
Waktu sudah menunjukkan sore hari, Baim melihat Arta berjalan menuju ruangannya, dengan segera ia pun langsung menghampiri sahabatnya itu.
"Itu si Ratu Rawa udah pulang Ar?" Tanya Baim.
Ya tadi Rissa kembali ikut bersama Arta ke cafe. Sebenarnya setelah pulang dari mall tadi, Arta berniat untuk mengantar Rissa pulang ke rumahnya.
Tapi ternyata Rissa menolak dan memaksa ikut bersamanya pergi ke acara grand opening cafe terbarunya hari ini. Dengan terpaksa Arta pun menurutinya karna Rissa terus merengek dan meminta untuk ikut bersamanya.
Arta melihat sekilas ke arah Baim dan menggelengkan kepalanya. Ia heran kenapa Baim selalu menjuluki kekasihnya itu dengan sebutan ratu rawa. Entah apa Arti julukan itu, sampai saat ini Arta belum tahu. Sebenarnya Arta tahu jika Baim tidak begitu menyukai kekasihnya itu, tetapi Arta memilih untuk diam.
Dan mengenai Baim yang selalu memanggil Rissa dengan sebutan ratu rawa, Arta sendiri tidak masalah dengan itu, selama Baim tidak menghina atau pun merendahkan kekasihnya.
"Iya, barusan dia pulang" jawab Arta dan masuk ke ruang kerjanya di ikuti Baim di belakangnya.
Arta merebahkan tubuhnya di sofa panjang yang ada di ruangan itu. Sementara, Baim ikut duduk di sofa yang berseberangan dengan Arta.
"Bagus deh tuh cewe udah pulang" ucap Baim pelan.
__ADS_1
"Apanya yang bagus?" Tanya Arta.
"Gak kok Ar, gak apa-apa" jawab Baim cepat.
Baim memang tidak begitu menyukai Rissa dan Arta sadar akan hal itu.
"Oh ya Ar, Apa ada masalah? tadi gue lihat ada keributan di luar" kata Baim mengalihkan pembicaraan.
Ya tadi Baim memang sempat melihat perdebatan antara Arta dengan seorang gadis cantik yang Baim sendiri tidak tahu itu siapa, mungkin pelanggan cafe.
Arta memejamkan matanya, tubuhnya terasa lelah, hampir seharian ini ia sangat sibuk. Sepulang dari menemani Rissa berbelanja di mall, ia langsung pergi ke cafe untuk mengurus grand opening cabang cafe terbarunya dan belum sempat mengistirahatkan tubuhnya.
Walaupun Baim telah membantunya, tapi tetap saja pekerjaannya masih banyak. Arta adalah Owner di cafe ini, jadi ia harus memastikan jika acara hari ini berjalan dengan lancar.
Di saat matanya tengah terpejam, pikiran Arta melayang akan kejadian siang tadi di mana tanpa sengaja matanya bertatapan dengan Riska.
Arta sendiri tidak tahu jika ternyata Riska sedang berada di cafenya bersama dengan kedua sahabat anehnya itu. Sepertinya tadi Riska dan kedua sahabatnya itu sedang makan di cafenya.
__ADS_1
Saat tadi mata Arta bertatapan langsung dengan Riska, Arta di buat salah tingkah, ia merasa seperti suami yang kepergok selingkuh oleh istrinya sendiri. Bagaimana tidak saat itu Arta sedang bersama Rissa kesasihnya.
Padahal menurut Arta, apa di lakukannya tadi tidak lah sepenuhnya salah. Mereka sudah sepakat untuk tidak mencampuri urusan pribadi masing-masing, termasuk urusan percintaan mereka. Tapi Entah kenapa tetap saja Arta merasa aneh, ia benar-benat terlihat seperti suami yang berselingkuh di depan istrinya sendiri dan itu sungguh jahat sekali. Walaupun sudah jelas kesepakatan itu sudah mereka sah kan dalam hitam di atas putih.
Dan juga kenapa setelah melihatnya berdua dengan Rissa, Riska langsung pergi dari cafe itu. Apa Riska marah melihatnya bersama dengan gadis lain? Karna jika di lihat dari ekspresi wajahnya sebelum meninggalkan cafe tadi, Riska terlihat begitu kesal.
Akan tetapi jika di pikirkan kembali kenapa juga Riska harus marah? Apakah dia cemburu melihatnya bersama dengan Rissa? Apakah Riska jatuh cinta padanya? Berbagai pertanyaan terus bermunculan di kepala remaja yang telah berstatus sebagai suami itu.
Tidak, tidak. Itu pasti salah, tidak mungkinkan Riska jatuh cinta padanya. Iya, itu pasti cuma perasaannya, pikir Arta.
Tapi kenapa pada saat memikirkan kemungkinan Riska telah jatuh cinta padanya, Arta merasa sangat bahagia. Entah kenapa perasaannya berubah menjadi aneh, seperti ada sesuatu yang membuncah di dadanya dan membuatnya tanpa sadar menyunggingkan senyumnya.
"Arta woyyy..." panggil Baim melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Arta membuat sahabatnya itu lantas tersadar.
"Ar lo gak gila kan?" Tanya Baim yang mana membuat Arta seketika langsung melotot.
Jangan lupa Vote, Like, Rate dan Komen ❤
__ADS_1