
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih Bunga, Kopi, dan Vote juga. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 57
Suasana di ruang rawat itu, kini terasa tegang. Satria sedang membeberkan kebenaran di depan Irwansyah, Mama Fathonah, dan Baharudin.
"Sejak kapan kakak tahu semua hal ini?" tanya Irwansyah kepada Satria.
"Sejak Rela meminta aku untuk menyelidiki dan mengawasi gerak-gerik dan Tante Rose. Mulai dari sana aku jadi tahu tentang Baharudin. Karena penasaran dengan sosok dia, maka aku pun mencari tahu tentang dirinya. Dari sanalah aku menemukan rantai hubungan masa lalu Baharudin dengan Mama Fatonah. Aku pun bertanya kepada papa dan beberapa temannya, tentang kejadian di masa lalu. Hal yang pasti membuat gempar di dunia bisnis. Hal ini wajar saja terjadi jika keluarga kamu adalah salah seorang pengusaha terkenal, yang memiliki banyak harta. Namun, secara perlahan dan pasti semua itu habis, apalagi sang pewaris hanyalah seorang bocah kecil yang memiliki seorang wali yang serakah. Ya walau sebenarnya istri dan anak-anaknya 'lah yang hidupnya penuh dengan berfoya-foya," jawab Satria.
__ADS_1
Mama Fatonah membenarkan apa yang diucapkan oleh kakak kandung dari Rela ini. Dia dulu tidak bisa berbuat apa-apa sama sekali. Sebab, dirinya masih kecil dan tidak tahu menahu soal dunia bisnis. Dari waktu ke waktu semua harta warisan peninggalan kakek dan ayahnya terkuras habis oleh keluarga paman dari pihak ibu.
"Kamu pikir aku akan percaya dengan apa yang kamu katakan barusan," kata Baharudin sambil tersenyum mengejek ke arah Satria.
"Aku tidak peduli kamu mau percaya atau tidak. Karena aku punya bukti dan itu bisa memenjarakan kamu atas tuduhan palsu. Jika kamu beranggapan semua perbuat ini hanya untuk membalas dendam terhadap Mama Fathonah dan keluarganya," balas Satria.
Baharudin pun terdiam. Dia tahu kalau saat ini dirinya dalam keadaan terpojok. Satria punya semua data dan barang bukti yang valid. Sementara itu, dirinya tidak memiliki barang bukti yang kuat.
***
Irwansyah pun pulang dalam keadaan letih. Wajahnya sangat kusut dan penampilannya acak-acakan. Sungguh jauh sekali dengan penampilannya dulu yang selalu rapi.
__ADS_1
Azizah dan kedua anaknya tidur bersama di kamar lantai dua. Irwansyah pun membetulkan letak selimut. Lalu, memberikan kecupan di kening mereka satu persatu. Saat ini dia merasa lega karena sumber masalah dari keluarganya sudah bisa diselesaikan. Kini dia tinggal menunggu kepulangan Rela, istri pertamanya.
***
Waktu pun terus bergulir dan kini sudah satu bulan semenjak Rela pergi untuk berobat. Selama satu minggu belakangan ini,, Irwansyah bisa mengirim pesan kepada Rela. Meski hanya dijawab satu hari satu kali pesannya, yaitu saat malam hari. Itu juga melalui nomor yang Santi. Kata Satria peraturan di rumah sakit itu sangat ketat. Namun, memberikan efek pengobatan yang baik bagi para pasien.
Rela memberitahu Irwansyah, kalau hari ini dia akan pulang ke rumah. Papa mertuanyalah yang akan mengantarkan Rela pulang.
Hati Irwansyah sangat senang sekali, sampai semalam dia tidak bisa tidur sekejap pun. Dirinya terus saja memandangi jam dinding hanya untuk melihat waktu. meski jelaskan relakan berangkat dari rumah sakit itu pagi-pagi dan kemungkinan akan sampai ke rumah itu siang hari.
***
__ADS_1
Bagaimana reaksi Rela saat melihat penampilan Irwansyah saat ini? tunggu kelanjutannya, ya!