
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan lupa untuk selalu kasih like, komentar, dan bintang 5. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 33
Irwansyah mendapat laporan dari pegawainya, kalau polisi sudah berhasil menangkap orang yang menabrak Azizah dan Oliv kemarin. Kini pelaku sedang berada di kantor polisi.
"Sayang, katanya pelaku penabrakan kemarin sudah berhasil ditangkap," kata Irwansyah memberitahu Rela.
"Benarkah itu, Abang? Ya Allah, Alhamdulillah. Semoga saja mereka mendapatkan hukuman yang setimpal. Karena sudah mencelakai orang lain dan pergi begitu saja. Tanpa ada niatan untuk menolong Azizah dan Oliv," ujar Rela yang kini berdiri di hadapan Irwansyah.
"Azizah, kamu pasti akan diperlukan sebagai saksi nanti," ucap suaminya.
"Aku siap memberi kesaksian, Bang, kapanpun. Meski yang aku ingat adalah baju yang dipakai oleh si pelaku dan warna motornya," ujar Azizah.
***
Maka Irwansyah pun pergi ke kantor polisi untuk melihat si pelaku. Dia penasaran apakah kecelakaan itu disengaja atau tidak.
Saat Irwansyah sampai ke kantor polisi terlihat laki-laki yang berwajah sangar sedang duduk dengan kedua tangan diborgol. Polisi di sana memberitahu kalau laki-laki itu adalah pelaku penabrak Azizah dan Oliv.
"Kenapa Anda menabrak istri dan putriku?" ditanya Irwansyah pada laki-laki yang baru diketahuinya bernama Jaka.
"Saya sedang terburu-buru dan tidak menyangka kalau wanita itu jatuh tanpa aku ketahui," jawab Jaka dengan tenang tidak terlihat sama sekali penyesalan di tatapan matanya maupun ekspresi wajah.
Melihat kalau laki-laki itu tidak menyesali apa yang telah terjadi pada Azizah dan Oliv, membuat Irwansyah sangat marah. Dia pun hendak mau memukul wajah Jaka. Akan tetapi, kedua orang pegawainya menahan pukulan yang akan dilancarkan oleh Irwansyah ke wajah laki-laki itu.
"Apa Anda tahu, kalau gara-gara kecelakaan kemarin, putri aku sampai saat ini mengalami koma!" bentak Irwansyah dengan suaranya melengking, sangat jarang sekali dia berbicara dengan nada seperti ini.
"Itu bukan salahku!" kata Jaka.
__ADS_1
"Seandainya saja Anda kemarin tidak mengebut dan hati-hati saat membawakan kendaraan tentu hal ini tak akan pernah terjadi kepada istri dan putriku," sindir Irwansyah.
"Meski begitu kami akan melakukan penyelidikan terlebih dahulu. Apa benar kemarin itu murni karena kecelakaan? Atau memang sudah direncanakan," kata polisi yang duduk bersama mereka.
"Sudah berapa kali aku bilang, kalau kemarin itu kecelakaan yang tanpa aku ketahui sama sekali," ujar Jaka bersikukuh.
"Aku tahu kamu sedang berbohong saat ini, karena ada bukti yang menunjukkan kalau kamu sengaja membuat motor yang dikendarai oleh Azizah terjatuh," tukas Irwansyah dengan mendesis.
Laki-laki itu pun menatap bengis ke arah Irwansyah. Dia menyangka kalau saat ini suami dari Azizah ini sedang mengancamnya saja. Makanya Jaka hanya menyeringai saat setelah mendengar ucapan dari Irwansyah.
Lalu, polisi pun memperlihatkan video yang menunjukkan kalau Jaka menendangkan kakinya pada motor Azizah. Tentu saja ini membuat Jaka terkejut dan terlihat wajahnya sarat akan ketakutan. Dia tidak bisa mengelak lagi kalau kecelakaan itu adalah perbuatan yang disengaja untuk mencelakakan Azizah dan Oliv.
Irwansyah pun berada di kantor polisi sampai tengah hari. Setelah itu dia baru kembali lagi ke rumah sakit untuk menemani istri dan putrinya.
***
"Bagaimana hasilnya, Bang?" tanya Rela.
"Kamu harus banyak istirahat. Jangan sampai kondisi tubuh kamu menurun. Kasihan anak kita yang nasehat berada di dalam perut ini," lanjut Irwansyah dan Rela pun hanya bisa mengangguk.
"Tapi aku tidak ingin jauh dari Oliv," ucap Rela agak merengek.
"Tapi kamu harus tidur jika selepas shalat Isya," suruh Irwansyah dengan lembut dan Rela pun mengangguk.
***
Waktu terus bergulir, kini sudah satu minggu Oliv dalam keadaan koma. Ukasyah pun selalu menangis jika melihat adiknya yang sedang berbaring tak sadarkan diri. Hari ini putra sulung dari Irwansyah itu ikut menemani orang tuanya menunggui Oliv.
"Yah, kapan Oliv akan bangun dan tersadar kembali?" tanya Ukasyah sambil melihat adiknya dari balik dinding kaca.
"Kita harus sering berdoa untuk kesembuhan Oliv," jawab Irwansyah.
__ADS_1
***
Setiap malam Irwansyah dan Rela selalu mengaji di samping Oliv sambil memegang tangannya. Rela selalu merasa kalau Oliv bisa mendengar suaranya. Kadang gadis kecil itu menitihkan air mata, saat dia mengajaknya berbicara.
Hal yang sama pun dilakukan oleh Azizah dan Ukasyah. Hanya saja mereka melakukannya di rumah. Setiap selesai shalat wajib maupun tahajud selalu menyempatkan diri untuk berdoa demi kesembuhan Oliv.
Setelah hari kesepuluh, gadis kecil itu akhirnya membuka mata untuk pertama kali. Setelah sekian lama tidak sadarkan diri, Oliv melihat ada ayah dan bundanya sedang mengaji di samping brankar. Kedua orang tuanya mengaji sambil memegang tangannya.
"A-yah ... Bun-da," panggil Oliv dengan lirih dan terbata.
"O-liv?" Irwansyah dan Rela terkejut mendengar suara panggilan dari putri mereka.
"Alhamdulillah. Ya Allah, Engkau mengembalikan putri kami kembali," ucap Irwansyah dan Rela bersamaan.
Dokter pun langsung dipanggil dan memeriksa keadaan Oliv. Dokter itu pun merasa takjub akan keadaan Oliv. Saat ini keadaan gadis kecil itu sudah sadar sepenuhnya. Setelah diperiksa kembali, semuanya hasilnya dalam keadaan baik-baik saja. Kekhawatiran semua orang selama ini tidak terbukti. Tidak ada keanehan dengan ingatan Oliv, daya pikirnya, ataupun fungsi lainnya, dan semua saraf-saraf yang ada di kepala. Mengingat akibat kecelakaan itu kepala Oliv banyak sekali mengeluarkan darah dan mendapat jahitan yang banyak.
Kabar kesadaran Oliv membuat semua orang yang mengenal gadis kecil, itu ikut merasa bahagia. Bahkan setelah Oliv dipindahkan ke ruang rawat tamu yang menjenguknya sangat banyak, seakan tidak pernah berhenti.
***
Waktu pun terus berlalu dengan cepat. Oliv sudah dinyatakan sehat total oleh dokter. Sekarang kandungan Rela pun mencapai usia 8 bulan. Banyak sekali kejadian yang telah dilalui oleh keluarga Irwansyah.
Pelaku yang mencelakai Azizah dan Oliv pun mendapatkan hukuman dengan dipenjara selama 3 tahun. Hanya saja orang yang sudah menyuruh Jaka tidak bisa ditangkap. Itu dikarenakan Jaka juga disuruh oleh orang asing. Dia tidak mengenal sama sekali siapa laki-laki yang sudah menyuruhnya. Dia hanya diberi uang sebanyak 1 juta hanya untuk membuat Azizah terluka.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Irwansyah kepada Rela. Sebab, sejak semalam istrinya itu terus pulang pergi ke dalam kamar mandi.
"Sepertinya aku kena diare karena sejak kemarin buang air besar terus,"jawab Rela dengan lemas.
"Apa? Kenapa kamu tidak bilang kepadaku?" balas Irwansyah. Dia tidak tahu karena semalam giliran tidur bersama Azizah.
***
__ADS_1
Apakah Rela akan melahirkan? Atau memang sedang sakit diare biasa? Tunggu kelanjutannya, ya!