
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih Bunga, Kopi dan, Vote juga. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 61
Irwansyah membawa Rela ke rumah sakit dan langsung membawanya ke ruang persalinan karena dokter sudah menunggu di sana. dokter itu sudah mengetahui riwayat kesehatan Rela. Sehingga tahu apa yang harus dia lakukan saat membantu proses melahirkan bayinya.
"Semuanya sudah siap, saat ini Bu Rela sudah memasuki bukaan ke sepuluh," kata dokter itu.
Irwansyah menemani Rela saat proses melahirkan. Dia begitu gugup karena saat ini keadaan tubuh Rela berbeda dengan saat dia melahirkan anak pertama dan kedua.
"Sayang kamu harus kuat, ya. Aku yakin kamu pasti bisa melahirkan buah hati kita." Irwansyah memberikan semangat kepada Rela.
Rela pun mulai mengejan dan merasakan kalau bayi di dalam perutnya ingin keluar. Ini bukan pertama kalinya Rela melahirkan. Sehingga dia tahu kapan menarik nafas dan memberikan dorongan agar bayinya lahir.
"Dorong, Bu! Kepala bayi sudah terlihat," kata Dokter kandungan itu dengan semangat.
Rela pun menarik napas, lalu memberikan dorongan sehingga bayinya itu bisa keluar. Tangisan bayi itu pun pecah dan Irwansyah menciumi wajah Rela dan mengucapkan terima kasih.
"Terima kasih, Sayang. Kamu telah memberikan seorang jagoan lagi kepadaku," kata Irwansyah dengan berderai air mata kebahagiaan.
Rela pun menangis terharu karena dia berhasil mengeluarkan buah cintanya. Bayi kecil itu diberikan kepadanya setelah suster membalut tubuhnya dengan kain bersih.
Seorang bayi laki-laki yang sangat menggemaskan, kini sedang menyusu kepada Rela. Dia pun membelai pipi bayi itu dengan menggunakan telunjuknya.
__ADS_1
"Terima kasih, Sayang. Sudah hadir dalam keluarga kami," ucap Rela dengan penuh haru.
Bayi itu setelah menyusu dibersihkan dan di dandani. Lalu, diberikan kepada Irwansyah untuk di adzankan.
***
Kelahiran anak ketiga Rela membawa kebahagiaan bagi orang-orang terdekatnya. Mereka mengucapkan selamat dan membawa hadiah untuk bayi mungil itu.
Azizah sudah datang sejak tadi pagi. Begitu dia mendengar kabar kalau Rela akan melahirkan dia langsung mendatangi rumah sakit bersama dengan kedua orang tuanya.
"Mbak, bayi ini sangat lucu sekali," kata Azizah sambil menggendong bayi itu.
"Ukasyah dan Oliv sewaktu bayi pun mereka terlihat sangat lucu dan menggemaskan," ucap Rela.
"Siapa nama bayi ini?" tanya Pak Maulana.
"Nama yang sangat bagus," kata Pak Maulana sambil melihat bayi yang kini berada dalam gendongan Azizah.
Dalam hatinya dia berharap kalau Azizah juga bisa memberikan keturunan untuk Irwansyah. Meski dia tahu hal ini adalah mustahil.
Kini keluarga Irwansyah bahagia dengan kehadiran anak ketiga mereka. Irwansyah bersyukur mempunyai dua orang istri yang baik dan tiga anak yang insya Allah bisa menjadi cahaya dan penenang dalam hidupnya.
***
Lima tahun kemudian ....
__ADS_1
"Rasyid, kata Bu guru kamu mau ikutan lomba MTQ anak-anak TK tingkat kecamatan?" tanya Rela saat mereka sarapan pagi.
"Iya Bun, kemarin adik sudah minta diajari pada ibu Azizah," jawab anak laki-laki yang kini sudah sekolah di taman kanak-kanak.
"Katanya mau seperti Kak Ukasyah, yang selalu juara MTQ sampai dia SMP," lanjut Oliv yang ini sudah mengenakan seragam putih merah dengan jilbab berwarna merah.
"Bagus, dong, kalau begitu. Adik mengikuti jejak kakaknya dalam hal kebaikan," kata Irwansyah.
Rela pun tersenyum melihat keakraban para penghuni rumahnya. Mereka selalu membicarakan dan berdiskusi bersama jika ada sesuatu.
"Assalamualaikum," terdengar suara Azizah di depan pintu.
"Wa'alaikumsalam." balas semua orang yang mengalihkan perhatian mereka kepada seorang perempuan yang mengenakan gamis berwarna pink muda.
"Wah sedang berkumpul bersama. Ini ibu bawakan bolu dan puding kesukaan kalian," kata adiknya sambil meletakkan dua kotak makanan untuk dimakan bersama.
"Ibu Azizah, adek mau ikutan lomba MTQ. Ibu harus datang dan memberi dukungan, ya!
"Tentu saja ibu akan datang dan memberi dukungan untuk jagoan ini!" Azizah pun mencium pucuk kepala Rasyid.
Kehidupan keluarga poligami Irwansyah berjalan dengan baik dan bahagia. Jika terjadi apa-apa mereka selalu membicarakan yang bersama-sama dan mencari solusinya. Kejadian di masa lalu memberikan pelajaran bagi keluarga itu. Komunikasi yang baik dan saling memberikan dukungan satu sama lain sangat diperlukan dalam menjalin hubungan yang baik antara istri tua dan istri muda. Seperti rela dan Azizah yang selalu saling memberikan dukungan satu sama lain. mereka menjadi teman curhat dan teman terbaik cerita dan pengalaman. selain itu mereka juga selalu kompak jika pergi ke suatu tempat mau itu jalan-jalan ke mall ataupun pergi liburan bersama dengan anak-anak.
Bagi ketiga anak Irwansyah mereka bahagia mempunyai dua orang ibu yang menyayangi mereka. Apapun cita-cita yang mereka dan inginkan selalu didukung oleh orang tua mereka.
***
__ADS_1
TAMAT
Terima kasih sudah membaca karya aku ini semoga kalian bisa mengambil nilai kebaikan di dalamnya. Tunggu karya aku lainnya lagi ya! Untuk giveaway akan diumumkan di bab berikutnya.