Bukan Pasangan Biasa

Bukan Pasangan Biasa
Eps 33 (Tebar Pesona)


__ADS_3

Di kampus terlihat Riska dan kedua sahabatnya tengah menikmati Bakso favorite mereka.


"Kapan lo bisa main lagi Ca? Si erick udah nanyain lo terus tuh. Bosen gue di tanya mulu sama dia tiap hari. Emang gak ada kapoknya tuh anak padahal dia selalu kalah dari lo" kata Yuli.


"Gue belum tahu pasti Yul, si jago masih di bengkel. Kemarin kata Zaki sih masih ada beberapa lagi yang belum selesai di perbaiki. Jadi kayaknya gue gak bisa ikut dulu" jawab Riska.


Jago adalah nama motor sport merah kesayangan Riska.


"Emang rusaknya parah banget ya Ca sampai si jago harus di perbaiki selama itu?" Tanya Sonia.


"Iya, gara-gara turnamen kemarin si jago bener-bener di bantai habis sama si Erick, untung aja waktu itu gue yang menang" ucap Riska bangga.


Ya Riska dan kedua sahabatnya sering ikut dalam balap liar bersama anak-anak jalanan lainnya. Mereka bertiga telah melakukan balap liar sejak SMA, itu semua di mulai dari Yuli yang punya seorang teman anak jalanan kemudian mengajak serta Riska dan Sonia untuk ikut terjerumus bersamanya. Dan semua itu pastinya tanpa sepengetahuan orang tua mereka karena jika orang tua mereka sampai tahu anak-anak mereka ikut balap liar sudah pasti motor mereka akan di sita dan mungkin tidak akan di kembalikan lagi.


"Kalau begitu lo pake motor gue aja si jack, biar bisa ikut turnamen minggu depan" ucap Yuli.


"Iya Ca, lo juga boleh pake si Jamet kok" tawar Sonia.


Jack adalah nama motor sport kesayangan Yuli berwarna hitam sedangkan Jamet adalah nama motor sport Sonia yang berwarna biru.


"Lah kalau gue pake motor kalian buat balapan kalian nanti pake apa dong" kata Riska tidak habis pikir.


"Lo tenang aja, gue sama Sonia bisa absen dulu minggu depan yang penting lo bisa ikut turnamen buat ngalahin si Erick" ucap Yuli dan di angguki Sonia.

__ADS_1


"Gak deh guys, makasih. Kayaknya untuk turnamen minggu depan gue gak ikut main dulu soalnya gue juga sibuk, banyak kerjaan di kantor" tolak Riska.


"Yah jadi minggu depan kita gak bisa liat lo main dong" kata Yuli kecewa.


"Bisa di bilang begitu" sahut Riska.


"Kalo minggu depan lo gak ikut main, kita juga gak mau ikut main" kata Sonia mendapat anggukan dari Yuli.


"Iya Ca, gak seru kalo lo gak ikut. Skill mereka gak ada yang sehebat lo" kata Yuli juga.


"Terserah kalian deh" ucap Riska.


Beruntungnya Riska bisa memiliki sahabat seperti Sonia dan Yuli yang selalu di sampingnya. Itu lah Arti sahabat jika yang satu tidak bisa ikut maka yang lain pun juga tidak akan ikut. Senang bersama, susah pun juga bersama. Sedikit di bagi banyak pun juga tetap akan di bagi. Sebuah persahabatan akan saling berbagi dan melengkapi.


"Hai... boleh ikut gabung di sini?" Tanya seorang laki-laki dengan paras tampan yang tiba-tiba datang dan jangan lupakan senyum manis yang menghiasi wajah tampannya saat menatap ke tiga gadis di depannya.


Sedangkan sang pangeran mengernyit bingung karena tidak mendapat jawaban dari gadis-gadis itu.


"Gak boleh ya?" Tanyanya lagi melihat ketiga gadis itu hanya diam.


"Eeh, iya silahkan" jawab Riska tersadar wajahnya entah kenapa memerah malu saat menatap laki-laki itu.


"Terimakasih" Ucapnya tersenyum dan langsung ikut bergabung dengan ketiga gadis cantik itu.

__ADS_1


"Kalian sering makan di sini ya? Karena aku liat kalian selalu makan di tempat ini" kata laki-laki itu.


"Ya begitulah" jawab Riska.


Ya laki-laki itu adalah Antonio Mahendara, mahasiswa baru di kampus mereka. Laki-laki itu benar benar memiliki wajah yang tampan, wanita mana pun pasti akan tak berkedip saat melihatnya, termasuk Sonia dan Yuli yang masih diam membeku, mereka berdua masih belum percaya jika Toni sedang benar-benar berada di hadapan mereka saat ini, bahkan semeja dengan mereka.


"Ya Tuhan mimpi apa gue semalam bisa semeja sama Toni yang gantengnya nauzubillah ini" batin Sonia masih tidak percaya.


"Yang sabar yang Mak di rumah, sebentar lagi menantu tampan Emak bakal otw" batin Yuli. Ia sudah bertekad untuk menjadikan Toni sebagai menantu untuk sang Mama.


"Hai Ton" sapa Sonia tersenyum malu-malu seraya menyelipkan sebagian rambutnya ke belakang telinga. Ah sepertinya Sonia sedang tebar pesona ke Toni.


"Hai juga Sonia" balas Toni tersenyum manis.


Sonia rasanya benar-benar terbang mendapat balasan dari Toni, apalagi dengan senyum manisnya itu membuat hati Sonia meleleh seketika.


"Kamu mau makan apa Ton? Biar aku pesenen sama Bang Jon" kata Yuli tak kalah ingin mencuri perhatian dari laki-laki tampan itu.


"Aku pesen sama kaya kalian aja deh" jawabnya.


Sementara Riska hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah dua sahabatnya yang sibuk tebar pesona.


"Oke tunggu sebentar biar gue pesenin sama Bang Jon" ucap Yuli.

__ADS_1


Toni menganggukkan kepalanya, Yuli pun bergegas bangkit dari tempat duduknya dan memesankan makan untuk Toni.


Toni menatap lekat wajah Riska, ia benar-benar tertarik dengan gadis itu. Gadis pujaannya itu sangat cantik, ingin sekali dirinya menjadikan gadis itu miliknya. Tapi Toni harus bersabar, untuk mendapatnya gadis cantik seperti Riska pasti tidak akan mudah. Maklum saja untuk ukuran gadis cantik seperti gadis pujaannya itu pasti banyak laki-laki yang mendekatinya saat ini. Bukannya Toni tidak percaya diri untuk langsung menjadikan Riska pacarnya, Tapi demi bisa memiliki hati Riska sepenuhnya ia harus sedikit bersabar. Pertama-tama ia harus mendekatinya secara perlahan agar gadisnya itu merasa nyaman dengan dirinya, bukannya malah tergesa-gesa dan pada akhirnya akan membuat gadis itu menjauh. Setelah itu Toni akan mengikat Riska dan menjalin hubungan dengannya.


__ADS_2