Bukan Pasangan Biasa

Bukan Pasangan Biasa
Eps 38 (Tim ghibah)


__ADS_3

"Astaga kenapa pagi-pagi mereka sudah sangat berisik" geram Riska kesal dan menyembunyikan kepalanya di bawah bantal berharap tidak mendengar suara para penghuni apartemen yang sangat mengganggu pendengarannya itu.


Semakin lama suara-suara itu semakin nyaring membuat Riska tidak bisa kembali memejamkan matanya karna merasa terganggu.


Riska mendengus kesal karna aktivitas yang biasa di lakukannya di hari libur terganggu. Harusnya hari ini ia bisa menikmati hari liburnya dengan bermalas-malasan dan tiduran sepanjang hari di kamarnya. Tapi karena suara-suara berisik itu terus berbunyi membuat tidurnya jadi terganggu.


Suara berisik itu pasti ulah para ibu-ibu penghuni apartemen karna Riska dapat mengenali suara-suara dari penyanyi wanita yang menyanyikan lagu kebangsaan negaranya itu. Cempring dan sangat tidak enak di dengar.


Mungkin jika yang menyanyikan lagu itu adalah Artis terkenal pasti Riska akan langsung tertidur.


Tapi karna yang menyanyikan lagu itu para ibu-ibu no secret jadinya lagu yang tadinya sangat indah dan penuh makna berubah menjadi lucu karna tidak sesuai dengan nada musik.


Ting nong... ting nong...


Bel apartemen berbunyi, Riska yang malas untuk bangun tidak menghiraukannya dan memilih menyembunyikan tubuhnya di balik selimut.


Ting nong... ting nong...


Bel apartenen kembali berbunyi bahkan kini suaranya terus menerus terdengar di telinga Riska, sepertinya orang di luar sana tidak berhenti menekan bellnya karena tak kunjung di bukakan pintu oleh sang empunya rumah.


Riska mendengus kesal dengan malas ia segera bangun dan menyibak selimut di tubuhnya kasar.


"Ya Tuhan, siapa sih pagi-pagi sudah bertamu ke rumah orang. Mengganggu saja" gerutunya.

__ADS_1


Sial, baru sepagi ini saja moodnya sudah down, sepertinya hari ini akan jadi hari yang buruk untuk Riska.


Dengan langkah malas Riska berjalan menuju pintu untuk menemui tamu menyebalkannya. Siapa kah orang yang sudah berani mengganggu ketenangannya? Awas jika mereka menggangunya hanya untuk urusan yang tidak penting, batin Riska.


Ceklek


Pintu terbuka terlihat dua ibu-ibu dengan pakaian merah putih serta atribut yang juga bernuansa merah putih tersenyum ramah ke arah arah Riska, tapi sayang senyuman kedua ibu-ibu itu justru terlihat sangat menyebalkan di mata Riska. Untuk apa ibu-ibu ini datang ke apartemennya, pikir Riska.


Ibu-ibu memakai baju merah putih khas warna berdera tanah airnya, tak lupa juga dengan atributnya yang lain untuk melengkapi penampilan mereka hari ini. Wajah mereka pun sebagian di cat dengan warna merah putih sebagai bukti betapa mereka cinta akan tanah airnya ini.


"Pagi dek Riska" sapa kedua ibu-ibu itu.


"Pagi" jawab Riska.


"Ada apa ya Bu pagi-pagi ke apartemen saya?" Tanya Riska.


Ya kedua Ibu-ibu yang bertamu pagi-pagi ke apartemen Riska itu adalah Bu Erna dan Bu Tika yang ingin menemui Riska untuk di ajak ikut ke taman apartemen karena hari ini akan di adakan lomba untuk memperingati hari kemerdekaan di sana.


"Baru bangun tidur ya dek Riska?" Tanya Bu Erna yang melihat muka bantal Riska.


"Ahh, iya Bu" jawab Riska menggaruk tekuknya yang tidak gatal. Kenapa ibu-ibu ini bisa jika dia baru saja bangun tidur? Pikirnya.


"Pantesan aja ilernya panjang banget kaya sungai nil" ucap Bu Tika terkekeh.

__ADS_1


Riska refleks mengusap iler di wajahnya, mukanya memerah karna malu. Ah sial, kenapa Riska lupa mencuci wajahnya, seharusnya sebelum ia keluar tadi untuk membuka pintu ia mencuci mukanya terlebih dahulu.


"Ini silahkan di pakai dek Riska" ucap Bu Erna menyerahkan sebuah baju berwarna merah putih dan sebuah ikat kepala berwarna biru kepada Riska.


Riska menyambut baju itu dengan wajah bingung, untuk apa baju dan ikat kepala ini pikirnya.


Riska tahu jika hari ini adalah hari peringatan kemerdekaan, tapi ia tidak berniat merayakannya bersama dengan yang lain. Ia lebih memilih untuk merayakannya sendirian dalam mimpinya agar ia bisa lebih khusyuk dan khitmat begitu pendapatnya.


"Itu adalah baju seragam khusus untuk perayaan hari ini dan ikat kepala biru itu adalah tanda jika kita berada di tim yang sama dek Riska" ucap Bu Tika seolah tahu kebingungan Riska.


Ya Bu Erna dan Bu Tika telah mendaftarkan Riska menjadi peserta lomba di acara perayaan hari ini dan mereka bertiga berada di tim yang sama.


Hah! Di Tim yang sama, tim apa? Tim ghibah maksudnya. Sorry saja, Riska tidak akan mau jadi tim ghibah. Masa gadis cantik sepertinya jadi tukang ghibah.


"Mohon maaf Bu Erna Bu Tika sepertinya saya tidak bisa ikut di tim kalian" kata Riska yang takut menjadi anggota ghibah.


Bisa menambah dosa jika dia sampai masuk dalam keanggotaan itu. Saat ini saja dosanya mungkin sudah lebih besar dari gunung Uhud, apalagi sampai jadi tukang ghibah. Saat di akhirat nanti tidak perlu di timbang lagi amal kebaikannya sudah pasti dirinya akan masuk neraka, batin Riska.


Riska bergidik ngeri membayangkan tubuhnya terpanggang di panasnya api neraka.


.


.

__ADS_1


.


What you want?


__ADS_2