama lain. Rasa cinta, rindu, dan kasih sayang dapat mereka rasakan dengan jelas dari pasangannya.


"Aku mohon jangan pernah tinggalkan aku lagi," kata Irwansyah sambil membelai bibir Rela yang kini agak bengkak dengan penuh kelembutan.


"Kemarin aku terpaksa melakukannya karena takut kalau hal ini akan menyulitkan bagi Azizah. dokter mengatakan kalau obat pencahar itu mengakibatkan gerhana usus dan saluran ginjal. Sedangkan saat itu bukti menunjukkan Azizah adalah pemilik obat pencahar. Apalagi mama sangat marah terhadapnya. Aku tidak mau sama kalau Mama sampai melaporkan Azizah kepada polisi. Jadi aku mau milih pergi berobat secara diam-diam." Rela memberitahukan alasan dia pergi saat itu.


"Terima kasih karena kamu sudah melindungi Azizah," ucap Irwansyah.


"Bukannya kita sekeluarga itu harus saling menyayangi dan melindungi?" ujar Rela dan dibenarkan oleh Irwansyah.


***


Anak-anak yang masih merindukan bundanya tidak mau jauh dari Rela. Mereka terus mengikuti kemanapun Rela pergi. Baik Ukasyah maupun Oliv, takut kalo Rela akan pergi jauh lagi dari rumah dan mereka.


"Ayo, kita makan siang dulu!" ajak Rela kepada kedua anaknya.

__ADS_1


"Aku mau disuapi oleh Bunda," kata Oliv.


"Kakak, juga!" lanjut Ukasyah.


"Baiklah, kalian berdua akan disuapi oleh Bunda," balas Rela sambil tersenyum kepada buah hatinya.


Irwansyah pun ikut bergabung bersama mereka untuk makan siang. Tidak lupa Azizah dan Mama Fathonah pun datang menyusul.


Suasana rumah saat ini terasa ramai dan ceria kembali. Dengan adanya Rela pulang ke rumah. Kembalinya sang Ratu ke istana, membuat para penghuninya kembali bahagia.


"Oh iya, bagaimana dengan rumahmu Azizah Apakah semua sudah selesai?" tanya Rela.


"Bagus dong! Kalau begitu sudah siap untuk ditinggalin?" Rela tersenyum manis.


"Aku sengaja menunggu kepulangan Mbak Rela. Karena ingin bersama-sama datang dan masuk ke rumah itu," ucap Azizah.


"Sebaiknya kita harus cepat-cepat mengunjungi rumah itu. Karena sebentar lagi diperkirakan aku akan melahirkan," kata Rela.


"Apa besok Mbak Rela bisa mengantar aku ke rumah baru itu?" tanya Azizah.


"Tentu saja bisa. Apa kamu sudah menghubungi kedua orang tuamu?" balas Rela.

__ADS_1


"Rencananya setelah makan siang ini aku mau memberitahu kepada ibu dan bapak ujar Azizah.


***


Keesokan harinya sesuai dengan rencana, mereka bersamamu datangi rumah baru milik Azizah yang diberikan oleh Irwansyah. Rumah besar dan mewah dengan halaman yang luas itu adalah rumah milik Azizah saat ini yang akan dia tinggali.


Rumah berlantai dua itu memiliki beberapa kamar nenek kamar khusus untuk Ukasyah dan Oliv. Jika mereka ingin menginap di rumah ini.


Dapur yang luas dibuatkan oleh Irwansyah, karena dia tahu Azizah suka sekali memasak dan membuat cemilan. Jadinya, dia membuat suasana dapur itu senyaman mungkin.


Kamar utama juga sangat luas dan menghadap ke halaman. Meski Azizah tidak bisa merawat tanaman, tetapi Irwansyah membuat taman bunga yang indah dan enak untuk dilihat.


"Aku juga mau minta sama Abang untuk membuatkan satu kamar khusus untuk Mbak Rela. Jika ingin menginap di sini," kata Azizah sambil menunjukkan kamar yang ada di samping kamar utama miliknya.


Sebuah kamar yang terlihat nyaman meski ukuran nya jauh lebih kecil dari kamar utama. apalagi balkon kamarnya menghadap ke arah Taman Bunga yang sangat disukai oleh Rela.


"Terima kasih, Azizah. sekali nanti aku akan datang dan menginap di sini," ucap Rela sambil memeluk Azizah.


***


Bagaimanakah kelahiran anak ketiga, Rela dan Irwansyah? Tunggu kelanjutannya ya!

__ADS_1


__ADS_2