Bukan Istana Impian

Bukan Istana Impian
Bab 50. Anniversary


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip biar terbaca oleh sistem. Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan dengan kasih like, komentar, dan bintang 5. Semoga hari ini kalian bahagia dan dimudahkan rezekinya.


***


Bab 50


Santi sudah janji tidak akan bilang pada siapapun masalah penyakit yang di derita saat ini oleh Rela. Lagian dia berpikir bukan haknya dia memberitahu penyakit orang lain.


'Kalau aku bicara dan kedengaran oleh oma, bisa-bisa Azizah digiring ke polisi sama dia. Lebih baik diam saja. Pelaku aslinya juga belum ketemu.'


Santi berdeham beberapa kali. Tenggorokannya terasa kering.


'Nggak peka amat ini si Bapak. Orang dari tadi di ajak bicara tapi nggak dikasih minum.'


"Kalau itu tanya saja nanti sama ibu, jika sudah pulang. Kenapa pergi?. Maaf, Pak. Ini sudah jam tidur, aku harus cepat-cepat pulang." Santi pun beranjak pergi. Namun, sebelum menutup pintu dia berkata, "Kalau Bapak ingin rumah tangga Bapak bahagia, buang jauh-jauh, tuh, yang namanya benalu."


Flashback off.


***


Irwansyah selama ini mencurigai Tante Rose yang sudah melakukan semua perbuatan itu. Akan tetapi, dia tidak punya bukti. Dia pun bangkit dari ranjang dan duduk di tepi jendela tempat biasa Rela belakangan ini duduk di sana. Suasana sepi dan dingin kini dirasakan oleh Irwansyah.

__ADS_1


'Apakah perasaan seperti ini yang kamu rasakan saat aku tidak ada di sisimu?'


Irwansyah melihat ada sebuah tulisan namanya di kusen jendela. Itu adalah tulisan Rela. Dia bisa mengenali gaya tulisan kaligrafi yang dulu sering dibuat oleh Rela saat mereka berpacaran.


Hal yang sama pun Irwansyah lakukan. Dia menulis nama istri pertamanya di samping nama dirinya. Dia teringat saat masih duduk di masa kuliah. Waktu yang mereka habiskan bersama seakan dunia itu terasa indah. Masalah apapun mereka selalu dilalui bersama.


'Dulu kalau ada apapun, kami selalu terbuka. Benar kata Santi tadi. Seandainya, aku juga memberi tahu Rela tentang obat pencahar itu padanya mungkin dia akan mencari tahu kebenaran lain dari kejadian itu. Aku melakukan hal itu karena tidak mau Azizah dituduh karena setelah aku pikir lagi, dia tidak mungkin melakukan hal itu. Meski aku butuh beberapa waktu untuk meyakinkan diriku sendiri dulu.'


Irwansyah pun merasa kedinginan, dia pun mengambil jaket di lemarinya. Saat dia menarik jaket paling atas ada sesuatu yang jatuh.


'tiket pesawat?'


Ada selembar kertas lainnya dan bertuliskan, "Anniversary ke-1 Irwansyah & Azizah


Jantung Irwansyah terasa di rem_at, bahkan dia tidak mengingat tanggal pernikahan dirinya dengan Azizah. Sementara Rela, dia menyiapkan kado liburan untuk dirinya dan Azizah selama 5 hari pergi ke Bali dengan tanggal ke berangkatkan 3 hari lagi.


Tidak ada gairah untuk merayakan satu tahu pernikahan dirinya dengan Azizah. Separuh hati, separuh jiwa, dan separuh hidup dia pergi entah ke mana. Apalagi hanya untuk pergi berlibur.


***


Irwansyah memesan sebuah kalung berliontin sebagai hadiah kepada Azizah. Wanita itu menerima dengan senang hati.

__ADS_1


"Maaf, seharusnya aku memberikan hadiah itu hari kemarin," ucap Irwansyah.


"Tidak apa-apa, Bang. Hanya dengan mengingat tanggal pernikahan kita saja, aku sudah merasa senang. Tidak terasa kalau kita sudah bersama selama satu tahun," balas Azizah dengan senyum lebarnya.


"Maaf, jika aku belum bisa menjadi suami yang baik untuk dirimu. Masih banyak kekurangan aku sebagai seorang suami, apalagi sebagai seorang laki-laki," ujar Irwansyah.


"Aku sangat … sangat bahagia sekali bisa menjadi istri Abang. Justru, aku yang belum bisa menjadi istri yang baik bagi Abang."


Azizah memeluk erat tubuh Irwansyah, terasa sekali kalau sekarang tubuh suaminya agak kurusan dan pancaran matanya juga tidak bersinar seperti biasanya. Kulit wajahnya juga terlihat kusam.


'Baru ditinggal sebentar saja oleh mbak Rela, Abang sudah seperti ini. Bagaimana jika dalam waktu satu bulan?'


'Mbak Rela, lihatlah suami kamu ini! Dia menjadi lemah karena tidak ada kamu di sisinya.'


***


Sudah satu minggu Rela pergi dan keadaan Irwansyah sangat memprihatinkan. Tubuhnya menjadi kurus dan mata yang cekung dan lingkaran bola mata hitam. Janggut dan kumis juga dibiarkan tumbuh, tidak di cukur.


Meski Irwansyah setiap harinya dia masih beraktivitas sebagaimana biasanya. Namun, saat malam hari dia akan mengalami insomnia. Dia bahkan jarang sekali tidur di malam hari, paling hanya satu jam. Sisanya dia gunakan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.


"Ya Allah, jangan pisahkan aku dengan Rela." Itulah doa yang sering dia lantunkan di malam hari yang terasa dingin dan sepi.

__ADS_1


***


Apakah Irwansyah akan bisa menjalani hari-harinya selama ditinggalkan oleh Rela? Tunggu kelanjutannya, ya!


__ADS_2