
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan lupa untuk selalu kasih like, komentar, dan bintang 5. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 34
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Irwansyah.
"Sepertinya aku kena diare karena sejak kemarin buang air besar terus," jawab Rela dengan lemas.
Irwansyah pun memanggil dokter karena keadaan tubuh Rela yang menjadi lemas akibat dari diare. Dia pun mendapat perawatan di rumah karena di waktu yang bersamaan Mama Fatonah juga mengalami hal yang sama. Maka, Irwansyah memutuskan untuk menyewa perawat yang akan bergiliran menjaga mereka berdua.
"Apa kemarin kalian makan sesuatu yang bikin sakit perut?" tanya Irwansyah kepada Rela dan Mama Fatonah.
"Aku tidak makan yang aneh-aneh. Seharian kemarin makanan yang aku makan sama dengan yang Abang makan. Mulai dari sarapan sampai makan malam, semua kita makan menu yang sama," jawab Rela dengan suaranya yang lirih.
"Iya. Mama juga hanya makan makanan yang di masak di rumah," lanjut Mama Fatonah.
Rela sudah lebih dari 20 kali masuk ke kamar mandi hanya untuk buang hajat. Untungnya dokter langsung menangani sehingga tidak membahayakan nyawa bayi dalam kandungan dan dirinya.
"Tubuh mama juga sama lemas, seperti kamu. Dan entah berapa kali mama keluar masuk kamar mandi," ucap Mama Fatonah dengan sarat akan nada letih.
"Kenapa hanya aku dan Mama yang mengalami diare?" tanya Rela merasa curiga sudah ada yang berbuat jahat padanya.
Mereka pun tidak mempertanyakan kembali kenapa hanya Rela dan Mama Fatonah saja yang terkena diare, padahal semua orang memakan makanan yang sama. Mereka berpikir kalau kondisi tubuh sedang tidak fit saja.
***
Irwansyah sengaja menyatukan Rela dan Mama Fatonah dalam satu kamar agar mudah dalam menjaga dan mengawasi mereka secara bersamaan. dia sengaja tidur di lantai beralaskan kasur lipat.
"Bang, perut aku mulas lagi," ucap Rela membangunkan Irwansyah.
Laki-laki itu dengan cepat terbangun saat merasa tidurnya terusik. Dia melihat Rela sedang meringis kesakitan sambil memegang perutnya.
"Ada apa, Sayang?" tanya Irwansyah sambil bergegas menghampiri istri pertamanya.
__ADS_1
"Perut aku mulas kembali, Bang." Rela bicara sambil meringis dan mencengkeram kuat tangan Irwansyah.
Lalu, Irwansyah pun membawa Rela ke kamar mandi. Rela pun kembali buang hajat yang menguras cairan di dalam tubuhnya.
Meski perawat sudah memberikan obat dan cairan infus kembali. Kadang-kadang Rela masih saja sering pulang pergi ke kamar mandi. Hal yang serupa pun terjadi kepada Mama Fatonah.
"Pak, sebaiknya kita membawa Ibu Rela dan Oma Fatonah ke rumah sakit," kata perawat saat hari menjelang subuh.
Melihat kondisi tubuh Rela dan Mama Fathonah, akhirnya Irwansyah memutuskan untuk membawa mereka berdua ke rumah sakit. Itu karena takut sesuatu yang tidak dia harapkan menimpa dua orang keluarga yang sangat berharga baginya.
***
Kondisi Mama Fatonah dan Rela saat di rumah sakit jauh lebih baik dibandingkan saat mereka mendapatkan perawatan di rumah. Dokter juga rasa aneh karena semua obat dan metode pengobatan yang digunakan masih sama.
"Kenapa hal ini bisa terjadi, Dok?" tanya Irwansyah penasaran.
"Apa yang mereka makan saat di rumah?" tanya Dokter dengan tatapan penuh selidik pada Irwansyah.
"Mereka makan bubur," jawab Irwansyah jujur.
"Mereka minum air putih," bales Irwansyah.
Dokter merasa tidak ada yang aneh dengan makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh Rela dan Mama Fatonah. Bahkan kedua makanan itu tidak membahayakan bagi kesehatan keduanya. Mengetahui hal ini membuat dia berpikir kembali, kalau dalam makanan itu pasti sudah dicampur oleh sesuatu.
"Sebaiknya Bapak periksa makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh istri dan ibu Anda. Siapa tahu sudah tercampur sesuatu di dalamnya," kata dokter itu dengan sangat hati-hati takut menyinggung perasaan Irwansyah.
"Maksud, Dokter?" tanya Irwansyah terkejut dan tidak mengerti.
"Bukan hal yang aneh kalau makanan dan minuman bisa dicampur dengan obat pencahar. Karena obat seperti itu mudah didapat di apotek," jawab dokter itu.
"Maksud dokter, ada yang sengaja memberikan obat pencahar untuk Rela dan mama Fatonah?" Irwansyah terperangan tidak percaya akan ada yang berani berbuat seperti itu di rumahnya terhadap keluarga sendiri.
"Saya tidak mau berprasangka buruk terhadap orang lain. Tapi, cobalah untuk memeriksa makanan dan minuman yang telah mereka konsumsi. Karena ini perbuatan tercela dan membahayakan nyawa orang lain. Apalagi ibu Rela saat ini sedang mengandung," ucap dokter itu menduga-duga.
***
__ADS_1
Merasa sangat penasaran dengan apa yang diucapkan oleh dokter barusan, membuat Irwansyah kepikiran. Akhirnya dia pun memutuskan untuk membawa sisa bubur dan minuman yang sempat dikonsumsi oleh Rela.
Irwansyah pulang sebentar dan ngambil sedikit sisa makanan yang ada di atas nakas. Begitu juga dengan minumannya. Setelah itu, dia pergi ke laboratorium meminta untuk memeriksanya. Apa terkandung zat yang bisa membuat orang diare.
Sore harinya Irwansyah menerima laporan hasil laboratorium dan menyatakan ada zat laxative. Biasanya terkandung dalam obat untuk memperlancar susah buang air besar.
Betapa Irwansyah merasa terkejut, kecewa, dan marah. Saat tahu makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh istri dan ibunya, sengaja diberi obat pencahar oleh seseorang di rumahnya sendiri.
Untungnya Rela dan Mama Fatonah hanya satu hari satu malam dirawat di rumah sakit. Keesokan harinya mereka sudah bisa dibawa pulang.
***
Saat Irwansyah pulang membawa istri dan ibunya. Ternyata di depan rumah, Azizah sudah menunggu bersama Oliv dan Ukasyah. Kedua anak kecil itu sangat senang melihat kepulangan mereka.
"Bunda ... Oma. Sudah sembuh, ya?" Oliv langsung menggandeng kedua tangan orang itu.
"Kita selalu mendoakan Bunda dan Oma, agar cepat sembuh," lanjut Ukasyah yang juga ikut menuntun tangan Rela.
"Bagaimana keadaan Mbak Rela dan Mama, Bang?" tanya Azizah begitu keduanya pulang dari rumah sakit.
"Alhamdulillah saat ini mereka sudah jauh lebih baik," jawab Irwansyah.
Setelah kejadian kemarin membuat Irwansyah menjadi lebih waspada terhadap orang yang berada di rumahnya. Dia pun memasak semua makanan sendirian. Lalu, menyediakan makanan dan minuman untuk Rela dan ibunya tanpa bantuan orang lain.
Azizah merasa sangat heran saat ingin membantu memasak bubur, suaminya melarang untuk membantu. Bahkan saat akan memberi mereka berdua minuman pun Irwansyah mencegahnya.
Seharian ini Irwansyah disibukan untukmu menyiapkan semua keperluan Rela dan ibunya. Baik itu makan, minum, maupun meminum obat. Semua dia lakukan sendiri tidak mau melibatkan orang lain.
"Kamu itu kenapa, sih? Tante 'kan juga ingin menjaga Mama kamu. Bagaimanapun kita adalah saudara," ucap Tante Rose dengan kesel karena Irwansyah selalu melarang orang-orang untuk mendekati Rela dan mamanya.
"Biar Irwan saja yang menjaga mereka. Dan sebaiknya tante istirahat saja," balas Irwansyah.
***
Benarkah ada seseorang yang tela mencampurkan obat pencahar pada makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh Rela dan Mama Fathonah? Siapakah orang yang itu? tunggu kelanjutannya, ya!"
__ADS_1