Bukan Pasangan Biasa

Bukan Pasangan Biasa
Eps 31 (Gadis kecil yang kuat)


__ADS_3

"Tuan muda!!! Apa Tuan muda baik-baik saja" Tanya seorang laki-laki paruh baya yang tiba-tiba datang "Maaf membuat Anda menunggu lama Tuan muda tadi ban mobilnya bocor" lanjutnya merasa bersalah karena membuat majikannya itu menunggu lama.


Sebut saja nama laki-laki itu Mang Ujang. Dia adalah sopir keluarga Amandinta.


Arta mengganggukkan kepalanya.


"Iya aku baik-baik saja" jawabnya "Tapi..." ucapnya menggantung seraya melirik anak perempuan yang ada di sebelahnya.


"Astagfirullah" ucap mang Ujang terkejut melihat gadis kecil di samping majikannya.


Bagaimana mang Ujang tidak terkejut, penampilan gadis itu benar-benar hancur. Rambutnya urak-urakan, hidungnya mengeluarkan darah serta lutut dan sikunya mengalami luka, membuat mang Ujang meringis. Kasihan sekali gadis kecil ini, di mana orang tuanya. Apakah gadis ini seorang gembel atau kah gadis kecil ini orang gila. Ah miris sekali, kecil-kecil sudah gila. Begitulah kira-kira pikiran mang Ujang saat melihat gadis itu.


"Mari Nona ikut kami, saya akan membantu mengobati luka Anda" kata Mang Ujang merasa kasihan.


Belum sempat gadis kecil itu menjawab, tiba-tiba datang seorang perempuan paruh baya sekitar umur 30 an dan menghampiri mereka.


"Ya Allah Non, wajah Non kenapa? Bibi nyariin Non dari tadi, ternyata Non nya di sini" kata perempuan itu dengan wajah yang sangat khawatir. "Apa Non baik-baik saja?" Tanyanya lagi.


"Hehehe... aku gak papa kok Bi" jawabnya cengengesan.


"Bibi kan udah bilang Non jangan main jauh-jauh, Bibi khawatir" kata perempuan itu.

__ADS_1


"Iya Bi, aku minta maaf. Aku janji gak bakal main jauh-jauh lagi" ucapnya menyesal karena membuat pengasuhnya itu khawatir.


"Ya sudah Non ayo kita pulang, Nyonya sudah nyariin Non sejak tadi kerena Non gak pulang-pulang" ucap perempuan itu.


"Iya Bi"


"Aku pulang dulu ya adek kecil, sampai ketemu lagi. Ingat jadi laki-laki itu harus kuat gak boleh lemah" teriaknya sambil berlalu meninggalkan Arta.


Arta hanya menatap kepergian gadis itu hingga dia menghilang dari pandangannya. Arta benar-benar kagum dengan keberanian gadis itu yang bisa mengalahkan empat orang anak laki-laki sekaligus hanya seorang diri, padahal dia seorang perempuan. Arta merasa malu pada dirinya sendiri yang tidak bisa berbuat apa-apa saat di bully teman-temannya.


Arta berjanji pada dirinya sendiri, jika suatu saat nanti ia dan gadis itu kembali bertemu, dia akan membalas semua kebaikannya dan menjadi pelindung untuknya. Arta juga bertekad mulai saat ini dia tidak akan lagi menjadi laki-laki yang lemah, dirinya harus kuat agar bisa menjadi pelindung bagi gadis cantik yang telah menolongnya.


"Baik Tuan muda" jawab Mang Ujang.


Flashback end


"Mami merasa sangat bersyukur karena gadis itu Arta bisa merubah kepribadiannya yang biasanya seperti anak perempuan menjadi laki-laki yang kuat" ucap Vivita lega.


Riska hanya tersenyum menanggapi ucapan Vivita, dirinya baru tahu ternyata kehidupan Arta dulu sangat berat. Tidak mudah bagi seseorang menjadi korban bulian, apalagi untuk Arta yang saat itu masih kecil pasti sangat berat. Dirinya yang sudah dewasa saja kadang merasa sangat sakit kala orang-orang menghinan dan mencemoohnya hanya karena ia anak angkat dari Martin Josie seorang pengusaha yang sangat kaya, apalagi Arta yang saat itu masih sangat belia pasti berat untuknya.


Tapi Riska kagum pada Arta yang bisa berubah menjadi seorang pria keren dan tampan seperti sekarang. Jika melihat Arta yang sekarang pasti orang-orang tidak akan mengira jika dia dulu mempunyai sifat ngepink alias seperti anak perempuan. Mengingat itu Riska sedikit terkekeh, suami kecilnya itu ternyata sangat luar bisa.

__ADS_1


"Kalau Ica boleh tanya, siapa gadis kecil yang merubah Arta seperti sekarang Mi?" Tanya Riska. Ia penasaran siapakah gadis yang telah mengubah suami kecilnya.


"Entahlah Mami juga tidak tahu, Arta tidak pernah menceritakannya" jawab Vivita.


***


Tanpa terasa pernikahan Arta dan Riska telah berjalan selama satu minggu. Mereka sudah mulai terbiasa dengan kehadiran masing-masing. Akan tetapi itu semua tidak membuat hubungan mereka semakin dekat.


Pagi ini telah terjadi keributan di apartemen Riska. Arta dan Riska sibuk mondar-mandir, mereka berdua sama-sama bangun kesiangan. Entah apa yang menyebabkab pasangan aneh itu sama-sama bangun terlambat.


"Ar kamu lihat sepatuku yang warna item gak? Kemarin aku taruh di sini tapi sekarang gak ada" Tanya Riska yang sibuk mencari sebelah sepatunya yang hilang.


"Gak, aku gak liat" jawab Arta yang juga tengah mencari buku catatannya yang hilang entah kemana, padahal ada tugas di buku itu yang harus di kumpul hari ini pada guru pengajar.


"Ahh **** di mana sih?" Arta mengumpat kesal karena tak kunjung menemukan bukunya.


"Ketemu!!!" Teriak Riska kegirangan karena telah menemukan sebelah sepatunya yang ternyata terselip di bawah rak sepatu.


Setelah memakai sepatunya Riska bergegas berangkat ke kampus karena waktu sudah sangat siang. Ia takut terlambat pergi kuliah, apalagi hari ini dosen pengajarnya sangat killer jika dirinya terlambat bisa-bisa nilai kuliah jadi taruhannya.


Sementara itu Arta tetap tidak menemukan bukunya. Ia pun akhirnya memutuskan untuk berangkat sekolah meskipun hari ini dirinya harus kena hukum karena tidak mengumpul tugas sekolahnya. Pikirnya lebih baik di hukum berdiri di lapangan karena tidak mengumpul tugas pelajaran dari pada harus bolos sekolah. Ya Arta adalah tipikal laki-laki yang di siplin.

__ADS_1


__ADS_2