
Riska baru saja pulang dari kantor, setelah membersihkan diri, gadis itu langsung pergi ke dapur berniat memasak makan malam untuknya dan Arta.
Gadis yang sudah bersuami tapi masih perawan itu pun terlihat fokus dengan masakannya. Ia sangat lihai berperang dengan bahan makan dan alat masak. Malam ini ia akan membuat telor balado dan capcai, makan kesukaannya.
Riska menghembuskan napas kasar saat teringat akan kejadian tadi siang di mana ia melihat Arta bersama dengan seorang gadis cantik yang sepertinya adalah kekasih Arta suaminya. Arta dan gadis itu tadi terlihat sedang menikmati makan siang bersama di cafe Cahaya Ilahi. Bahkan kedua remaja itu terlihat sangat bahagia.
Riska menghembuskan napas pelan, Entah kenapa ada rasa tidak suka saat melihat Arta bersama dengan gadis lain, ada rasa marah hatinya apalagi saat tadi ia melihat Arta tersenyum manis pada gadis cantik itu.
Ia merasa kesal saat melihat Arta bersama dengan gadis lain? Ada apa dengan dirinya. Seharusnya Riska biasa saja melihat Arta bersama dengan pacarnya. Tapi pikirannya seolah bertolak belakang dengan hatinya. Apa mungkin Riska menyukai Arta? Riska merasa bingung dengan dirinya sendiri.
Riska menggelengkan kepalanya cepat
"Ngga ga... ga mungkin gue suka sama tuh boing, salah ini salah. Semua itu pasti karna gue iri lihat Arta punya pacar sedangkan gue gak punya, ya ini pasti karna itu" Riska menepis semua pikirannya jika ia menyukai Arta.
Ya pasti ada yang salah dalam dirinya. Mungkin Riska merasa iri pada Arta yang kecil-kecil tapi sudah punya pacar sedangkan ia yang lebih tua dari Arta masih jomblo. Ah sepertinya Riska harus mencari seorang laki-laki untuk bisa di jadikan pacarnya agar berhenti menjadi jomblo ngenes.
Tak butuh waktu lama Riska pun selesai memasak dan tinggal menunggu Arta yang belum pulang untuk makan malam bersama.
Riska memilih menunggu Arta seraya menonton televisi. Cukup lama gadis itu menunggu bahkan senetron yang di tontonnya sudah selesai berganti dengan acara lain tapi Arta belum juga pulang. Riska sudah mulai mengantuk dan perlahan-lahan mata gadis itu terpejam, Riska tertidur.
Biibbb...
Suara pintu apartemen terbuka, Arta pulang larut malam. Wajah remaja itu nampak lelah. Seharian ini Arta sangat sibuk mengurus grand opening kafenya dan membuatnya terlambat pulang.
Arta menggelengkan kepalanya ketika melihat Riska tidur meringuk di sofa dengan televisi yang masih menyala. Remaja itu lalu berjongkok melihat wajah cantik gadis yang telah menjadi istri sahnya itu.
__ADS_1
Arta menyingkirkan beberapa rambut yang menutupi wajah Riska. Tanpa sadar dirinya tersenyum, ia akui gadis yang saat ini tengah memejamkan mata itu sangat cantik. Ada perasaan bahagia saat dirinya menatap wajah polos Riska saat tertidur sseperti ini.
Pelan-pelan Arta mengangkat tubuh Riska. Remaja itu menggendong Riska dengan sangat hati-hati agar tidak membuatnya terbangun.
Sementara Riska yang di gendong terkaget, saat merasakan tubuhnya seperti melayang tetapi ia tidak membuka matanya.
Riska sedikit membuka matanya mengintip, siapa yang orang yang menggendongnya. Ada rasa takut kalau-kalau yang menggondongnya adalah penjahat yang ingin menculiknya, tapi Riska merasa lega saat tahu Arta lah yang saat ini menggendong dirinya.
"Kemana nih boing bawa gue" batin Riska matanya masih terpejam.
Sesampainya di kamar Arta merebahkan kembali Riska dan menyelimuti tubuh gadis itu.
Entah kenapa setelah kejadian di cafe tadi ia merasa bersalah pada pada gadis yang tengah tertidur itu. Arta merasa seperti seorang suami yang tengah kepergok istrinya sedang berselingkuh, padahal kenyataannya memang begitu.
Arta akui dirinya memanglah suami paling brengsek yang pernah ada karna secara terang-terangan menjalin hubungan dengan gadis lain. Tapi Arta juga tidak bisa egois pada dirinya karna ia mencintai Rissa, gadis yang sudah lama menjadi pacarnya itu. Tidak ada yang bisa Arta lakukan untuk Riska selain mencoba bersikap baik pada gadis itu untuk menebus semua kesalahannya.
Ada rasa kasihan terbesit di hati Arta. Jika di pikir kembali sebenarnya Riska lah orang yang paling tersakiti di sini. Gadis itu di tinggal kabur oleh Ryo di hari pernikahannya sehingga membuatnya terpakasa harus menikah dengan dirinya. Terlebih lagi hubungan pernikahannya saat ini dengan Riska tidak baik. Kasihan sekali gadis ini, batin Arta.
Arta memperhatikan wajah cantik yang tengah memejamkan mata itu dan tanpa sadar ia pun memajukan wajahnya.
Cup
Arta mencium kening Riska. Ada perasaan hangat di hatinya setelah mencium gadis itu. Membuat wajah Arta seketika memerah, ah kenapa Arta jadi malu begini. Ketika mencium kening Rissa ia tidak pernah merasaka perasaan seperti ini.
"Aahh ada apa denganku" ucap Arta dan mengusap wajahnya kasar.
__ADS_1
Remaja itu lalu bergegas keluar dari kamar Riska dengan perasaan tak menentu.
Seperginya Arta, Riska langsung bangun.
"Hah hah hah... hampir aja gue mati kehabisan napas" ucapnya karna terlalu lama menahan napasnya.
Gadis itu memegang dahinya yang tadi di cium oleh Arta. Jantungnya berdetak tak karuan seperti habis lari maraton.
Bluushh...
Wajah Riska seketika memerah karna malu. Arta mencium keningnya.
Deg deg deg
Riska memegang dadanya. Ada apa dengan jantungnya? Kenapa berdetak sangat kencang setelah di cium remaja itu?
"Hei jantung ada apa denganmu?" ucap Riska saat merasakan jantungnya berdetak kencang.
Apakah ia menyukai Arta? Tidak tidak mana mungkin Ia menyukai Arta. Apa jantungnya mulai bermasalah. Tapi jika jantungnya bermasalah kenapa Riska tidak merasakan sakit akan tetapi malah merasa bahagia.
Aaahhh... teriak Riska frustasi.
Riska bergulung-gulung di atas tempat tidurnya. Ada apa dengan jantungnya? Kenapa selalu berdetak kencang saat mengingat Arta si bocah ingusan itu? Ini benar-benar sangat aneh. Riska bingung dengan dirinya sendiri.
jangan lupa like dan komen.
__ADS_1