
Riska yang merasa Arta terus memandangnya mulai merasa tidak nyaman. Apalagi seperti ada makna tersembunyi dari tatapannya itu.
"Ada apa? Apa ada yang aneh dengan wajahku?" Tanya Riska memecah lamunan Arta.
"Ng ng ngak kok, gak ada yang aneh sama wajah kamu" kata Arta gugup karena kepergok memperhatikan wajah Riska.
"Benarkah?" kata Riska sambil memegangi wajahnya.
"Iya, sini biar aku saja yang mengompresnya" kata Arta dan langsung mengambil alih handuk yang berada di tangan Riska.
"Baiklah" kata Riska. Ia juga merasa tidak nyaman berdekatan dengan Arta terlalu lama. Apalagi Arta terus memperhatikan wajahnya, membuatnya jadi salah tingkah.
"Apa kamu mau makan malam?" Tanya Riska.
"Tidak, tadi aku sudah makan malam di rumah sebelum pulang ke apartemen" jawab Arta sambil menempelkan handuk ke jidatnya.
"Ya sudah kalau begitu" jawab Riska.
Setelah selesai mengompres memar pada wajahnya, Arta kembali ke kamarnya.
Sementara itu, Riska sedang makan malam di dapur. Dia makan malam seorang diri seraya memainkan Ponselnya.
Grup KUACI (Kumpulan Anak Cantik)
Sonia : Tes
Yuli : HadirΒ Bu β
Sonia : Lah kita doang, mana nih si Ica?
Yuli : Sibuk kali sama suami brondongnya
Riska : Sialan lo Yuli! π‘. Ngatain gue sibuk sama suami brondong
Sonia : IniΒ nih baru nongol dia
Yuli : π Ampun Ibu negara saya gak berani
Sonia : πππ
Sonia : eeh Ca kenapa tadi lo gak masuk kuliah?
Riska : lo lupa ya, kan gue masih cuti. Besok gue baru masuk kuliah.
Sonia : Oh iya ya, gue lupa kalau lo masih cuti kuliah sampai besok.π
Yuli : Gimana Ca sama suami brondong lo? Mantep gak? π
Riska : Dasar Tuyul gendeng! Tau ah ngambek gue.
__ADS_1
Sonia : lah ngambek bilang-bilang dia
Yuli : πππ
Sonia : Oh iya, tadi ada mahasiswa baru loh Ca. Cowok, ganteng lagi.π
Yuli : Iya Ca. Ganteng banget, sumpah.π
Riska : Ya elah lo Yuli. Semua cowok juga lo bilang ganteng. Tukang bakso depan kampus kita aja lo ajak pacaran.π
Sonia : Wkwkwk
Yuli : Sialan lo Ca, ngatain gue mau sama Bang Jono depan kampus kita. Mentang-mentang lo udah dapat brondong.
Riska : Dasar kampret!
Sonia :π
Riska senyum-senyum sendiri saat membalas chat di grup Kuaci.
Arta yang melihat Riska tengah tersenyum-senyum sendiri sambil memegang hpnya merasa heran dengan tingkah Riska.
"Apa yang dia lihat sampai senyum-senyum sendiri kaya gitu? Bahkan makan malamnya saja belum dia makan" batin Arta.
Saat ini Arta memang sedang berada di dapur. Tadi saat di kamar, dia merasa haus jadi dia memutuskan ke dapur untuk mengambil air minum.
Riska yang terlalu fokus dengan ponselnya tidak menyadari akan keberadaan Arta di sana.
"Aku aku cuma mau ambil minuman" jawab Arta gugup karena ketahuan sedang memperhatikan Riska.
Arta terlalu fokus menatap Riska, sehingga dia tidak sadar jika Riska sudah berhenti memainkan ponselnya dan balas menatapnya.
"Oohhh terus kenapa berdiri di situ, duduk aja di sini. Gak baik loh makan dan minum sambil berdiri kayak gitu" kata Riska yang melihat Arta masih berdiri di sana.
"Ah iya" jawabnya.
Arta pun duduk berhadapan dengan Riska sambil memakan buah pisang yang tadi di ambilnya. Sedangkan Riska melanjutkan makan malamnya yang tadi sempat tertunda karena sibuk membalas chat yang ada di grup kuaci.
"Kenapa dia suka sekali makan buah pisang, kayak monyet aja hehehe" batin Riska tertawa, saat melihat Arta selalu memakan buah pisang.
Setelah menghabiskan buah pisang yang di makannya. Seperti biasa Arta langsung melemparkan kulitnya itu sembarangan ke tempat sampah. Tapi sayang lemparannya kali ini tidak tepat masuk ketempat sampah, mengakibatkan kulit pisang itu tergolek manja di atas lantai.
Arta yang tidak menyadari jika kulit pisang yang tadi lemparnya tidak masuk ke tempat sampah langsung pergi begitu saja ke kamarnya karena besok dia harus pergi ke sekolah.
Sesampainya di kamar Arta langsunh membaringkan tubuhnya di tempat tidur, bersiap untuk tidur. Tapi baru saja dia memejamkan mata, tiba-tiba ponselnya berbunyi.
Tiingg... satu pesan masuk di ponsel Arta.
Arta pun langsung mengambil ponselnya. Ternyata itu adalah pesan dari Rissa yang meminta untuk dijemput besok pagi..
__ADS_1
Rissa : Besok jemput aku ya Beb.
Arta : Iya, nanti aku jemput.
Rissa : good night Beb. Mimpi indah π
Arta : good night.
Setelah membalas pesan dari Rissa, Arta kemudian tertidur.
Arta bukanlah tipe pria yang romantis. Dia sangat jarang mengungkapkan perasaannya pada pasangannya, termasuk pada Rissa. Arta merasa gengsi jika berkata-kata romantis karena menurutnya itu sangat lebay. Walaupun Arta jarang mengungkapkan perasaannya, tapi dia benar-benar tulus menyayangi dan mencintai Rissa.
***
Pagi hari Riska membuka kedua kelopak matanya. Sinar matahari pagi yang menelusup masuk ke dalam kamar, membuatnya terbangun.
Riska meregangkan otot-ototnya yang sempat kaku karena tertidur. Matanya kemudian menatap jam yang berada di atas nakas samping tempat tidur, jam sudah menunjukkan pukul 06:30. Riska ingat jika hari ini ia harus kembali masuk kuliah karena masa cutinya sudah berakhir kemarin. Riska lalu bergegas menuju kamar mandi. Setelah 15 menit dia pun selesai dengan aktifitas mandinya.
Selesai mandi dan berpakaian, Riska langsung menuju dapur bermaksud membuat sarapan untuknya dan juga Arta.
Riska membuka pintu kamarnya, berbarengan dengan itu Arta juga baru saja keluar dari kamarnya dengan seragam sekolah yang sudah lengkap, siap untuk pergi ke sekolah.
"Kamu mau berangkat sekolah sekarang?" Tanya Riska, saat melihat Arta sudah rapi dengan seragamnya.
"Iya" jawab Arta singkat.
"Kamu gak mau sarapan dulu?" Tanya Riska kembali melihat Arta berjalan menuju pintu dan memakai sepatunya.
"Gak, aku sudah ada janji. Nanti biar sarapan di sekolah saja" kata Arta.
Arta memutuskan untuk tidak sarapan di rumah pagi ini. Dia memilih sarapan di sekolah, agar tidak telat saat menjemput Rissa nanti. Arta kemudian berlalu pergi keluar apertemen menuju parkiran untuk mengambil mobilnya.
Arta kemudian melajukan mobilnya menuju rumah Rissa. Sesampainya di rumah Rissa, Arta langsung membukakan pintu mobil untuk Rissa, karena sebelumnya Rissa sudah menunggunya di depan rumah. Mereka pun langsung berangkat bersama menuju sekolah.
***
Sedangkan di apartemen, setelah kepergian Arta. Riska langsung menuju dapur untuk membuat sarapan. Karena Arta tidak ikut sarapan, jadi pagi ini Riska akan sarapan seorang diri. Dia akan membuat sarapan yang mudah saja.
JANGAN LUPA BUAT π
LIKE
KOMEN
VOTE
TAMBAHKAN KE FAVORITE
__ADS_1
BERI HADIAH